#18# Dinner With You

6K 650 75
                                        

Sudah tiga jam ini Irene tiduran di kamar Yeri sepulang mereka berkuliah. Ini hari pertama Irene kembali ke kampus setelah ia sembuh dari luka-luka akibat penyekapannya.

Kampus yang dulunya menyenangkan kini berubah seperti lokasi jatuhnya kecelakaan pesawat. Mendadak banyak mahasiswa menjadi reporter dan juga wartawan disana.

Setiap Irene melangkah, suara bisik-bisik dari mereka selalu terdengar. Sebagian memberanikan diri untuk bertanya langsung perihal hubungan Irene dengan model terkenal Oh Sehun yang berasal dari kampus seberang. Sebagian lagi cukup memandang Irene penuh dengan pertanyaan maupun komentar pedas.

Bagaimana bisa Oh Sehun si manusia super tampan menyukai gadis dekil seperti Irene?

Nasib apa yang membawa mereka berdua untuk bisa bertemu? Bahkan sampai pada tahap menikah.

Bukankah Bae Irene itu mahasiswi berkaca mata tebal yang penampilannya sangat culun kan?

Si pendek dan bodoh itukah dari jurusan fashion design?

Jadi dia gadis yang suka berkutat dengan kain lusuh, benang, ataupun jarum?

Memangnya tubuhnya seksi? Tinggi saja tidak.

Mungkin Irene memiliki kekuatan supranatural yang bisa membuat Oh Sehun tidak bisa lari darinya. Ya ampun, kasihan sekali ya lelaki itu, padahal yang cantik saja banyak. Kenapa Sehun harus berakhir dengan gadis dekil sepertinya?

Bahkan berita itu sudah menyebar di media sosial hingga seluruh mahasiswa di kampus membicarakannya. Sesiang ini Irene benar-benar harus membiarkan kedua telinganya berubah pengang karena mendengar berbagai macam kalimat cercaan yang khusus ditujukan untuknya. Nyaris tidak ada satu pun yang membicarakan keburukan Oh Sehun selain karena nasibnya yang dianggap begitu malang.

"Makan ini," Yeri masuk ke dalam kamarnya dengan membawa sepiring irisan buah melon segar. Ia meletakan piring itu di atas tempat tidur lalu menyantapnya bersama Irene.

"Kau tenang saja, berita itu pasti lambat laun akan segera mereda. Pada akhirnya mereka akan meluoakan itu dan menerima kenyataan bahwa sekarang kau memanglah istri dari Oh Sehun," Yeri memberi masukan positif bagi sahabatnya yang sejak tadi terlihat murung.

Belum saja Irene membalas ucapan Yeri, bunyi deru mobil dari luar mengalihkan perhatian mereka. Irene buru-buru merapikan rambutnya karena ia tahu itu pasti Chanyeol yang datang.

Benar tebakan Irene, tidak berselang lama Chanyeol muncul, kepalanya menyembul dari balik pintu kamar Yeri dengan senyuman manis andalannya.

"Irene ada disini rupanya. Waaah...kau sekarang tidak memakai kacamata lagi ya?" mata besar Chanyeol memandang penampilan baru Irene dengan penuh kekaguman.

"Tidak usah ikut campur urusan kami kak, pergi saa sana!" Yeri berusaha mengusir Chanyeol dengan mendorong tubuhnya dari pintu. Tapi lelaki tinggi itu tetap bertahan di posisinya.

"Tunggu, tunggu...apa itu yang sedang kalian makan?" bukannya pergi, Chanyeol justru masuk ke dalam dan duduk di tepian tempat tidur lalu mencomot seiris melon dan melahapnya. "Melonnya manis Ren, seperti wajahmu."

"Kak, jangan merayu sahabatku!"

"Irene memang manis, aku hanya sedang memujinya saja koq," Chanyeol membela diri begitu Yeri menatapnya galak. "Iya Yer, kau bahkan paling manis di dunia ini."

Hey, Playboy Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang