2

2.4K 94 9
                                        

Seorang gadis berambut hitam, dengan tinggi 163cm dan kulit yang agak gelap berpenampilan culun lengkap dengan kacamatanya sedang berdiri di area parkir sekolah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Seorang gadis berambut hitam, dengan tinggi 163cm dan kulit yang agak gelap berpenampilan culun lengkap dengan kacamatanya sedang berdiri di area parkir sekolah.

Kalian jangan berpikir jika penampilannya culun pasti dia pendiam, kalem, pintar. But No Way!

Dia adalah seorang gadis yang selalu bicara blak-blakan, urat malunya setipis kertas, dia juga tidak terlalu pintar, dan pecicilan.

Dan sekarang ia sedang melakukan aktivitasnya.

Menunggu. Ya, setiap pagi dia selalu menunggu seseorang.

Menunggu termasuk salah satu rutinitasnya, yang ia tau bahwa orang lain membenci itu.
Sambil memainkan ponselnya ia berdiri disana.

Ia terusik ketika sebuah mobil sport merah mengklaksonnya.
Ia bergeser dua langkah ke kanan.

Saat pintu mobil terbuka, keluarlah pujaan hati Vanka.

Cowok bertitle most wanted nan dingin namun gantengnya gak ketulungan.

Cowok yang mampu merebut perhatian Vanka, siapa lagi kalau bukan Lexi.

Begitu Lexi keluar, Vanka langsung memeluk lengan Lexi layaknya cicak di dinding.

Lexi menepisnya kasar, namun tak bersuara.
Vanka pun melepaskannya dan berjalan di belakang Lexi. Itu adalah salah satu hal biasa yang terjadi di sekolah mereka.

Jika orang melihat, mereka seperti langit dan bumi.

Lexi langitnya dan Vanka buminya. Vanka seperti mengemis-ngemis perhatian Lexi, tetapi memang seperti itu adanya.

Karena berada di belakang Lexi, jadi Vanka hanya bisa melihat punggungnya saja.

Ia selalu berdoa suatu saat nanti Lexi akan menoleh ke belakang sekedar untuk mengajaknya jalan bersama sambil menggenggam tangannya. Hmmm suatu khayalan yang terlalu tinggi, bukan?
Kedengarannya mudah namun sulit terjadi.

🎬🎥

"Gio, Gio aku liat PR Matematika lo dong! Pleasee" Vanka menarik-narik lengan kemeja Gio.

"Males ah, lo nyontek mulu. Kerjain sendiri dong!" ujar Gio melipat tangannya di dada.

"Ya elah Gio, ntar aku traktir makan bakso di kantin deh sama Dirga. Yayaya??" ucap Vanka memohon, sebenarnya Gio hanya bercanda, dan Dirga memekik kegirangan.

"Serius nih?" tanya Gio, Vanka mengangguk.

Gio membuka tasnya dan mengambil buku tugasnya lalu diberikan kepada Vanka.

Lexi melirik Vanka yang sedang menyalin PR.

Cewek kok males?! Batinnya.

Bertepatan dengan Vanka yang telah selesai manyalin PR nya, Pak Guntur datang.

VankaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang