22 - Raffa Luna

2.2K 126 0
                                        

Restoran Family Raise, Bandung

"Bunda Ayah maaf abang telat" Ucap Raffa setelah sampai direstoran yang sudah dijanjikan Ayah Bundanya.

"Lama banget sih"

"Mas udah deh" omel Syifa

"Kamu pasti Luna ya?" Tebak Syifa

"Iya tante, kok tante tau?"

"Setiap hari Raffa cerita tentang kamu"

"Bunda ih jangan buka kartu abang"

"Udah makan dulu baru nanti ngobrolnya" mereka ngangguk

"Kamu tinggal dimana Luna?" Tanya Rio setelah mereka selesai makan.

"Diperumahan aster perwira om" jawab Luna dengan senyum manisnya.

"Gimana ayah bunda cantik kan?" Tanya Raffa meminta persetujuan Rio dan Syifa.

"Cantikan bunda" jawab Rio.

"Iya itu sih aku juga tau. Tapi gimana pilihan abang?"

"cantik."

"Cantikan Luna daripada bunda"

"Tante cantik juga"

"kalian berdua cantik" jawab Rio menengahi kalo terus-terusan dibiarin bisa sampe subuh.

"Boleh nih yah?" Tanya Raffa

"Boleh apa raff?" Tanya Luna bingung

"Urusan cowok" jawab Raffa

"Mereka berdua emang sok misteris Lun" ucap Syifa, Luna ngangguk

"Iya tante"

"Ayah setuju, bunda gimana?" Ucap dan tanya Rio

"Aku juga setuju mas"

"Berarti sah nih?" Rio dan syifa ngangguk

"ada apaan sih?" Raffa tepuk tangan sekali dan datang pelayan membawakan kotak berwarna merah dan bunga berwarna putih.

"lo pilih mana?" Luna menatap Raffa bingung

"Pilih apa?"

"Lo pilih salah satu dari ini?"

"Untuk apa?"

"Pilih aja"

"Raff jelasin dulu"

"Gua udah lama suka sama lo, dari awal kita MOS, lo harus mau jadi pacar gua didepan ayah bunda gua" ucap Raffa menyerahkan kotak dan bunga pada Luna.

"Raffa kaya kamu banget mas, gak pernah mau ditolak permintaannya" bisik syifa dan Rio ngangguk

"Harus? Berarti gua gak ada pilihan nolak kan?" Raffa senyum

"Itu lo tau" Luna ngangguk

"Apa?"

"Malu Raffa"

"Kenapa harus malu sayang?"

"Iya gua mau jadi pacar lo" jawab Luna malu

"Sekali lo milih gua, gak ada pilihan lagi buat lo pergi dari gua"

"Raffa inget sekali jatuh cinta akan selalu jatuh cinta"

"Iya ayah"

"Kamu tau gak Lun, setiap pulang sekolah Raffa selalu ceritain tentang kamu, apapun yanh kamu lakuin dilaporin ke tante atau om" ucap Syifa

"Serius tante?" Tanya Luna

"Iya serius"

"Tapi kok Raffa kayanya gak suka banget sama aku"

"Raffa itu sama kaya ayahnya, selalu bisa nyembunyiin perasaan mereka. Kita tinggal tunggu waktu sampe mereka siap buat ngungkapin apa isi hati mereka." Cerita Syifa

"Jaga anak tante ya, dia emang bandel tapi hatinya...."

"Hello kitty"

"Kok kamu tau kalo itu kelanjutannya?" Tanya Syifa

"Tante Ridha yang bilang"

"Kamu udah ketemu tante Ridha?"

"Iya tante tadi aku beli baju dulu dibutik tante Ridha."

"Bagus ya bajunya?"

"Iya aku sampe bingung mau pilih yang mana?"

"Udah belom ngobrolnya? Aku masih ada meeting nih" ucap Rio memotong pembicaraan Syifa dan Luna

"Yaudah bunda ayah duluan ya, Luna sering-sering kerumah tante ya kita ngobrol bareng" Luna ngangguk

"Iya tante"

"Perempuan itu dijaga dan dicintai bukan disakiti" ucap Rio sebelum pergi sambil menggandeng tangan Syifa

"Iya Rio bawel lo" ucap Raffa kesel

"Gua cekek lo" Raffa cengir. Rio dan Syifa lalu pergi meninggalkan Raffa dan Luna.

"Raff?" Ucap Luna

"Apa sayang?" tanya Raffa sambil megang tangan Luna

"Ini bukan mimpi kan?"

"Mimpi apa? Mimpi basah?"

"Ih serius"

"Ini nyata sayang. Sekarang aku milik kamu dan kamu milik aku" ucap Raffa mencium kening Luna

"Raff?"

"Apalagi sayang?" Luna geleng

"udah jam 9, pulang sekarang?"

"Jam 9? Tapi kok tadi bokap lo mau meeting?" Tanya Luna bingung

"Bokap gua meeting gak pernah kenal waktu. Maklum bos besar"

"Lo juga kan?" Raffa senyum

"Udah yuk pulang, besok gua jemput ya."

"Gua bareng mawar aja" tolak Luna, Raffa menatap Luna .

"Lo tau kan gua gak pernah mau ditolak permintaan gua?"

**
Sabtu, 27 Agt 2016. Pkl. 21.51

Next Generation [ENDING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang