Hari ini hari pelaksanaan pensi tahunan yang rutin setiap tahunnya diadakan untuk melepas kelas 12.
Seluruh pengisi acara sudah siap untuk tampil diatas panggung. Dari kelas 10&11 siap menghibur semuanya.
"Assalamualaikum."
"Walaikumsalam"
"gua Alyssa selaku ketua pelaksana banyak terimakasih buat kalian yang selalu siap setia buat ngisi pensi kita, terimakasih karena selalu memberikan hiburan tersendiri. Langsung aja acara pertama ada dance dari gita mandala."
"......."
"......."
"......"
"......"
Semua pengisi acara bergiliran menghibur seluruh siswa maupun guru-guru.
"Sekarang kita sambut The Gembels Band."
The Gembels Band naik keatas panggung ketika Alyssa memanggil mereka. Mereka udah diposisi masing-masing. Alyssa mempersilahkan The Gembels Band mengucapkan sepatah dua patah. Seluruh siswa sudah berteriak histeris terutama cewek-cewek.
"Pasti tau kita kan dong? Tapi kayanya kita harus kenalin diri juga pasti dede gemes belom ada yang tau. Gua Gilang Vocal, Luthfy di bass, Afif di drum. Udah tau belom gitar kita?" tanya Gilang sang vocal pada penonton, bukannya menjawab mereka berteriak-teriak.
"HUUUUAAAAAAHHH"
"ELAAAAAAANGGGG"
"LO GANTENG BANGET SIH ELANG"
"kayanya semangat banget sama gitaris kita. Ya Elang gitar sekaligus backing vocal. Kita mau bawain 2 lagu, yang tau lagunya ikutan nyanyi ya."
"ELANG I LOVE YOU"
"ELANG GUA SAYANG LO"
"Love you to"
"HUAAAAHHHH"
"BURUUUUUUNG"
Lash Child - Tak Pernah Ternilai
kau menyiksaku di sini dalam rasa bersalah
yang kini membunuhku secara perlahan
kau selalu menghindar dari aku yang selalu mencoba
ungkapkan semua lewat tatap mata ini
ternyata maafmu tak pernah pantas untukku
kau anggap aku tak ada
dan kau tak pernah mengenal diriku
setidaknya diriku pernah berjuang
meski tak pernah ternilai di matamu
setidaknya ku pernah menanti, terkapar melawan sepi hatiku
yang tak pernah bisa berhenti mencintaimu
kau menghukum hati ini, hati yang dulu
kau yakini tak pernah kecewakanmu
kau memutuskan tuk pergi sebelum ku sempat
memohon dan mengemis agar kau tetap di sini
ternyata sedalam itu kau benci diriku
kau anggap ku tak terlihat
meski ku tepat di depan matamu
setidaknya diriku pernah berjuang
meski tak pernah ternilai di matamu
setidaknya ku pernah menanti, terkapar melawan sepi hatiku
yang tak pernah bisa berhenti mencintaimu
setidaknya diriku pernah berjuang
meski tak pernah ternilai di matamu
setidaknya ku pernah menanti, terkapar melawan sepi hatiku
yang tak pernah bisa berhenti
KAMU SEDANG MEMBACA
Next Generation [ENDING]
Teen FictionHANYA FOLLOWERS YANG DAPAT MEMBACA CERITA. ADA BEBERAPA PART SECARA ACAK DIPRIVATE TERMASUK PART 11, ACAK, 60,61 DAN ENDING SILAHKAN FOLLOW JIKA INGIN MEMBACA. TERIMAKASIH "Kita Penerus Persahabatan Mereka" [Sq: SAHABAT KEMBAR ] #184 TEEN FICTION. 2...
![Next Generation [ENDING]](https://img.wattpad.com/cover/81138489-64-k133627.jpg)