dua puluh lima

481 85 11
                                        

"Istirahatlah! Bibi akan memasakan sesuatu untukmu"ujar Bibi Victoria lalu pergi dari kamar keponakannya itu.

Hari ini Mark sudah boleh pulang karena lukanya tidak terlalu serius,tentu saja pria itu senang karena dia tidak harus berlama-lama dirumah sakit.

Sekarang,pria itu tengah membereskan kamarnya yang sudah ia tinggal dua hari ini.Setelah menyelesaikan beres-beresnya,Mark duduk dipinggiran ranjangnya dan mengeluarkan ponselnya dari saku celananya.

"Dia tidak juga menelfonku" gumannya saat melihat tidak ada notifikasi apapun dari Wendy.

Mark menghela napasnya dan mengetik nomor yang sudah ia hafal diluar kepalanya lalu menekan dial,tak lama ada jawaban dari sebrang sana.

"Eoh,Mark! Ada apa?"tanya orang dari sebrang sana.

Mark mengulum senyumnya saat mendengar suara itu,suara gadis yang selalu ia rindukan.

"Tidak ada,aku hanya ingin menelfonmu"jawab Mark.

"Bukan karena kau merindukan ku?"

Gadis itu selalu bisa membuat hatinya berdegup tak sesuai dengan ritmenya.

"Ne,kau benar.Aku menelfonmu karena aku merindukanmu"ujar Mark ,tak lama ia tersenyum geli karena ucapannya sendiri itu.

"Hei,aku hanya bercanda"

"Tapi aku serius Wen"

Terdengar suara tawa garing Wendy yang membuat Mark tersenyum kecil ia yakin pasti sekarang Wendy tengah salting.

"Hentikan,apa kau ingin membuat jantungku lepas dari tempatnya eoh?"

"Eoh,aku ingin melihatnya"

"Dasar menyebalkan.Sudah aku akan menutup telfonnya!"

"Jangan dulu!!"

"Kenapa?"

"Karena aku masih ingin mendengarkan suaramu , aku merindukanmu"

Hening sesaat.Wendy tidak menjawab apapun.

"Wen,kau masih disana?"

"Eoh"

"Bernyanyilah untukku!"

"Hei,kenapa tiba-tiba ..."

"Tidak ada penolakan miss Wendy"

"Araseo,tunggu sebentar!"

Mark mengubah posisinya dari terduduk menjadi berbaring diatas ranjangnya,ia juga tak lupa me-loud-speaker ponselnya dan meletakannya disamping telinganya.

Perlahan mulai terdengar suara petikan gitar , Mark tersenyum lalu memejamkan matanya.

Wendy pun mulai melantunkan sebuah lagu milik Taylor Swift - Speak Now diiringi suara petikan gitarnya.

"I am not the kind of girl"

" Who should be rudely barging in on a white veil occasion"

"But you are not the kind of boy"

"Who should be marrying the wrong girl"

Perlahan Mark juga mulai terlelap dalam tidurnya,ia membiarkan Wendy yang masih melantunkan lagunya.

"So glad you were around
When they said, speak now"

"Hei,apa kau tidur huh?"tanya Wendy yang sudah menyelesaikan lagunya.

Tidak ada jawaban.

"Baiklah,sleep well Mark Tuan"ujar Wendy sebelum akhirnya menutup telfonnya.

PLAYGROUND ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang