Irene membiarkan minumannya tidak tersentuh sedikitpun. Sementara di depannya, Ha Young terus menatap wajah Irene dengan tidak mengerti. Saat ini mereka memang sedang duduk berdua di cafe Masami setelah Irene menelepon Ha Young untuk sekedar menemaninya bicara. Karena memang gadis itu tidak memiliki lagi sahabat selain Yeri dan Yeri sepertinya sedang sibuk. Di kampus pun Irene juga tidak begitu dekat dengan teman-teman yang lain. Irene termasuk golongan anak pintar yang kutu-buku dan tidak menonjol sebelum berita pernikahannya dengan Sehun terbongkar.
"Diantara Sehun dan Chanyeol, mana dulu yang kau kenal dan kau sukai?" Ha Young memberi pertanyaan setelah ia mendengar banyak curhatan Irene tentang masalah dua lelaki yang sama-sama menyatakan cinta padanya.
"Park Chanyeol, dan aku sudah menyukainya sejak beberapa tahun lalu."
"Well...kalau begitu sudah jelas kau lebih memilihnya bukan? Sehun juga kau bilang punya masa lalu yang menyebalkan, dia itu seorang playboy. Apa kau benar-benar percaya dia bisa mencintaimu dengan tulus?"
Irene mendesah berat, dia hanya mengaduk-aduk gelas minumannya dalam kehampaan.
"Sehun bilang dia bersikap begitu juga karena dia pernah dikhianati oleh seorang gadis. Kakaknya yang memberitahuku jika Sehun berubah total semenjak ditinggalkan kekasihnya saat masih berada di bangku sekolah menengah," Irene menjelaskan. "Mungkin saja dia bisa berubah, tapi aku selalu merasa tidak yakin."
"Dikhianati oleh seorang gadis?" Ha Young sedikit terkejut. "Apa sampai secinta itu dia pada kekasihnya yang dulu?Ah Sehun benar-benar...ck," Ha Young menggeleng-geleng kan kepalanya pelan.
"Aku dan Sehun sudah menikah."
Ha Young menyemburkan minumannya karena terlalu terkejut mendengar pengakuan dari Irene secara tiba-tiba.
"Reaksimu saja begitu, apalagi jika aku mengatakannya pada Chan, kurasa dia bisa mendadak terkena serangan jantung," Irene berekspresi putus ada, sejak tadi jarinya terus memutar-mutar sedotan kecil minumannya.
"Me-menikah? Apa maksudmu?" Ha Young mengambil tisudari dalam tasnya lalu mengelap mulutnya yang basah.
"Aku dan Sehun sudah lebih dari sebulan ini menikah diam-diam karena orang tuanya tidak merestui hubungan kami. Sedangkan orang tuaku bahkan tidak tahu jika putrinya telah bersuami. Arghhht...kenapa hidupku jadi begini, semua ini karena lelaki sialan itu!" sekarang Irene mengetuk-ketuk kepalanya pada sisi meja sementara Ha Young masih tampak shock dan membeku.
"Kupikir hubunganmuu dan Sehun hanya sebatas pacaran saja. Jadi kau dan Chanyeol...," Ha Young mengatupkan dua telapak tangannya di mulut." Kau berselingkuh Ren?"
Irene tidak menampik tuduhan itu. Tapi perasaannya pada Chanyeol sama sekali tidak bisa berubah, dia menyukai lelaki yang selama ini sangat diidolakannya. Menjijikan memang, perbuatan dosa, Irene bahkan mengakuinya sendiri.
"Itulah kenapa sekarang aku memiliki dua tempat tinggal, kamar kostku dan apartemen milik Sehun pribadi di ujung jalan sana."
Topik yang tengah mereka bahas memang bukan masalah Ha Young, tapi ekspresi gadis itu terlihat lebih frustasi dari Irene. Sesekali ia menatap Irene dengan pandangan aneh lalu menunduk dan menyeruput minumannya dalam diam.
*
Sehun membuka kamar Kai dan mendapati Kai beserta Kristal sedang bercumbu berdua saling melumat. Lalu keduanya terkejut begitu melihat Sehun datang dengan senyuman nakal.
"Ya ampun...sepertinya aku menganggu acara kalian berdua siang ini ya?" dengan sikap acuh Sehun memutuskan untum masuk dan langsung membanting tubuhnya di atas tempat tidur dimana Kai dan Kristal masih tidak tahu harus bagaimana menutupi rasa malu mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hey, Playboy
FanfictionTinggal bersebelahan di tempat kost dengan seorang playboy itu, me-mu-a-kan! Mahasiswi jurusan Fashion Design berpenampilan biasa dan berkacamata tebal-Bae Irene-hidup dengan terus di bayang-bayangi segala sesuatu tentang lelaki tampan populer nan k...
