"Lo kenapa sih wang dari tadi sore gua perhatiin diem aja biasanya ngoceh mulu"
"Gapapa" jawab Mawar tanpa melihat Reno yang duduk ditempat supir tepatnya disampingnya . Saat ini Mawar sedang diantar Reno pulang, Reno merasakan Mawar berbeda sedikit lebih diam.
"Dibalik kata gapapa dari mulut cewek ada sesuatu yang pengen ditanya tapi udh ada jawabannya." ucap Reno sesekali menengok ke Mawar
"Gak ada Reno."
"Apa ada yang mau lo tanyain sama gua? Jangan bikin gua bingung" ucap Reno, Mawar geleng
"Gak ada"
"Gua mau lo jujur sama gua Mawar" Mawar memutar tubuhnya agar dapat menghadap kedepan Reno.
"Harusnya lo yang harus jujur sama gua Reno" Reno menepikan mobilnya dijalan yang cukup sepi. Lalu menatap Mawar bingung.
"apa yang harus gua jujurin?" ucap Reno lembut
"Kenapa lo gak bilang sama gua kalo lo mau sekolah di Belanda ." ucap Mawar datar, Mawar tau kalo Reno tipe cowok yang peka akan perasaan cewek. Reno tersenyum lalu meraih tangan Mawar.
"Yampun itu doang? Baru aja gua mau kasih tau ternyata lo udah tau" ucap Reno sambil mengecup tangan Mawar
"Jadi ini alesan lo kenapa selama 2 bulan ini lo selalu ngajak gua ngabisin waktu cuma berdua?" Reno ngangguk
"Iya"
"Kenapa lo lakuin ini semua sama gua Reno?"
"Gua cuma mau kalo gua pergi lo masih inget gua, bukan cuma kekeselan lo karena sikap gua tapi lo inget saat bahagia sama gua juga" ucap Reno sambil menyenderkan kepalanya dikepala kursinya.
"Tapi kenapa lo buat gua terbang setelah itu lo buat gua jatuh dasar jurang" Reno menatap Mawar bingung
"maksudnya?"
"lo ninggalin gua" setelah mengucapkan itu, Mawar mengalihkan pandangannya dari pandangan Reno.
"Gua gak ninggalin lo, gua cuma pergi dan gua akan kembali"
"Gua ninggalin kalian, bukan kalian yang ninggalin gua. Itu artinya gua yang kehilangan bukan kalian."
"Terserah" ucap Mawar menepis tangan Reno dari tangannya
"Lo kenapa sih Mawar jangan bikin gua bingung"
"Gapapa Reno" ucap Mawar cuek lalu mengalihkan pandangannya dari Reno.
"Dibalik kata terserah itu ada suatu kekecewaan. Lo kecewa sama gua?" Mawar menggeleng kepalanya
"Gak."
"Mawar plis" ucap Reno sambil menarik tubuh Mawar agar menghadap kedepannya.
"Apalagi Reno?"
"Lagian gua bukan siapa-sipa lo kan? Gua gak ada hak buat larang-larang lo minta lebih dari lo" Reno senyum
"Lo itu berarti banget buat gua"
"Apa sih artinya gua buat lo kalo lo pergi aja gak bilang sama gua. Mungkin kalo gua gak nanya nyokap lo, gua gak akan tau."
"Maaf gua gak ngasih tau lo."
"Yaudahlah"
"Mawar plis"
"Apalagi Reno. Ayo pulang gua mau tidur" ucap Mawar sambil melepas tangan Reno dari bahunya.
"Jam berapa sekarang?" Mawar melihat kearah jam tangan yang dipakainya.
" 9."
"Mana hp lo?" tagih Reno mengulurkan tangannya membuat Mawar mengerutkan alisnya bingung
"Buat apa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Next Generation [ENDING]
Teen FictionHANYA FOLLOWERS YANG DAPAT MEMBACA CERITA. ADA BEBERAPA PART SECARA ACAK DIPRIVATE TERMASUK PART 11, ACAK, 60,61 DAN ENDING SILAHKAN FOLLOW JIKA INGIN MEMBACA. TERIMAKASIH "Kita Penerus Persahabatan Mereka" [Sq: SAHABAT KEMBAR ] #184 TEEN FICTION. 2...
![Next Generation [ENDING]](https://img.wattpad.com/cover/81138489-64-k133627.jpg)