part 23 (Masih jutek)

2.3K 44 0
                                        

Pagi para reader...maaf ya..aku lambat melanjutkan partnya..karena kebetulan aku sibuk banget dengan kerja..biasa..lau masih bawahan gini nggak bisa setiap saat santai selalu harus menuruti atasan..doakan aja ya reader semoga aku bisa menyelesaikan ceritaku ini dan melanjutkan ceritaku yang lain..
Oh ya readers..aku punya cerita yang juga menarik..siapa tau aja kalian suka..aku rekomendasikan..#bukangadiskorea.
Insya allah menarik lo...
*********
Pagi ini aku masih disibukan dengan aktifitasku diluar hotel. Rasanya tubuhku sangat letih. Mungkin pengaruh semalaman aku begadang bersama ayat.
Pikiranku kembali membayangkan kenangan sentuhan ayat. Sesekali aku tersenyum merona karena mengingat kejadian itu.
"Astaga, kenapa aku harus memikirkannya sih, diakan bukan suamiku. Dan semalaman aku tidur dengannya bukan karena kami sudah halal. Tapi aku ingin merusak diriku saja. Aku hanya ingin menentang tuhan tentang perzinahan."ucapku sambil memukul kepalaku..
"Hai Naura"
Ucap seseorang dari belakangku...
Ketika Naura menoleh alangkah terkejutnya dia melihat Aditya di depan matanya.
"Hei..apa yang kau lakukan disini, pergi kamu...pergi" teriakku sambil menatap tajam aditya.
Aditya tertawa kecil
"Nci..nci..santai saja sayang, seharusnya kamu senang karena kedatanganku disini, aku kan yang akan menjadi ayah dari calon bayiku nanti" ucapnya lembut namun tajam.
Sekejab Naura mendekat dan menampar Aditya..
"Sakit jiwa kamu"ciih..ucap Naura sambil meludah dihadapa Aditya.
Aditya yang sangat terobsesi dengan Naura hanya tersenyum sambil melihat kepergian Naura.
Naura sangat marah ketika melihat aditya. Hingga ia menelpon ayat yang sedang sibuk dengan Rapatnya.
********
Telpon ayat tiba-tiba berdering mengejutkan semua dokter yang berkumpul rapat pada saat itu..
Ayat menatap ponselnya alangkah terkejutnya dia melihat Naura menelpon.
"Asslamualaikum"...ucap ayat dengan pelan.
"Wa'alaikumsalam" jawab naura dengan panic.
"Ada apa Naura, mengapa suara kamu terdengar cemas.?"tanya Ayat.
"A..aku..hummm..maksud Aku..."ucap naura terhenti karena ragu memintanya..
"Ada apa Naura"..tanyanya kembali dengan lembut.
"Aku ingin kamu cepat pulang"ucap Naura dgan cpat..
"Ada apa Naura, kenapa kamu seperti ketakutan begitu" ucap Ayat hawatir.
"Aku hanya ingin kamu menemaniku"ucap naura dengan ragu dan salah tingkah.
"Baiklah Naura, setelah selesai semuanya aku akan segera pulang."ucap ayat lembut.
Naura menarik nafas karena legah, setidaknya jika ayat bersamanya aditya tidak akan mengganggunya.
*******
Siang telah berlalu, aku masih gelisah menunggu ayat, aku sangat takut dengan kelicikan Aditya, yang bisa saja masuk ke kamarku kapan saja.
"Aduh ini sudah pukul.07.00 kenapa ayat belum tiba" keluh Naura gelisah.
Beberapa saat kemudian seseorang dari luar mengetuk pintu. Aku sangat berjaga-jaga malam ini. Aku berjalan dengan pelan mendekati pintu, namun sulit untuk mengetahui siapa yang ada diluar.
"Siapa" teriaku dari dalam.
"Ini aku naura ayat" teriak ayat dari luar kamar.
Dengan segera aku membuka pintu kamarku.
Ayat masuk dengan wajah berseri. Aku terpaku dalam ketakutanku. Dan tampa sadar aku langsung memeluk erat ayat.
Sekitar lima menit Naura tidak sadar sedang memeluk erat ayat. Hingga ketika dia membuka mata dia melihat aditya sedang memandangnya dari kejauhan.
Naura langsung menarik tangan ayat dan langsung menutup pintu kamarnya.
Sesekali mata naura terlihat waspada sehingga membuat ayat merasa hawatir.
"Hei..Nau..ada apa, kenapa kamu terlihat sangat takut" ucap ayat sambil menyentuh kedua pipi Naura.
"Naura ada apa?" Tanya ayat kembali.
"Tidak apa-apa"ucapku sambil menggelengkan kepalaku.
"Naura jangan bohong, apa yang sebenarnya terjadi" tanya ayat kembali sambil menatap tajam mata naura.
"Aku..aku..hanya..merasa kurang sehat" ucap Naura dengan kebohongannya.
"Ya allah kenapa tidak bilang dari tadi, berbaringlah Naura aku akan memeriksamu"..ucap ayat sambil membaringkan tubuh Naura.
Naura kembali merasa tenang dan nyaman ketika ayat menenangkannya.
Naura terus memandang perhatian ayat.
Ayat selesai memeriksa Naura, namun semuanya terlihat normal.
"Naura semuanya baik-baik saja" ucap ayat lembut..
"Ya sudah, jangan sok-sok perhatian deh. Ucap naura yang kembali kasar.
Ayat sudah biasa dengan sifat Naura yang kadang baik dan kadang kasar.
"Naura..sebenarnya apa yang sedang kamu pikirkan"tanyanya..dengan lembut sambil menyentuh tangan naura.
"Untuk apa kamu perhatian denganku, dengar ya, lho bukan suamiku. Lho hanya suami pura-pura saja dan pernikahan kita tidak sah. Mengerti" teriak Naura yang langsung menuju ke kamar mandi.
Ayat terdiam seribu bahasa.
"Kelak kamu akan tau kebenarannya"rinti ayat dengan kesedihan yang dalam.
Naura memutar kran air dengan sangat kencang agar ayat tidak mendengarkan suarannya menangis.
Naura terus menangis dan menepuk-nepuk dadanya.
"Ada apa denganku, aku..aku..marah kepadanya tapi mengapa aku harus menyesalinya, seharusnya aku senang karena telah menyakitinya.
"Dia sudah mengasihiniku di depan temanku Aisyah, sekarang dia berpura-pura berperan jadi suamiku, padahal semuanya..semuanya palsu..
Ya tuhan apa yang terjadi denganku? Mengapa aku sakit dengan kemarahanku" ucap Naura dengan penuh tangisan.
Tubuh naura gemetar karena menangis. Dia mendengar sesekali ayat mengetuk pintu dan memintanya keluar.
Sekejab naura keluar dan melewati ayat.
Dia membaringkan tubuhnya dan menutupi tubuhnya dengan selimut.
Ayat memandangnya lemah, ayat kembali duduk disofa dengan penuh penyesalan dan mengatur tempat tidurnya disofa itu.
Entah sampai kapan Naura akan terus dendam pada ayat.
*****
Sampai disini dulu ya readers..czx aku mau lanjut kerjaa lagi...
Mohon kritik dan sarannya..ya...
dan votenya..hehehhe...😊😊😊
#Naura
#ayat
#aditya.
#keperawananku
By
Sofia dj.



keperawananku (Tamat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang