Sulit dipercaya! Seorang Vanka rela berpenampilan culun atau fake nerd hanya untuk mengejar Lexi-cowok yang telah merebut seluruh perhatian Vanka. Apakah Vanka tahan untuk terus berpura-pura (?) mengingat sifatnya yang biasanya bar-bar.
Yang du...
Vanka mendongak ke atas kemudian menunduk lagi menutupi wajahnya.
"Jangan! Jangan liat gue dan jangan mendekat! Gue lagi nangis, jelek!" ucap Vanka masih menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Namun Dirga dan Gio tetap mendekati Vanka. Mereka duduk disisi kanan dan kiri Vanka.
"Van, lo harus sabar ya. Gimana pun keadaan lo, lo tetap jelek kok. Kayak monkey" ucap Dirga polos seolah-olah ia mengatakan bahwa Vanka cantik seperti barbie.
Vanka mengambil tangan Dirga dan menggigitnya keras.
"AAAAAAAKKKKHHHH!!!!"
"Makanya jangan ngatain gue! Gue kira lo bakalan bilang gue cantik, eh ternyata gitu! Kampret memang lo!" ucap Vanka kesal, sedangkan Gio tertawa melihat keduanya.
"Mck! Lo memang rabies yam, liat deh Dirga jadi kesurupan" Gio menunjuk Dirga yang menggerak-gerakkan tubuhnya, seperti disetrum.
Bibirnya dimiringkan, hidungnya kembang-kempis, matanya dibuat juling, tangan dan badannya digerakkan seperti cacing kepanasan.
"Mmpff... Bhuahahahaha...Ih, Dirga kerasukan!" ucap Vanka. Ia dan Gio berdiri, bersiap-siap untuk menjauh dari Dirga yang 'kesurupan'.
Vanka menarik tangan Gio menuruni tangga sambil tertawa, sedangkan Dirga mengejar mereka masih dengan 'kesurupan'.
Vanka masih tetap menggenggam tangan Gio. Mereka tak menghiraukan teriakan guru BP karena mengganggu ketenangan proses belajar mengajar.
Semua siswa melihat dari jendela kelas, bahkan guru-guru yang mengajar berdiri di depan pintu melihat mereka.
Beberapa siswa bahkan memberi semangat pada mereka.
Mereka tak lagi dikejar Gio, melainkan guru BP dan satpam sekolah.
"Gio, Dirga ambil tas kita! Buruan!" ucap Vanka menginterupsi. Vanka menunggu di depan pintu kelas mereka sambil berjaga-jaga.
Gio dan Dirga buru-buru memasuki kelas mereka yang memang sedang jam kosong.
Vanka panik melihat guru BP dan satpam sudah berada 50 meter di depannya.
Dua detik kemudian Gio dan Dirga sudah datang dengan tas masing-masing, Gio memberikan tas Vanka, dan langsung dipakainya.
Mereka berlari menuruni tangga lantai tiga dan melewati koridor lantai dua. Guru BP dan satpam sekolah telak, tak sanggung mengejar mereka, mengingat usia mereka yang tak lagi muda.