Perasaan legah berkencimpuk dihatiku, sejenak aku berbaring dan menatap langit-langit kamarku, aku terbawa dalam lamunan ketika mengingat ayat.
Terlintas dibenakku perasaan yang berbeda. Aku mengingat ayat yang sudah melukainya. Entah kenapa malam itu naura sangat merindukan ayat.
******
Waktu telah berlalu disatu sisi naura sedang memikirkan ayat, namun dibalik lamunan naura ternyata hal yang sama dilakukan ayat.
"Naura, ada dimana kamu saat ini, hati ini begitu menginginkan kehadiranmu menghiasi hatiku yang sedang sepi. Ya allah aku hanya berharap kau menjaga bidadariku, dan bawa dia kembali kepadaku. Amin..ujar ayat sambil memandang bintang yang menghiasi langit malam. Dengan ditemani rembulan cinta yang terus menerangi hatinya.
Di sisi lain naura bergumam pilu dibalik teras sambil menatap langit yang sama.
"Aku tidak pantas untukmu ayat, rasa kasihan yang kau lontarkan dari mulutmu membuatku membuatku merasakan pahitnya hati ini. Seakan tak adalagi kemanisan dalam hidupku. Apa lagi semenjak kejadian malam itu"ujar dengan sedikit tersentak kaget.
"Malam itu, a.a.aa.a..apa'an aku ini, kenapa harus mengingatnya?"keluhku sambil menggelengkan. kepalaku..
"Tapi semenjak malam itu, aku tidak ingin bertemu pemuda kasar itu lagi, walaupun aku sudah pernah menikmati malam bersamanya, tapi aku tidak peduli, begitupun ayat. Wanita kotor sepertiku tidak pantas untuk siapa2".ucapku dengan sedikit tegas. Seolah malam ini aku sedang bertengkar dengan diriku sendiri.
Tok..tok...tok..
Tiba-tiba terdengar ketukan pintuh dari kos tempatku tinggal.
Aku berjalan dari arah kamarku menuju ke ruang tamu untuk membuka pintu.
Sedikit ketakutan dari hatiku karena beberapa hari ini banyak kejadian pencurian di wilayah kosku ini. Karena untuk menjaga diri aku mengambil kayu yang sudah aku persiapkan untuk berjaga-jaga.
Ku genggam gagang pintu kosku..ku tarik dengan sekejab dan mengarahkan kayu pada seseorang yang mengetuk pintuku..
"Naura..ini aku" teriak seorang wanita dengan terkejut.
"Apa yang kamu lakukan naura, aku bisa terluka karena ulahmu"ujar perempuan itu.
"Ma..maf mil, aku pikir kamu" lirinya sambil tersenyum kecil.
"Hah..pencuri maksudmu?, astaga naura kamu tidak berubah ya?"..
"Kosan kamu kecil sekali, apa kamu sanggup tinggal ditempat ini?".tanyanya sambil terus berjalan menyelidiki setiap sudut tempat tinggal naura.
"Asslmualaikum"sapa seseorang dari teras kosanku.
Aku kembali menoleh ke arah pintu, menatap dengan begitu penasaran..
"Wlaikumsalam,hen..kamu hendrik kan?"ujar naura sambil tersenyum lebar.
"Iya naura, aku hanya ingin,
Astaga mila, kamu..hahhaha..kamu disini juga?" Tanya hendrik dengan sedikit tertawa memandang mila.
"Hmm kenapa lho ketawa, lho ngapain disini?" tanya mila sambil mengarah ke tempat duduk..
"Jadi naura kamu dan mila?" Tanya hendrik keheranan, hendrik tidak menyangka jika naura dan mila lebih dulu ketemu dari pada dia.
"Iya..hen mila tau aku disini" ucap naura sambil mengarahkan minuman ke mila dan hendrik.
Mila, hendrik dan naura terus bercanda berbagi cerita lucu.
Namun beberapa saat kemudian Mila menyerahkan sebuah kartu nama.
Naura memandang aneh pada mila.
"Perusahaan mereka mencari model untuk memasarkan hasil desain mereka." ucap Mila.. dengan melihat-lihat keberadaan hendrik yang sedang ke toilet..
"Ta..tapi.."ujarku dengan mata penuh makna
"Jangan bertanya lagi, kamu datang saja, ini perusahan desain terbesar di indonesia. Kamu bisa membiayai kembali kuliahmu dengan hasil pemotretanmu."ujar Mila dengan sedikit berbisik dan terburu- buru menyerahkan kartu nama itu ditangan naura, karena kedatangan hendrik.
Mila tau jika hendrik mengetahui ini, hendrik pasti akan berpikir macam-macam pada Naura dan dia.
"Aku pergi ya Naura"ucap Mila sambil memandang naura..
"Hei kenapa buru-buru?" Tanya hendrik.
"Gue ada urusen hen, duluan ya.." pamitnya sambil berlalu meninggalkan Naura dan ayat.
"Aku kebelakang dulu ya hen"tanya Naura sambil berjalan pelan ke dapur untuk mengambil beberapa cemilan..
Hendrik menggelengkan kepalanya, sambil terbawa asik ke hp. Yang sedang menemani kesendiriannya.
"au....."teriak naura dari arah belakang..
Hendrik yang panik langsung melepasnkan genggaman hp ditanganya.
"astaga naura, tanganmu berdarah"..ucap hendrik tampa pikir panjang langsung menarik tangan naura dang mengecap darah dijari naura yang terluka..
Naura yang heran memandang hendrik dengan tatapan aneh karena melihat kekhawatiran hendrik yang tidak wajar.
"Astaga hen, hentikan aku tidak apa-apa"...ucapku. dengan tatapan risih karena melihat tingkah hendrik.
"Tapi Naura...aku.."sebelum hendrik menyelesaikan kata-katanya.naura menghalanginya..
"aku tidak apa-apa, jangan lebay deh.."ucapku sambil melangkah meninggalkan hendrik. Namun dengan kelincahan tangan Hendrik dia menariku hingga kepalaku menepuk dadanya.
Hendrik kembali memeluk Naura dengan mendadak dan dengan sangat erat hingga membuat nafas Naura sesak..
"Lepaskan hen, aku tidak bisa bernafas..huh..huh..ucapku sambil berusaha melepaskan diri dari hendrik dengan suara sesak.
"Maafkan aku naura"ucap hendrik dengan tatapan tajam.sambil mengarahkan kedua tangannya ke pipi naura.
"Aku mohon hanya beberapa saat"ujar hendrik sambil menatapku tajam.
Tubuhku kaku tampa kata, aku menuruti kemauan hendrik. Aku memandang matanya yang sedang berkaca-kaca menatapku.
Aku hanya berpikir apa yang terjadi dengan sahabatku itu.
Wajahnya seolah ingin melambung ke wajahku. Hendrik menatapku hangat dan perlahan dia mengecup dahiku dengan sangat lama.
Aku tersentak kaget, dan merasakan kehadiran cinta dalam diri hendrik. Aku menutup metaku merasakan gejolak kasih sayang yang ada didalam hatinya. Hingga tampa sadar airmata hendrim mencium pipiku.
Mataku kembali ku buka saat hendrik berlutut dengan mengenggam erat tanganku.
"Naura..hhs..A..aku...aku..Aku mencintaimu.."ucapnya dengan metapku dalam.
Aku yang kaget hanya menatapnya lemah. Karena naura tidak menginginkan 3 kata yang keluar dari mulut sahabatnya ini.
Khik..khiks..khis..
Terdengar suara kecil hendrik yang menangis seolah menghentikan waktu malam ini.
"Maafkan aku, karena telah melanggar sumpah kecil kita."khiks...khiks...ujarnya dengan terus menggemgam tanganku erat.
Aku kembali mengingat kembali sumpah kecil kita.
"Hendrik kita akan bersumpah agar kelak, hingga kita dewasa. Kita tidak akan saling mencintai sebagai kekasih..tetapi hanya sebagai sahabat. Selamanya..janji" ucap naura kecil..
"Janji Naura" ucap hendrik sambil menyatukan jari kelingking mereka..
Naura tidak menyangka jiks hendrik akan melanggar sumpah kecil mereka.
"Maafkan aku yang bodoh ini naura"ucapnya sekali lagi sambil memukul kepalanya..
"Aku tidak bisa mengendalikan perasaan yang sudah aku pendam dari awal janji kita.khiks..khiks...ucapnya terus dengan tangisan kecil.
"Aku memang berjanji tapi semua itu aku lakukakan karena kau yang memintanya naura, hingga aku berusahan memperthankan janji itu..Namun saat ini aku tidak bisa memendamnya. Aku tidak bisa Naura..khiks..khiks..ucapnya dengan terlarut dalam kesedihan dan terus mengeluarkan airmatanya.
"Hentikan hen"..dengan sekejab Naura juga berlutut menenagkan hendrik dengan pelukannya. Naura tidak mampu melihat kesedihan hendrik dan berusaha menyakiti dirinya..
"Maafkan sahabatmu ini, karena tidak mampu membalas cintamu"ucapku dengan terus mengelus pundak hendrik..
Naura yang sedih membawa hendrik ke dalam kamarnya. Dia tidak ingin hendrik pulang mengendarai motor besarnya dalam keadaan seperti itu.
Naura menenangkan hendrik dalam pangkuannya.
"Mungkin hanya ini yang bisa ku lakukan untukmu"rintihku dalam hati dengan penuh kesedihan..
Malam berlalu dengan ungkapan cinta hendrik yang tidak terbalaskan.
#Naura
#hendrik
#ayat
#mila
Yah begitulah guys cinta itu tidak bisa dipaksakan...
Namun cinta seorang sahabat juga tidak bisa disalahkan karna cinta itu adalah fitrah manusia..yang hidup sendiri dalah hati manusia.
Naura tidak menyalahkan cinta hendrik namun dia juga tidak bisa memaksakan dirinya untuk mencintai hendrik.
Bagaimana kelanjutannya..
Nantikan dipart berikutnya ya..
Jangan lupa kritik dan sarannya. Ya..
Bintang-bintang kecil juga..aku sih nggak memaksa kehendak kalian guys jadi diberikan bintang alhamdulilah jika tidak gak papa...dibawah hepi aja yang penting kalian sudah menikmati tulisanku. Aku udah brsukur banget..
By...
by sofia dj...
KAMU SEDANG MEMBACA
keperawananku (Tamat)
Romanceseorang gadis yang mempertanyakan tentang kehormatannya...
