tiga puluh satu

416 82 34
                                        

Hari ini,Wendy akan datang ke Seoul University untuk memberikan dukungan pada Sehun yang akan mengikuti ujian masuk university.

Wendy telah bersiap dengan sebuket bunga dan kertas berisikan kata-kata penyemangat untuk Sehun.

Tapi,sebenarnya Wendy sangat malas keluar dari kamarnya.Ia masih terbayang-bayang ucapan gadis entah siapa yang mengaku bahwa ia adalah pacarnya Mark.

Apa mungkin gadis itu tengah menggodanya karena dia dan Mark sedang dekat? Atau mungkin itu adalah teman Mark yang tengah mabuk jadi mengatakan hal-hal yang tidak jelas?

Wendy tidak tahu mana yang benar.Ia sudah terlanjur kesal dengan Mark.Katakanlah Wendy tengah marah karena diam-diam Mark juga punya pacar lain di amerika.

"Apa dia sedang memanas-manasiku huh? Kita lihat saja , siapa yang akan lebih panas setelah ini"ujar Wendy lalu mengeluarkan smirknya.

"Oh,aku sudah telat!"kaget Wendy begitu melirik kearah jam wekernya.

Dengan terburu-buru,Wendy langsung pergi menuju Seoul University.

*

Sementara itu,didepan gerbang Seoul University tampak dipenuhi oleh orang-orang yang sengaja datang untuk memberikan dukungannya pada anak atau teman mereka yang akan melakukan ujian masuk perguruan tinggi.

Tidak cukup hanya datang, mereka juga membawa banner bertuliskan kata-kata penyemangat.

"Hei,kau tidak masuk?"tanya Jongin teman Sehun yang juga datang untuk menyemangatinya.

"Eoh,nanti.Aku sedang menunggu seseorang"jawab Sehun.

"Apa orangtuamu jadi datang?"

"Tidak,bukan mereka.Teman .. temanku"

"Eoh itu dia!"

Jongin pun mengikuti arah telunjuk Sehun,gadis dengan mantel coklat tua ,jeans serta sepatu boots tengah berjalan kearah mereka.

"Sunbae,maaf jika aku terlambat!"

"Tidak apa,kupikir kau tidak jadi datang"

"Haha..aku kan sudah janji padamu"

"Apa itu untukku?"

Sehun menunjuk buket bunga yang dibawa Wendy.

"Ah,ya.Semangatlah sunbae!"kata Wendy lalu memberikan buket bunga itu pada Sehun.

"Oh~ jadi kau adalah Wendy??"tanya Jongin seraya menunjuk kearah Wendy.

"Eoh,kau benar!"jawab Wendy.

"Jadi kau adalah manㅡ"

Tepat sebelum Jongin mengatakan yang tidak-tidak,Sehun sudah terlebih dulu membungkam mulut pria itu.

"Jangan dengarkan dia! Dia memang sedang aneh"kata Sehun ,sementara Wendy hanya tersenyum kikuk.

"Hei,kenapa kau tidak menggunakan kameramu untuk memfoto kita huh?"kata Sehun pada Jongin.

Sebenarnya Jongin malas jika harus memotret temannya itu, tapi dia tidak bisa menolaknya saat Sehun menatapnya tajam.

"Baiklah.Kalian berdua berdirilah disana!"suruh Jongin lalu siap-siap membidik kameranya.

"Jangan terlihat canggung seperti itu! Mendekatlah!"suruhnya lagi, sementara Wendy dan Sehun yang menurut saja tapi kemudian Sehun merangkul pundak Wendy dan hal itu reflek membuat Wendy melirik kearah Sehun.

Ckrikkk~
Belum sempat berpose yang benar,Jongin sudah lebih dulu membidik kameranya.

"Woahh~ pose kalian tampak natural"puji Jongin begitu melihat hasil fotonya.

Difoto itu,Sehun tengah tersenyum kearah kamera seraya tangannya yang merangkul pundak Wendy sementara Wendy tampak melirik kearah Sehun yang tengah tersenyum itu.

Entah kenapa tiba-tiba mendapat ide yang sangat cemerlang.

"Jongin-ssi,apa kau bisa mengirimkanku foto itu? Aku akan menguploadnya di sns"kata Wendy lalu tersenyum penuh makna.

*

Sementara itu,Mark tampak tengah boring.Sudah sejak pagi ia tiduran disofa dan menonton televisi diruang tengah.

"Mark,apa kau akan disana seharian?"tanya ayahnya yang tidak sengaja melewatinya.

"Yeah,dad.Aku sedang mengisi ulang tenagaku"jawab Mark.

"Kenapa kau tidak membantu ibumu membersihkan taman belakang?"

"Ada bibi yang membantunya"

Ayah Mark cuman menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya itu.

"Terserah kau saja!"

Tringg~

Mark melirik kearah ponselnya yang menyala dengan sedikit malas-malasan ia mengambil ponselnya.

Sebuah notifikasi ada instagram Wendy,gadis itu baru saja mengupload foto baru.Mark pun membuka instagramnya.

Dan foto pertama yang ada ditimeline instagramnya adalah foto yang baru saja diupload Wendy.

"Apa-apaan ini??"protes Mark saat melihat Wendy mengupload fotonya dengan Sehun.

Yang lebih menjadi masalahnya adalah tangan Sehun yang merangkul pundak Wendy dan Wendy yang menatap kearah Sehun.

"Apa dia sedang melakukan aksi balas dendam huh? Dan.. ada apa dengan emoticon mata love-love itu huh?"gerutu Mark kesal lalu melemparkan ponselnya kesofa yang ada disampingnya.

"Arghh!! Aku akan gila jika seperti ini!"kesal Mark lalu memukul-mukul kepalanya dengan bantal.

Seharusnya,Mark tidak pernah meninggalkan gadis itu sendirian di Seoul atau mungkin Wendy akan melakukan hal-hal yang akan membuat darahnya mendidih.

Dan seharusnya,Mark tidak pernah menjatuhkan ponselnya sembarangan seperti hari itu.

-tbc.

Vomment janlup♥ thankseu.


*
Rajin update ya aku haha
Maklum lg cuti sakit TT
Doakan cpat sembuh ya TT
Menyiksa bnget hidup dan hidung ni virus TT
Okay,kalo bnyak respon ntar aku kasi 1 chapter lagi ehehe;)

PLAYGROUND ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang