Sulit dipercaya! Seorang Vanka rela berpenampilan culun atau fake nerd hanya untuk mengejar Lexi-cowok yang telah merebut seluruh perhatian Vanka. Apakah Vanka tahan untuk terus berpura-pura (?) mengingat sifatnya yang biasanya bar-bar.
Yang du...
"Gitu banget ngusirnya! Kita juga gak mau deket-deket sama lo nanti kena virus rabies!" ucap Gio.
Belum sempat Vanka mengamuk, mereka sudah melarikan diri lebih dulu.
Seperti biasa masih banyak murid-murid lain yang sedang mengikuti ekstrakulikuler ataupun organisasi di sekolah.
Sudah lima menit tapi Lexi belum muncul juga.
Vanka sudah bosan menunggunya di perpus.
Ngantin ah, bosan disini terus! Lexi lama banget memangnya mereka lagi sidang DPR?! Sampe lama banget!
Vanka meninggalkan tasnya di perpustakaan dan menuju kantin sekolah.
Hanya ada segelintir siswa di kantin, Vanka mengambil tempat di paling pojok.
Saat sedang makan ada seseorang menghampirinya dan duduk di sampingnya.
Merasa tak terganggu Vanka membiarkannya saja.
"Vanka makasih traktirannya ya!" ucapnya, membuat Vanka menoleh.
"Hah? Lo ngapain disini? Traktiran apa? Gue gak merasa lagi mentraktir orang deh!" Vanka terbelalak kaget.
"Ngapain? Ini kan kantin, ya mau makanlah. Bang bakso satu sama es jeruk satu, oh satu lagi pake sate tusuk satu sama sate telur puyuhnya satu ya bang! Gak pake lama"
Vanka kembali makan lagi, ia tak ingin nanti Lexi menunggunya.
Setelah beberapa saat pesanan cowok itu diantar.
"Bang, yang bayar semua ini dia ya!" tunjuk cowok itu ke arah cewek disampingnya.
"Kok gue?! Enak aja! Lo yang makan, lo yang bayar dong!!"
Penjaga kantin tadi pun bingung melihat kedua anak manusia itu.
"Ini sebagai salah satu tanggung jawab sama perbuatan lo kemarin ke gue! Gue gak mau tau, pokoknya lo yang bayar!" ucap cowok itu lalu beralih ke makanan di hadapannya.
"Dek, uangnya" ucap penjaga kantin meminta bayaran.
Vanka memberikan uang dengan harga pas sesuai harga makan dan minumnya.
"Dek, pacarnya gak dibayarin? Katanya adek yang bayar"
"Duh, bang! Gue bukan pacar cowok sableng ini! Amit-amit! Gue juga gak mau bayarin dia, kan dia yang mesen bukan gue. Yaudah kalo gitu gue pergi dulu" Vanka langsung pergi tanpa memperdulikan panggilan cowok yang menurutnya gila itu.
🎬🎥
Saat memasuki ruang perpustakaan, Vanka melihat Lexi yang sedang menuliskan sesuatu di sebuah buku.
"Sorry Lex tadi gue lagi makan di kantin, jadi lama deh!" ucapVanka merasa bersalah.
"Gue gak peduli" ucap Lexi datar.
Vanka pun berjalan dan duduk di depan Lexi, membuka bukunya dan mengambil alat tulisnya.
"Ini soalnya, lo kerjain sendiri. Gue ada urusan, jadi gue pulang dulu" Lexi memasukkan alat tulisnya ke dalam tas dan memakai tasnya.
"Kalo gue gak tau gimana? Kalo gue bingung gimana?"
"Gak usah dikerjain" ucap Lexi lagi.
"Ngantar gue pulang siapa dong?"
"Lo pikir gue ojek lu?! Udah ah!" Lexi langsung keluar dari perpustakaan.
Ini gara-gara cowok tadi ngajak debat mulu, Lexi jadi marah kan! Padahal belum sempat modusin Lexi. Gue jadi belajar sendiri deh!
Vanka mengerjakan soal tersebut, namun dia berpikir lagi.
Kalo gue ngerjain semua ntar dia pikir gue pintar dan gak mau ngajarin gue lagi
Vanka hanya mengerjakan satu soal saja dan bersiap-siap untuk pulang.
🎬🎥
Cciiiiiitttttt..... Mobil hitam itu merem mendadak menimbulkan suara decitan ban mobilnya.
"AAAAAAAAAAA"
BRUK!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tinggalinjejak... denganpencetbintangnya ya dan kasihpesan dan kesan :)