28 - Raffa Luna

2.6K 147 1
                                        

"Assalamualaikum"

"Walaikumsalam"

"Hai tante"

"Hai Luna."

"Aku kekamar dulu ya ganti baju, kamu ngobrol sama bunda dulu" ucap Raffa meninggalkan dua wanita yang dicintainya di ruang tengah

"Iya raff"

"Mau minum apa lun?" tanya bunda pada Luna yang duduk disampingnya.

"Gausah repot-repot tan, nanti aja kalo aku haus aku ambil sendiri gapapa kan?"

"Ya gapapa sayang."

"Gimana Raffa?" tanya bunda, Luna menjawab dengan senyuman.

"Gimana apanya tan?"

"Pasti anaknya sosweet kan?" Luna ngangguk

"Dia itu kaya ayahnya diluar emang cuek tapi dalemnya romantis banget"

"Dia suka sama kamu udah lama tau"

"Aku juga heheh" jawab Luna malu-malu.

"Bunda" kedua wanita ini yang sedang asik mengobrol tiba-tiba dikagetkan dengan datangnya dua gadis cantik lalu duduk didepan bunda dan Luna.

"Assalamualaikum Yasmine Naura?"

"Hehehe Walaikumsalam bunda"

"Ada apa sayang sore-sore kesini?" tanya bunda pada Yasmine dan Naura

"Gapapa nda, mau main aja ya ra" Naura ngangguk setuju

"Iya nda"

"Tan bukannya Raffa anak tunggal?" bunda ngangguk, sedangkan Yasmine dan Naura saling menatap bingung.

"Mereka keponakan tante Lun, mereka emang manggil tante dengan sebutan bunda."

"Yasmine, Naura kenalin ini kakak Luna."

"Hai kakak Luna" sapa Yasmine dan Naura bersamaan dengan melambaikan tangannya.

"Kamu pasti tau Reno kan?" Luna ngangguk

"Yang biang kerok itu kak Luna?" jawab Yasmine

"Aku Yasmine adiknya mas Reno walaupun pasrah sih punya abang kaya mas Reno, padahal aku maunya punya abang kaya bang Raffa ganteng atau kakak Elang, eh dikasihnya malah bentuk kaya mas Reno." Luna senyum denger diakhir kata Yasmine.

"Yampun kamu ini lucu banget sih"

"Yaya sama mas Reno emang lucu Kak kaya om Yoga."

"Kalo Naura punya kakak atau abang?" Naura geleng kepala

"Kalo aku anak tunggal kak sama kaya bang Raffa, tapi aku anggap bang Raffa kaya abang kandung aku sendiri"

"Pengen banget punya abang kaya gua" keempat wanita berbeda generasi itu memutar tubuh mereka menghadap belakang.

"Ih bang Raffa" lalu Raffa duduk diantara Yasmine dan Naura.

"Hahah kasian banget Ara." ledek Yasmine

"Yaya Ih"

"BAPER" teriak Yasmine dan Raffa bersamaan sedangkan Naura udah cemberut.

"Kalian lucu lucu benget sih. Kalian kelas berapa?"

"Aku 7.4, Yaya 7.1"

"Kalian satu sekolah?" keduanya ngangguk

"Iya kak"

"Yaya ini pinter banget kak"

"Oh ya sama dong kaya Reno"

"Kalo dibanding mas Reno aku jauh lah kak"

"Reno mah otaknya absrud"

"Cie yang saingan sama Reno" ledek bunda. Raffa dan Reno memang bisa dibilang bersaing dalam bidang akademik tetapi jika dibandingkan Reni jauh lebih pintar dibandingkan Raffa.

"Ya gak lah bun masa abang saingan sama walang sangit" jawab Raffa

"Gua bilangin lo bang sama mas Reno" Ucap Yasmine sambil nunjuk Raffa.

"Bilang aja kaya dia berani aja sama gua"

"Takut sih"

"Kalian berdua ngapain kesini? Menuh-menuhin rumah gua aja"

"Rumah opa sih"

"Iya tapi kan buat gua"

"Bang jalan-jalan yuk, bete gua" ajak Naura

"Anak kecil omongannya bete" ucap Raffa ngacak-ngacak Rambut Naura

"gua udah....."

"SMP jadi gua bukan anak kecil lagi. Itu kan yang mau lo bacot" lanjut Raffa sebelum Yasmine menyelesaikan ucapannya

"Kalo lo tau makanya ayo jalan-jalan."

"Gak ah, gua mau jalan sama cewek gua" ucap Raffa sambil nunjuk Luna menggunakan dagunya.

"Kakak Luna kita boleh ikut kan?" tanya Naura pada Luna yang duduk didepannya.

"Iya boleh Naura" kedua gadis itu senyum

"Yang ih ngapain ngajak dua kecoa ini sih, nanti disangkanya kita menyelundup barang ilegal"

"Yaudah lo gak usah ikut bang gua sama kakak Luna aja" ucap Yasmine, Raffa menatap Yasmine kesel

"Lah kan dia cewek gua"

"Baru pacaran kan belom nikah"

"YAYAAAAAA LO ADIK GUA TERABSTRAK"

"Makanya kita ikut bang"

"Yaudahlah Raff ajak aja kali-kali nyenengin adek" Ucap Luna bermaksud menengahi 3 orang bersaudara itu.

"Kamu gak tau aja yang kalo ngajak mereka, badan mereka boleh kurus kering kaya anak kurang imunisasi tapi makan mereka banyak dan permintaannya banyak banget. Kapok aku ajak mereka." Ucap Raffa frustasi membayangkan adik-adiknya ikut.

"Gak lagi deh bang, Iya kan ya?" tanya Naura meminta persetujuan Yasmine

"Iya bang gak lagi deh minum aqua gelas sama coki-coki jg cukup kok udah kenyang kita"

"Taik lo berdua, omongan lo berdua juga selalu gitu"

"Ajak aja bang" Ucap Bunda

"Nanti uang abang abis bun, abang mau modif sepedah"

"Yaudah abang, minta duit sama ayah aja." saran Bunda, Raffa senyum

"Ohya bunda bener, kan nih kecoa dua anak kesayangan ayah."

"Berarti boleh dong bang kita ikut" tanya Yasmine, Raffa ngangguk lalu mereka berdua berdiri.

"Yaudah ayo lo ikut, nanti lo berdua mintanya yang banyak ya kalo bisa 100juta" ucap Raffa asal

"itu namanya pemerasan bang" jawab Naura sambil geleng-geleng kepala

"Salah ngomong gua ada anaknya hakim jaksa" gumam Raffa

"Yaudah 5juta aja buat kita ber4." ucap Raffa sambil berdiri disamping kedua adiknya.

"Kita ber3 lah sama kakak Luna, abang bayar pake duit sendiri aja" jawab Yasmine

"Kalo bunuh adek gak dosa udah gua bunuh lo berdua"

"Yaudah bun kita duluan ya, abang udah pesen begal buat ngebegal leher nih dua kecoa"

**

Kata kata gua abstrak bin absurd bgt, ya maklum aja pake kata kata sendiri wkwk

**

#376 DALAM TEEN FICTION

Selasa, 30 Agustus 2016.

**

Selasa, 30 Agt 2016. Pkl. 19.39

Next Generation [ENDING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang