Besok libur semesteran akan mulai,hari ini para siswa diminta untuk membersihkan loker mereka dan membawa pulang barang-barang yang mereka simpan didalam loker mereka.
"Apa yang kau lakukan saat liburan nanti?"tanya Seulgi pada Wendy,sekarang mereka tengah berjalan menuju keloker mereka.
"Em,aku akan dirumah dan membantu bibi Jung"jawab Wendy,membuat Seulgi menekuk wajahnya.
Itu bukan jawaban yang diinginkan Seulgi.
"Hei,serajin-rajinnya dirimu apa kau tidak ingin pergi bermain atau kencan dengan pria? Bibimu pasti mengerti Wen"ujar Seulgi.
"Entahlah,aku malas memikirkannya"sahut Wendy malas.
"Araseo,kau memang anak yang rajin Son Wendy"kata Seulgi entah itu memuji atau mengejek Wendy.
Sekarang mereka telah berada didepan loker mereka masing-masing.Wendy melirik Seulgi yang sibuk memasukan barang-barangnya kedalam tasnya.
"Kau kebiasaan menyimpan barang-barang olshopmu disekolah Seul!"kata Wendy lalu menertawakan Seulgi.
"Diamlah! Urusi saja barang-barangmu!"ketus Seulgi.
Wendy tertawa kecil lalu mulai membuka lokernya , bersamaan dengan itu ada sebuah surat yang jatuh.Wendy pun memunggut nya dan memperhatikan amplop pembungkus surat itu yang berwarna rose pink itu.
"Apa itu? Apa kau mendapat surat dari penggemar rahasiamu?"tanya Seulgi sedikit mengintip ke Wendy.
Wendy menggeleng,"Entahlah, aku akan membacanya saat dirumah"jawab Wendy lalu memasukan surat itu kedalam tasnya.
"Ohhh~ ternyata ada juga orang yang diam-diam menganggumi wen"kata Seulgi cengengesan.
"Oh,Jaebum-ssi!"
"Dia disini?? Hei! Hei cepat bereskan barangmu lalu kita pergi?"
Wendy tertawa melihat sikap salting temannya itu.
"Ah,aku pasti salah lihat.Dia bukan im jaebum ternyata,."
"HEI!!!"teriak Seulgi tak terima karena kena tipu oleh Wendy.
"Hahaha...ohhh~ lihatlah wajahmu memerah Kang Seulgi-ssi"goda Wendy lalu menyentil pipi Seulgi.
"Hentikan! Jokesmu tidak lucu wen!"
"Haha,baiklah maafkan aku.."
"Apa yang lucu disini?"
"Omo!!"
Hampir saja jantung dua gadis itu loncat dari tempatnya saat tiba-tiba Mark datang entah darimana dan langsung menyender diloker yang berada ditengah-tengah loker Wendy dan Seulgi.
"Hei! Markeu-ssi,kau membuatku hampir mati terkejut!"sentak Seulgi,sementara Mark hanya mngangkat dua jarinya membuat V.
"Apa yang kau lakukan disini?"tanya Wendy yang kembali menyibukkan dirinya membersihkan lokernya.
"Kenapa? Apa aku tidak boleh kesini?"tanya Mark balik.
"Akan kutinggal kalian berdua! Kalian membuatku seperti patung disini"kata Seulgi.
"Ah,ya.Tadi kulihat Im Jaebum disamping tangga,kurasa dia menunggumu"ujar Mark yang membuat Seulgi kembali salting.
"Hei! Dengarkan,aku tidak akan pernah mempercayai ucapan kalian lagi! Ah~ kenapa aku bodoh sekali mempercayai ucapan mereka itu?"ujar Seulgi lalu pergi meninggalkan Mark dan Wendy.
Baru saja kakinya menaiki satu anak tangga,Seulgi melihat Jaebum tengah berjalan turun.Buru-buru Seulgi bersembunyi disamping tangga itu dan menutupi wajahnya dengan bukunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
PLAYGROUND ✅
Fanfiction"You're my playground"-unknown. [!!] Epilog di private ya^^ Start-30 Nov'16 🔚 7 Jan'17
