Mataku mulai berat, ku buka perlahan- lahan sambil menatap sekeliling tempat aku terbaring..
Ada perasaan aneh dan bergejolak dalam hati ini, ketika mata ku terhenti pada sosok pemuda yang berdiri tepat dihadapanku.
Pemuda yang tampan, berwibawa dengan jas putih yang dia kenakan..
Seolah dia seperti seorang malaikat yang akan membawaku pergi dari hidupku yang penuh kehinaan ini..
"Hai.." sapanya padaku dengan memperlihatkan senyumannya yang penuh dengan ketulusan
Aku masi menikmati tatapan matanya yang indah menatapku..namun sekejab aku berusaha menyadarkan diri dari sihir matanya yang ia pancarkan padaku. Ketika ia berusaha menyebut namaku..
"Naura" sebutnya sambil tersenyum seolah telah lama mengenalku..
" dia memanggil namaku,.apa dia mengenaliku?"rintihku di dalam hati sambil menatapnya kosong..
"Hei aku ayat naura,aku senior kamu dikampus, aku temannya aisa..apa kamu lupa, yang waktu malam itu ketemu dengan kamu di mesjid kampus"ujarnya sembari menjelaskan dengan akrabnya..
Aku tidak menyangka jika dia adalah pemuda yang dia pernah hina waktu bertemu temannya aisa.
Aku kembali membayangkan kejadian malam itu.
Saat itu aku mendapat masalah besar dan aku harus menemui aisah dengan penampilan yang brutal tapi dengan sekejab semua jama'ah memandang pakaianku yang tidak pantas. Hingga aku
memarahi mereka semua..
"Hei..apa yang lho liat"ujarku dengan lantang saat itu
Semua wanita2 berhijab berbisik2 menatapku, hingga aku merasa tersinggung..
"Lo..lo semua mau berkelahi denganku ayo..kemari jangan memandangku aneh...seperti ini, kalian smua sakit ya?" Ujarku lantang..
Dengan linglung aku menantang semua orang yg memandangku aneh penuh makna..hingga aku tidak melihat sebuah pot yang ku tabrak dan membuatku terjatuh tepat dipelukan pemuda yang tidak ku kenali.
Pemuda itu tidak lain adalah ayat, dia pemuda religius. Dia menatapku dengan lama. Namun aku tidak memperhatikannya karena mabuk.
"Lo pake mata makanya kalau jalan" ujarku dengan lancang sambil berusaha keluar dari pelukan ayat..
"Agstafirullah, lihat tingkah wanita itu dengan beraninya dia menyentuh yang bukan muhrimnya..ujar akhwat yang berada dimasjid itu
"Iya benar..coba lihat"ujar semua wanita yang memandangku aneh.
"Aisa..aisa..aisa" teriak ku menjadi..
"HEI, kmu mencari aisa, aku akan membawamu padanya..ujar ayat dengan lembut sambil memandang naura..
"Ya..ya..ka..kamu..baik..terimakah sih..siapa namamu?
"Aku ayat"..ujarnya dengan lembut..
"Perkenalkan..aku naura.."ujarku sambil menyalaminya...
Semua orang memandangku dengan kejam tapi aku tidak mempedulikannya..
"Hei..naura..naura."panggilnya dengan lembut sambil melambaikan tanganya dihadapanku..
Aku yang terbawa masalalu, menjadi malu karena tingkah bodohku itu..
"A..astaga..maaf aku selalu membawa masalah dalam hidupmu kejadian waktu di mesjid kampus dan kejadian semalam..membuat aku jadi tidak enak hati" ujarku dengan wajah kaku memandang ayat..
"Hmm santai saja naura, aku senang bisa membantumu"ujarnya dengan senyum lembut..
Aku menjawabnya dengan menggelengkan kepalaku dtemani senyum kecil yang keluar dari bibirku.
"Lukamu belum terlalu sembuh, kamu istrahat saja dulu dirumahku ini, ibuku akan menemimu.."ucapnya dengan menatapku dalam
"Ibu,"?
"Iya nak umi akan menemanimu, sampai kamu sehat"ujar uminya yang tiba2 masuk ke dalam kamar.
"Naura ini umiku, dia akan menjagamu, dan aku ada pasien hari ini yang harus aku tangani.." ujarnya sambil berpamitan padaku..
Ali kemudian meninggalkan aku bersama ibunya..eh uminya maksudnya, ayat memanggil ibunya dengan sebutan umi.
hari ini aku sangat bahagia karena aku hidup dikeluarga yang sangat nyaman bagiku,aku yang tidak pernah merasakan kehangatan keluarga, akhirnya aku mnemukannya dirumah keluarga ayat.
Tampa sadar aku meneteskan air mata dan umi salsa memandangiku..
"Ada apa naura?"tanya umi sambil memelukku yg tiba2 terpaku diam.
"Ada apa nak, keluarkanlah..semua keluh kesahmu yang menyesahkan dada.
Hu...uuuuu.uuuuuuh...hu....u...uuu..hiks..hiks...
Tangisanku memecah menghentikan semua aktifitas kmi yg sedang sibuk d dapur..
"A..aku...hiks..hiks..."ucapku dengan gemetar sambil memukul dadaku...
"Naura..."ucap umi yg sedih melihat penderitaan naura..walaupun iya tidak tahu masalahnya...
Umi terus memeluk naura dan membawa naura k kamar dan menenangkannya dalam tidur..
Kelembutan tangan ibu ayat membuatny tertidur di pangkuan ibunya ayat..
Ayat tiba-tiba masuk ke kamar tempat istrahat naura dan memandang kesedihan dimata ibunya yang tidak bisa dia sembunyikan.
Uminya mengisyaratkan pada ayat agar menunggunya diruang tamu.
Beberapa saat kemudian umi salsa datang dengan wajah lembab karena masih bersedih.
"Ayat, apa yang terjadi dengan naura,? Ibu bisa melihat penderitaan yang sangat dalam dimata naura, juga kebencian.."tanya umi dengan brusaha mengeringkan airmata yang menetes dimatanya..
"umi naura sangat menderita, aisa menceritakan semua padaku tentang apa yang terjadi pada keluarganya, dan ending sampai iya menantang tuhan.." ucap sembari menjelaskan kronologis mengapa naura menjadi menderita seperti saat ini.
"Agstafirullah, kasihan naura, bahagiakan dia ayat, umi bisa melihat cinta dimatamu"..ujar umi sembari memegang pundak ayat.
Ayat terdiam karena ucapan ibunya...
" pikirkanlah ayat, selamatkan kehormatannya..sebelum dia. Menghancurkannya"..ujar umi kembali meyakinkan ayat dan berlaru begitu saja
Ayat kembali terdiam mengingat kata-kata ibunya.dan tiba2 bel rumah ayat berbunyi..
Ayat yang masi terus memikirkan kata2 ibunya langsung membuka pintu rumahnya dan alangkah terkejutnya ayat melihat aisa yang berdiri dihadapannya..
"Assalmualaikum akhi" sapanya dengan senyuman
"Silahkan masuk aisa" ujar ayat dengan wajah gelisah yang tidak bisa dia sembunyikan.
"Ada apa aisa" tanyanya dengan heran..karena kedatangan aisa yang mendadak
Ayat menebak2 kemungkinan kedatangannya karena ada naura dirumahnya..
"Ana tau ayat kalau naura ada padamu" ucapnya dengan tegang..
"Aku tau antum sangat baik membawa naura dirumahmu in, tapi tampa ana jelaskan, antum sudah mengerti, lebih baik serahkan naura pada ana, biarkan ana yang akan merawatnya.." ujarnya dengan sedikit memaksa
Ayat tau memang ada batasan pada naura dengan ayat.tapi hati ayat sangat berat untuk menyerahkan naura pada aisa.
"Dengar aisa,aku akan menikahi naura" ujar ayat dengan spontan.
Aisa yang sangat terkejut dengan ucapan ayat langsung berdiri..
"Ini tidak benar ayat, aku memang sudah menceritakan semua masalah naura padamu..tapi buka keinginanku membuatmu ibah dan terpaksa menikahi naura..
dengar jangan lakukan itu, karena sesuatu yang terpaksa itu akan fatal akhirnya..ana harap kau mengerti ayat.lupakan keinginanmu itu karena akan ada dua hati yang terluka kamu dan juga naura..mengerti ayat..ujar aisa dengan tegas.
Aisa dan ayat tidak menyadari bahwa naura mendengarkan pembicaraan mereka..
Naura yang terkejut dengan ucapan aisa langsung beralih pergi meninggalkan rumah ayat tampa mereka sadari.
"Aku bukan wanita yang ingin dikasihani..tidak..tidak..aku bukan wanita sepeeti itu..keluhku dengan kesal..
Sembari melompat dari jendela kamar ayat.
Kata-- kata aisa membuat naura sadar bahwa jika akan ada pemuda baik menikahinya itu karena ibah bukan karena cinta..
Hiks..hiks..hiks..naura kembali menangis seakan hatinya telah tertancap belati yang sangat tajam hingga dia tak mampu bernafas..
Naura berlalu dengan kesedihannya meninggalkan rumah ayat.
Naura seharusnya mendengar jawaban ayat sebelum dia pergi..
"aisa, jangan beranggapan aku iba, naura adalah cinta pertamaku, saat pertama kali aku melihatnya di mesjid kampus waktu itu, aku terus mencarinya dan ingin mengatakan cintaku padanya, tapi naura hilang dengan sekejab mata, aku berusaha mencarinya, namun aku tidak menemukannya hingga takdir mempertemukan kita dalam musibah yang menimpa naura. Aisa aku mencintai naura..aku sangat mencintainya.." ujarnya dengan ketulusan penuh ketegasan..pada aisa..
Bumi seakan terhenti seolah2 olah ada yang memukul bathin aisa. Namun aisa tidak egois iya sadari bahwa dia mencintai ayat tapi cintanya hanyalah sesaat karena naura lebih membutuhkan cinta ayat.
"Ayat..ayat.."teriak umi dari dalam kamar naura
"Kenapa umi teriak..teriak..?" Tanya ayat dengan panic..
"Naura..yat..naura"..ucap umi dengan sedikit gemetar..
"Naura...dimana naura umi?"tanya ayat dengan menatap wajah umi..dengan mata berkaca2..
"Naura meninggalkan sepucuk kertas nak" ucap umi sembari memberikan kertas tersebut..
Aku pergi, makasih atas bantuan kalian, aku tidak pantas berada dikeluarga baik seperti kalian..dan aku tidak perlu rasa kasihan dari kalian.
Terimah kasih..
Keluh lia pada lembaran kertas putih kecil
Ayat dan aisa saling bertatapan..
"Umi naura salah paham, aku harus mencarinya bu,,"ujar ayat yang langsung berlari mencari naura dengan mobilnya..dan meninggalkan uminya dan aisa..
#naura
#ayat
#bersatu_apakah aisa dan ayat akan kembali bersatu?"
#akan berhenti dimana takdir naura.."
#bagaimana kelanjutannya sebentar lagi aku bakalan lanjutin cerita cinta naura dan usahanya menghancurkan kehormatannya yang selalu gagal..
Kriti saran ya? Jangan lupa bintang kecilnya untuk penulis baru ini .agar makin semangat ngelanjutinya...okok..
KAMU SEDANG MEMBACA
keperawananku (Tamat)
Romanceseorang gadis yang mempertanyakan tentang kehormatannya...
