Lahirnya Putra Istana
VII
Kabar gembira bagi kerajaan Adyl, Eliza sang ratu tengah mengandung. Berita bahagia ini menyebar dengan cepat ke seluruh kota kerajaan Adyl dan bahkan keluar kota. Sang ratu yang memiliki julukan Kesatria Rembulan ini akhirnya mengandung dan akan segera menjadi ibu. Elium sangat gembira dan semua rakyat pun sangat gembira. Elium berencana mengadakan pesta tepat sebelum kelahiran buah hatinya nanti, dia sangat menantikan kelahirannya.
"Elium kau menginginkan anak laki-laki atau perempuan?" Eliza bertanya kepada Elium yang sedang bergembira bersama keluarga istana.
"Laki-laki atau perempuan sama saja, jika dia laki-laki dia akan ku jadikan seorang kesatria yang tangguh, dan jika dia perempuan akan ku jadikan dia seorang wanita yang sangat cantik yang akan membuat semua orang terpesona melihatnya." Elium menjawab dengan penuh kegembiraan yang tampak di wajahnya.
{{{
Bulan demi bulan telah terlewati, kandungan Eliza semakin membesar dan tabib istana berkata, "Tinggal menunggu beberapa hari lagi untuk kelahirannya."
Elium dan Eliza sangat senang mendengarnya. Sesuai dengan apa yang Elium rencanakan, Elium pun segera memerintahkan penjaga istana dan para prajuritnya untuk membuat undangan ke seluruh negeri agar mereka datang dalam pesta yang akan Elium adakan. Para prajurit langsung menyebar untuk menyampaikan undangan tersebut, undangan tersebut di sampaikan di jalanan sembari menunggang kuda dan siapa saja bisa datang ke istana di acara tersebut. Ada juga undangan yang di antarkan secara resmi ke kerajaan-kerajaan tetangga.
Setelah undangan tersebarkan, masalah pun muncul. Tentu akan ada masalah besar karena undangan ini dibuka untuk siapa saja, dengan demikian siapa saja akan datang dan mungkin pemberontak pun akan datang. Maka Elium pun memperketat penjagaannya terutama penjagaan bagi sang ratu, keluarga istana langsung menyiapkan istana menghiasnya dengan sangat indah untuk menyambut tamu undangan yang akan hadir.
{{{
Keesokan harinya para tamu undangan pun mulai berdatangan, mulai dari anak kecil hingga orang tua. Mereka semua turut berbahagia karena sebentar lagi akan ada penerus dari kerajaan ini. Acara di mulai ketika raja telah usai berpidato dan semua tamu di persilakan menikmati jamuan yang telah di sediakan. Kemudian sedang ramai-ramainya benar saja ada seorang pemberontak, pemberontak itu masuk melalui kerumunan orang-orang dan menyelinap mendekati sang ratu. Pemberontak itu telah di curigai salah seorang penjaga dan penjaga menangkapnya, benar saja dia membawa sebuah pisau yang di sembunyikan di dalam bajunya. Sontak keadaan di sana menjadi ricuh para tamu undangan menjadi gaduh, pemberontak itu pun langsung di masukan ke dalam penjara.
Keadaan mulai tenang dan para tamu undangan melanjutkan pesta di sana, Eliza pun sudah tenang dan dia langsung duduk di samping Elium di singasananya. Tiba-tiba ada anak panah yang melesat hampir mengenai Eliza dan keadaan pun kembali ricuh para tamu undangan serentak bertiarap di lantai. Para penjaga langsung menyebar dan melindungi Eliza sesuai perintah Elium, Eliza pun langsung dibawa ke kamarnya. Kamarnya di kelilingi banyak penjaga, penjaga diluar berhasil menangkap sekawanan pemberontak yang mencoba mencelakai sang ratu.
{{{
Tiga hari kemudian di hari yang sangat cerah Eliza melahirkan seorang putra laki-laki dan mereka memberinya nama "Ren". Elium menceritakan pada Eliza bahwa di pulau yang jauh di sebelah timur sana ada kota besar yang sangat indah dan damai, banyak gedung tinggi di sana dan tidak ada perbedaan ras maupun golongan, mereka di sana bisa hidup dengan damai.
"Suatu saat kita harus pergi ke sana, kita harus membawa Ren ke tempat yang aman. Di sana pun Ren bisa sekolah dan menjadi anak yang pintar."
Elium mengatakan hal tersebut kepada Eliza, dengan wajah yang diliputi kekhawatiran karena pemberontak pasti masih mengincar nyawa putranya tersebut.
"Tapi, bagaimana nasib kerajaan ini?" Eliza pun menjawab dengan suara yang lantang, karena dia mencintai rakyatnya dan dia sangat bahagia hidup di kerajaan yang makmur ini, kerajaan yang dulunya adalah kerajaan yang paling tentram.
"Mungkin suatu saat kerajaan kita ini akan damai seperti semula. Jadi Elium, lebih baik kita perbaiki kerajaan ini jangan meninggalkannya."
"Ya aku pun tak ingin meninggalkan kerajaan ini, aku hanya ingin yang terbaik untuk anak kita. Aku akan berusaha memberantas pemberontakan yang sedang berlangsung sekarang."
Elium meninggalkan Eliza dan Ren di kamarnya dan dia langsung mengadakan rapat yang membahas pemberontakan kali ini.
Benar saja setelah kelahiran Ren, para pemberontak yang memusuhi kerajaan Adyl pun mendengarnya dan merencanakan penyerangan besar-besaran untuk meruntuhkan kerajaan Adyl. Mereka tidak ingin jika kerajaan Adyl memiliki penerus, mereka tidak ingin kerajaan Adyl berdiri selamanya. Pemberontakan kali ini di pastikan akan menjadi pemberontakan terbesar dan penyerangan kali ini di pusatkan pada penerus kerajaan yakni Ren.

KAMU SEDANG MEMBACA
BUALAN
RomanceBunga yang indah saat dia mekar namun tidak selamanya bunga itu akan mekar, Bintang yang menghiasi langit malam sangat indah namun sulit di gapai, dan Rembulan yang menyinari langkahmu di malam hari. manakah yang kamu inginkan? pilihlah salah sa...