"Aturan dari mana sekolah masuk jam 7 pagi pulang jam 9 malem ?"
"Maaf ayah, tadi aku makan dulu sama Alyn Alyssa, terus ikut ngeband bentar sama Elang." Jawab Reno takut ketika mendengar suara tak bersahabat dari ayahnya.
"Bisa kan ngabarin dulu? Apa gunanya Hp kalo bukan buat ngabarin orang tua biar orang tua gak khawatir. anaknya sehat apa udah mati dijalan." Ucap Yoga berdiri sambil memasukkan.kedua tangannya di saku celananya dan bersender di tangga menuju kamar Reno
"Aku gak bawa hp, hpnya mati tadi pagi jadinya gak bawa hp. Maaf ayah" Ucap Reno menunduk takut.
"jangan diulangi lagi, sekarang mandi terus makan lalu kerjakan tugas dan tidur." Ucap Yoga sambil mengelus kepala Reno, Reno mengangguk sebagai jawabannya.
"Iya ayah" lalu Reno berjalan keatas menuju kamarnya meninggalkan ayahnya.
"Anak kamu tuh dear" Ucap Yoga berjalan ke sofa ruang keluarga. Yoga duduk disamping Ridha sedangkan Ridha sedang mendesign sebuah gaun.
"Dia anak laki-laki dan dia udah tau cara ngejalanin hidupnya yang benar dan salah, biarin aja sih mas."
"Aku cuma gak mau dia salah bergaul dear"
"Kita tau gimana anak kita, dia cuma bandel disekolah, dia pun nurut banget sama kita. temen dia cuma Raffa Elang, sisanya temen skateboard, percaya sama aku, dia gak akan ngecewain kita." Ucap Ridha senyum ke Yoga untuk meyakinkan Yoga.
"Aku cuma gak mau dia pulang larut malam, kalo emang mau main harusnya dia kabarin aku atau kamu biar aku gak khawatir dear."
"Dia anak kebanggaan aku, dia penerus aku."
**
"Al gimana proposal udah disetujuin kepala sekolah?"
"Udah ro. Kepala sekolah setuju sama konsep pensi tahunan kita" jawab Alyssa, saat ini Alyssa sedang berdiskusi dengan Alvaro masalah pensi tahunan yang rutin diadakan sekolahnya.
"Peserta yang tampil udah regis ulang semua?" Alyssa ngangguk
"Udah siap semua, tinggal kita kordinir sama osis lain"
"Oke pulang sekolah kita rapat."
**
"Reno" Reno yang sedang berjalan santai sendiri dikoridor sekolah tiba-tiba dikagetkan dengan datangnya seorang cewek memberhentikan jalannya. Reno menatap cewek itu bingung.
"Lo manggil gua?" Cewek itu ngangguk
"Iya lo Reno kan?" Reno ngangguk
"Iya ada apa?"
"Ini coklat buat lo" Reno bingung melihat coklat yang diberikan untuknya.
"Buat gua? Dalam rangka apa?" Tanya Reno tanpa mengambil coklat yang sudah di berikan untuknya.
"Gak ada, gua emang mau kasih buat lo" Reno mengambil coklat itu dan tersenyum
"Oh oke thanks" cewek itu senyum dan ngangguk
"Sama-sama, duluan Reno" Reno ngangguk, tak lama Mawar datang.
"apaan tuh?" Tanya Mawar melihat coklat ditangan Reno.
"Coklat" Ucap Reno sambil menunjukkan coklatnya.
"Dari?"
"Gak tau, tadi ada cewek ngasih ke gua" Ucap Reno sambil mengangkat bahunya.
"Fans lo?"
"Maklum cowok ganteng" Ucap Reno sambil mencolek hidung Mawar.
"Sini coklatnya" minta Mawar mengulurkan tangannya.
"Mau lo apain?"
"buang" Ucap Mawar merampas coklat dari tangan Reno.
"Loh kok dibuang?"
"Ini udah kadaluarsa"
"Jangan ngaco deh lo wang"
"Lo liat nih tanggalnya" Ucap Mawar memperlihatkan tanggal pada coklatnya.
"Oh iya. Wah sialan tuh cewek mau buat gua berak-berak." Ucap Reno sambil mencari keberadaan cewek yang memberikan coklat padanya.
"Makanya jangan asal nerima pemberian orang, kita kan gatau tujuan dia tulus atau busuk" Ucap Mawar membuang coklat ke tempat sampah yang berada disamping Reno.
"Kok tuh cewek jahat ya sama gua?" Tanya Reno sambil duduk di tempat duduk yang terbuat dari semen.
"Bukannya lo yang jahat" Ucap Mawar duduk mengikuti Reno.
"Ih gua kan cowok baik dua wang"
"Cewek yang tadi ngasih coklat ke lo itu temennya cewek yang lo phpin" Ucap Mawar melihat ke arah lapangan yang ada didepannya.
"Hah masa sih?" Ucap Reno melihat ke arah Mawar kaget. Mawar ngangguk
"Iya tadi gua sempet denger makanya gua langsung nyari lo sebelum lo makan coklatnya"
"Siapa nama ceweknya?" Mawar mengangkat bahunya tanda tak tau.
"Mana gua tau, phpan lo kan banyak hampir satu sekolah"
"Dih kaga nyet, bukan hampir tapi emang emuanya kecuali guru-guru, satpam, sama siswa cowok ya"
"Yaudah gua duluan ya, gua ada rapat mading" Ucap Mawar berdiri sambil merapikan roknya.
"Lo pulang bareng Luna?" Tanya Reno sebelum Mawar pergi.
"Gak, Luna bareng Raffa"
"Lo bawa motor?" Mawar ngangguk
"Iya."
"Gua nebeng ya"
"Ogah"
"Bodo amat gua nebeng".Ucap Reno diakhiri dengan menepuk jidat Mawar.
"Reno taik jidat gua benjol awas lo"
**
"Lyn maaf ya, aku gak bisa anter kamu pulang, aku ada rapat osis sampe sore." Alyn ngangguk
"Iya gapapa ro, Yaudah aku duluan ya" Ucap Alyn ketika melihat Elang jalan sendirian kearah parkiran.
"Hati-hati sayang"
---
"Elang" Elang memutar tubuhnya kebelakang
"Alyn? Kenapa?"
"Nebeng dong"
"Lo gak bareng cowok lo?" Alyn geleng kepala
"Gak, Alvaro ada rapat osis sampe sore." Elang ngangguk
"Tapi gua mau ngeband." Ucap Elang memperlihatkan gitar yang ada dipunggungnya
"Yaudah gua ikut"
"Gapapa naik motor?" Tanya Elang
"Lo ngeledek?"
"Kok ngeledek sih?" Tanya Elang bingung
"Pinjem jaket lo"
"Yaudah ini pake"
**
Senin, 29 Agt 2016. Pkl. 21.3
KAMU SEDANG MEMBACA
Next Generation [ENDING]
Teen FictionHANYA FOLLOWERS YANG DAPAT MEMBACA CERITA. ADA BEBERAPA PART SECARA ACAK DIPRIVATE TERMASUK PART 11, ACAK, 60,61 DAN ENDING SILAHKAN FOLLOW JIKA INGIN MEMBACA. TERIMAKASIH "Kita Penerus Persahabatan Mereka" [Sq: SAHABAT KEMBAR ] #184 TEEN FICTION. 2...
![Next Generation [ENDING]](https://img.wattpad.com/cover/81138489-64-k133627.jpg)