Tokk..tokk..
"Mina-ya,ini eomma sayang!"seru wanita paruh baya itu seraya mengetuk pintu kamar putrinya itu.
Tidak ada jawaban.
"Mina-ya!"
Ceklek~
Ternyata Mina tidak mengunci kamarnya dan itu memudahkan nyonya Myoui masuk lalu menghampiri anaknya yang tengah duduk disamping bednya.
"Eomma.."lirih Mina saat sang ibu duduk disampingnya.
"Hm? Apa terjadi sesuatu yang buruk sampai membuat anak eomma yang cantik ini murung?" Tanya ny.myoui.
"Eoh.Aku baru saja mengakui kesalahanku pada pria yang kusuka.Bukankah itu memalukan?"kata Mina.
"Apanya yang memalukan? Sudah mau mengakui kesalahanmu itu sudah bagus .."
Ny.Myoui membelai lembut rambut mina lalu mengecupnya pelan.
"Tapi,apa dia akan membenciku setelah ini?"
"Eomma tidak tahu,tapi eomma yakin dia pasti akan mengerti alasanmu"
"Eomma.."
"Hm?"
"Kita pulang saja ke Jepang! Kita tinggal bersama appa saja disana"
Ucapan Mina sontak membuat ny.Myoui terkejut.Selama ini,Mina selalu menolak jika diajak ke Jepang karena ia ingin tetap di korea dan sekarang gadis itu berubah pikiran.
"Atau kita pindah saja ke Amerika lagi?"
"Hei,apa kau sakit? Kenapa tiba-tiba ingin pindah eoh?"
"Aku tidak akan bisa hidup tenang jika disini,banyak hal yang membuatku tidak bisa hidup tenang disini.."
"Baiklah,eomma akan bilang pada appamu! Kita pindah saat libur semestermu tiba"
Mina hanya menganggukan kepalanya.Terlalu banyak hal terjadi disini dan Mina tidak ingin terus-terusan dihantui perasaan bersalah pada Wendy dan Mark.
Mina hanya ingin memperbaiki hidupnya.
*
"Mina sudah menceritakannya?" tanya Wendy ,saat Mark mengatakan jika Mina sudah memberitahunya tentang penyerangan hari itu.
"Eoh"jawab Mark lalu kembali menyesap ice americanonya.
"Aku tidak menyangka dia akan memberitahumu secara langsung"
"Mark??"
Wendy menatap pria dihadapannya yang tengah sibuk meminum ice americano nya itu.
"Kau mengabaikanku huh?"ujar Wendy kesal.
"Apa?"
Wendy tidak percaya jika Mark benar-benar mengabaikannya dan sibuk menikmati ice americanonya.
"Tidak jadi,lupakan saja!"
Drrt~ drrt~
Wendy segera mengambil ponselnya begitu benda persegi itu bergetar.
"Tunggu sebentar!"ujar Wendy pada Mark lalu pergi kesudut cafe itu dan mengangkat panggilan masuk itu.
"Oh,Sehun sunbae! Ada apa?"
"Uhukk~uhukk"
Hampir saja Mark tersedak es batu ,saat mendengar Wendy mengatakan 'sunbaenim'.Bisa dipastikan bahwa orang yang menelfon Wendy adalah Sehun.
Mark menghela napasnya lalu menggeser gelas americanonya dan melipatkan tangannya didepan dadanya.
Tak lama,Wendy kembali lagi dan duduk dikursinya.Tapi ada yang aneh,Wendy merasa jika pria itu tengah menatap tajam kearahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
PLAYGROUND ✅
Fanfiction"You're my playground"-unknown. [!!] Epilog di private ya^^ Start-30 Nov'16 🔚 7 Jan'17
