"Assalamualaikum"
"Walaikumsalam"
"Reno? Ada apa sayang?"
"Kak Alyn ada mah?" Tanya Reno pada Mely yang sedang duduk diruang keluarga.
Reno dapat kabar dari Raffa kalo Alynna dan Alyssa sedang ada masalah. Jika kedua gadis kembar itu sedang bertengkar Raffa selalu menyerahkannya pada Reno untuk berbicara pada Alyn, karena Raffa yakin hanya Reno yang dapat berbicara pada Alyn, Reno lebih dekat dengan Alyn sedangkan Raffa dekat dengan Alyssa.
"Ada, dikamarnya" Reno ngangguk
"Yaudah Reno kekamarnya dulu ya" Mely ngangguk
"Lyn" Ucap Reno ketika sampai didepan kamar Alyn
"Siapa?"
"Cowok ganteng bin tampan bin mempesona bin karisma"
"Gak nerima sumbangan" Teriak Alyn dari dalam kamar, tanpa persetujuan punya kamar Reno langsung masuk dan melihat Alyn sedang menulis-nulis. Reno lalu duduk dimeja rias Alyn.
"Taik lo"
"Siapa yang nyuruh lo masuk?" Tanya Alyn ketika melihat Reno sudah duduk
"Mamah" Ucap Reno sambil nunjuk kearah pintu
"Ini kamar gua bukan kamar mamah"
"Lo ada masalah apa sama Alyssa?" Tanya langsung Reno
"Gak ada"
"Lo itu kakak gua, Alyssa kakak gua, kita bareng-bareng udah dari kecil, dari masih imut-imut, lucu-lucu apalagi si Reno yang ganteng itu, bisa gak lu cerita kalo ada masalah ke gua?" Ucap Reno serius
"Bukannya lo lebih peduli Alyssa dari pada gua? Gua cuma bahan cengan kalian bertiga?" Ucap Alyn
"Bukannya lo sendiri yang minta di cengin?"
"Gua benci Alyssa karena kalian bertiga lebih sayang Alyssa dari pada gua"
"Siapa yang bilang?" Tanya Reno
"Emang bener kan?" Reno senyum lalu duduk disamping Alyn
"Gak ada yang bilang gitu. Bukannya lo lebih banyak ngabisin waktu sama gua bertiga dibanding Alyssa?"
"Pasti ada lagi kan alesan lo marah sama Alyssa?" Tanya Reno
"Karena ayah lebih sayang Alyssa."
"Bukannya mamah lebih sayang sama lo? Adil bukan?" Alyn menatap Reno bingung
"Kok kata-kata lo sama kaya Alyssa?"
"Ya gak tau"
"Bukan itu yang jadi masalah kalian berdua." Tebak Reno
"Itu kok" Jawab Alyn cepat
"Lo suka sama Elang sedangkan Elang suka sama Alyssa dan Alyssa sukanya sama Alvaro, sedangkan Alvaro sukanya sama lo." Alyn menatap Reno kaget dengan wajah yang sulit diartikan
"Lo?" Reno ngangguk
"Kenapa gua? Gua tau semuanya? Gua sodara lo Lyn, gua tau lo gangguin gua bertiga karena lo pengen diperhatiin Elang kan?" Alyn ngangguk
"Ya lagian siapa sih yang gak suka sama seorang Erlangga Abrraham Daniel, cowok ganteng, jago gitar, alat musik apa aja bisa, kapten futsal, idaman cewek-cewek. kalo gua jadi cewek gua juga suka sama Elang."
"Tapi bukan salahnya Alyssa kalo Elang lebih sayang sama Alyssa dibanding lo, dan Alvaro juga gak salah kalo dia lebih sayang lo dibanding Alyssa. Jadi lo gak boleh mainin Alvaro hanya untuk ngebales sakit hati lo sama Alyssa."
"hati gak ada yang bisa maksain buat nentuin jatuh nya sama siapa dan kesiapa. Kalo lo boleh milih lo bisa minta hatinya Elang buat jatuh hati sama lo tapi apa itu yang dimau sama hatinya Elang?"
"Kita gak bisa nebak apa kata hati seseorang jangan kan hati seseorang hati sendiri aja kita gak bisa nebak kan?" Alyn ngangguk
"Tapi Alyssa?" Reno menggelengkan kepalanya menolak Alyn berbicara
"Kenapa Alyssa? Banyak disenengin orang karena dia pinter?" Alyn ngangguk
"Bukannya fans lo lebih banyak dari Alyssa? Anak sekolah kita banyak yang ngikutin gaya lo. Lo itu inspirasi cewek-cewek disekolah bahkan diluar sekolah banyak yang ngikutin gaya lo, harusnya Alyssa yang iri sama lo bukan lo yang iri sama Alyssa."
"Kita hidup pasti ada kelebihan dan kekurangan, lo punya lebihan yang gak dipunya Alyssa dan Alyssa punya kelebihan yang gak lo punya. kalian itu saling mengisi bukan saling iri."
"Contohnya ayah Rian sama ayah Rio, mereka punya otak yang sama pinternya, mereka punya istri yang sama cantiknya, karakter mereka beda." Ucap Reno sambil merangkul Alyn.
"Lo itu bagaikan ayah Rio yang lebih banyak disenengin orang karena tampang, sedangkan ayah Rian sama seperti Alyssa disenengin karena kepinterannya. Mereka saling ngisi satu sama lain bukan saling benci kaya lo berdua sama Alyssa."
"Setiap manusia punya 2 sisi yang beda kelebihan dan kekurangan. hidup gak ada yang sempurna."
"Gua harap lo paham maksud gua ngomong gini, bukan karena gua mau belain Alyssa tapi gua netral gak belain siapa-siapa, lo berdua kakak terbaik gua. Gua sayang lo berdua. Gua balik dulu udah sore." Ucap Reno sambil diri sebelum itu Reno mengacak-ngacak rambut Alyn.
"Ren" Reno senyum
"Kenapa?" Tanya Reno
"Gua minta maaf"
"Lo minta maaf sama Alyssa bukan sama gua"
"Thanks lo udah negor gua secara langsung, itu udah jadi bukti lo peduli sama gua" Alyn meluk Reno
"Iya sama-sama lo kan kakak gua"
"Yaudah gua balik dulu ya, gua tunggu kabar baikan lo berdua." Alyn senyum
"Mati-mati dijalan" Ucap Alyn ketika Reno akan membuka pintu kamarnya
"Taik lo sapu ijuk"
HAHAHHAHAHA
**
Reno Teguh ♥♥♥
Jadi Alyn enak ya punya sepupu kaya Reno 😉
**
Minggu, 28 Agt 2016. Pkl. 17.32
KAMU SEDANG MEMBACA
Next Generation [ENDING]
Teen FictionHANYA FOLLOWERS YANG DAPAT MEMBACA CERITA. ADA BEBERAPA PART SECARA ACAK DIPRIVATE TERMASUK PART 11, ACAK, 60,61 DAN ENDING SILAHKAN FOLLOW JIKA INGIN MEMBACA. TERIMAKASIH "Kita Penerus Persahabatan Mereka" [Sq: SAHABAT KEMBAR ] #184 TEEN FICTION. 2...
![Next Generation [ENDING]](https://img.wattpad.com/cover/81138489-64-k133627.jpg)