24. Blue Roses

230 34 4
                                        

Woiiiii, jangan lupa vommentsnya ya;)
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Melissa's POV

"Mel, pleaseeeee. Ikut yaa?" Crystal memohon kepadaku. Ia menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada. Ia masih memohon agar aku mengikuti acara ulang tahun Summershine Highschool nanti. Dan aku masih bingung. Apakah aku harus ikut?

"Aku tidak tahu, Crys. Aku kurang tertarik dengan acara seperti itu," jawabku sambil mengangkat bahuku.

"Mel, acaranya satu minggu lagi. Cepat pikirkan matang-matang. Tetapi, aku berharap kau bisa menemaniku nanti di sana." Crystal pun pergi meninggalkanku. Aku menghembuskan napasku dengan kasar. Akupun berjalan menuju lokerku.

"Morning, Beautiful." Suara itu membuatku kaget dan secara refleks aku membanting pintu loker.

"HARRY! Kau hampir membuatku mati," pekiku sambil menyelipkan rambutku ke belakang telinga. Ya, rambutku selalu diurai sejak kejadian itu.

"Hahaha, maaf ya. Kukira kau tahu aku ada di sini. Btw, wajahmu mengapa? Kok mengkerut seperti itu?"

"Aku bingung. Apakah menurutmu aku harus ikut acara ulang tahun Summershine? Tahun lalu aku tidak ikut acara ini. Lagipula, aku kurang suka keramaian. Tetapi masalahnya, Crystal memaksaku untuk ikut." Aku menyandarkan kepalaku ke loker.

"Itu pilihanmu. Ikuti saja kata hatimu." Harry mengelus pipiku. Dilihatnya luka sayatan di pipi tembemku. "Luka di pipimu sudah sembuh?"

"Ya, tetapi pasti luka itu membekas." Aku mengelus pipiku sendiri.

Harry cekikikan.

"Ada apa?" tanyaku kebingungan.

"Sejak kapan ada luka yang tidak membekas?"

***

Tetttettt

Bel pulang berbunyi. Tetapi ada sesuatu yang aneh, seperti ada yang kurang. Mengapa Crystal tidak berdiri di depan pintu kelasku? Itu sudah kebiasaannya menungguku keluar kelas. Apakah ia marah karena aku tidak mau ikut acarara itu?

Aku berjalan sendirian keluar kelas. Kuliat poster-poster berjudul "Let us SHINE", poster itu mengingatkanku pada Crystal. Acara ulangtahun Summershine tahun ini sepertinya memang sangat meriah. Kubaca poster itu, ternyata banyak bintang tamu terkenal yang akan memeriahkan acara itu, salah satunya adalah Another Direction. Walaupun aku bukan penggemar mereka, tetap saja aku ingin melihat penampilan mereka tanpa Zoyn Ridwan di panggung nanti. Tetapi masalahnya, aku kurang suka keramaian.

Saat aku masih menatapi poster itu, seseorang menepuk bahuku.

"Melamun saja. Ada apa?" Suara itu membuatku membalikkan badanku.

"Memangnya mengapa, Lambert?" ketusku.

"Santai, Mel. Aku tahu sebenarnya kau ingin ikut acara itu kan?" James menyeringai.

"Aku tak tahu. Lagipula, aku kurang suka keramaian."

"Tetapi pasti di sana banyak yang berjualan es krim." Mataku membulat.

"Aku akan ikut."

"What? Hanya karena es krim kau akan ikut?" tanya Lambert tida percaya.

"Apapun akan aku lakukan demi makanan." Aku mengepalkan lenganku di dada secara dramatis.

"Dramatis sekali kau. Oh iya, ada yang mencari kamu tuh di parkiran."

Deg.

Semoga orang itu bukan Helen.

HERETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang