Penguburan ayah telah selesai, aku, ayat dan opa kembali kerumahku. Namun karena rumah itu penuh dengan kenangan. Akhirnya aku memutuskan untuk tidak tinggal dirumah ayahku.
"Cucuku jika bukan dirumah ini, kamu akan tinggal dimana?" Tanya opa..
Naura bingung menjawabnya. Karena sejak dia lari dari pemuda asing itu. Dia tidak mungkin kembali ke kos perusahaan pemuda asing itu.
"Dia akan tinggal bersamaku"ucap ayat dengan tegas sambil menatap Naura
"astaga apa yang dikatakan ayat, pernikahan kita kan hanya sandiwara"ujarku didalam hati.
"baiklah, sekaligus opa ingin ketemu orang tuamu"ucap opa dengan tegas.
"Tapi opa, aku dan ayat bisa pergi sendiri" ucapku dengan sedikit gugup sambil mengisyaratkan pada ayat untuk menolaknya. Namun ayat menolak tatapanku dan terus tersenyum.
"Paling tidak opa bisa menjelaskan apa yang terjadi tentang kamu dan ayat" ucap opa yang langsung pergi bersama ayat.
"Kenapa ayat tidak menolaknya,"ujarku dengan sedikit gugup.
Aku melihat ayat dan opa mempersiapkan segala kebutuhanku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa sekarang hanya menuruti kemauan opa.
Waktu terus berjalan aku dan ayat saling menatap penuh makna seoalah ingin menyampaikan sesuatu. Sesekali aku memandang jari manisku yang melingkar cincin Mas putih yang indah. Seolah ayat sudah merencanakan pernikahan ini.
Beberapa saat kemudian aku dan ayat sampai dirumahnya. Aku merasa gugup apa yang akan dijelaskan pada ibunya. Dan apa tanggapannya. Jantungku berdebar semakin keras seolah ada getaran yang sangat kuat.
Ayat membunyikan bel pintunya. Rasanya ada sebuah sekat yang menghalangiku untuk bernafas. beberapa saat kemudian ku lihat seorang ibu yang tidak lain adalah uminya ayat.
"Naura anak ku, kenapa kamu tinggalkan umi nak" ucap umi dengan meneteskan airmata dan memeluk naura.
Umi sangat menyayangi naura. Dia bahkan terus mendesak ayat untuk mencarinya.
"Ayo masuk nak"pintah umi.
"Ini siapa ayat?" Tanya umi dengan menatap ke opa.
"Dia opanya naura umi"..ucapnya dengan lembut.
"begini bu, saya dan cucu saya datang kerumah ibu. Untuk mengantarkan menantu ibu" ucap opa.
"Apa"teriak ibu.
"Ya allah terimah kasih, akhirnya engkau mengabulkan doaku" ujar ibu dengan nyaring..setelah terkejuut.
Naura heran awalnya ibu sangat terkejut tapi ternyata Naura tidak menyangka jika umi akan merestui hubungan palsu ini.
"Menantuku" ucap umi sambil memeluk dan menciumku.
Aku terpaku sejenak dengan cinta uminya. Rasanya aku ingin senang tapi kekecewaanku pada ayat dulu tidak bisa aku lupakan hingga saat ini.
"Ayat bawa naura ke kamarmu, menantu umi pasti capek" ucap ibu dengan lembut.
Ayat membawa ku ke kamarnya walaupun hati ini ingin menolak.
"Jangan bersandiwara lagi" ucapku dengan tegas.
"Hubungan ini tidak sah dan akan selalu tidak sah."ucapku lantang.
"Naura tolong jangan keras-keras. Kamu taukan bagaimana kondisi jantung ibu, jika kita mengatakannya sekarang ibu akan sakit Naura. Aku mohon beri aku waktu.
Aku merasa tidak berdaya dengan sakit jantung yang ibu derita. Kini hatiku hanya terasa sesak karena harus berpura-pura.
*********
Waktu terus berganti pemuda asing itu terus mencari keberadaan Naura.
"Aku akan terus mencarimu walau nyawa taruhannya.
"Tuan, ibu tuan ada di bawah"ujar anak buah pemuda itu.
Pemuda itu mengangguk dan menemui ibunya.
"Ada apa bu" tanya pemuda asing itu.
"Kenapa kmu melakukan ini pada ibu dan adikmu?"tanya ibu sambil meneteskan airmata.
Pemuda asing itu melangkah menuju ibunya dan menghapus air matanya.
"Hum..air mata ini, air mata buaya yang merusak dua kehidupan"ucapnya dengan menahan amarahnya.
"Apa yang aku lakukan tidak seberapa dibanding apa yang ibu lakukan padaku."ucapnya lantang.
"Aditnya" teriak ibu sambil menamparnya.
"Wah..ibu menamparku, yah ibu memang sudah sering menampar kehidupanku, jadi aku sudah terbiasa" ucapnya dengan lantang.
"Ibu tidak akan menamparmu jika kamu tidak menjual Rumah warisan ayahmu"teriak ibu sambil memegang dadanya.
"Warisan ayah kan, apa yang menjadi milik ayahku itu adalah hak ku"ucapnya lantang tampa peduli ibunya.
"Ta..pi paling tidak ingat adikmu aditya"..ucapnya yang lemas.
Sebelum menjelaskannya. Ibu aditya terjatuh.
"I..ibu" teriak aditya dengan panic..
Aditya membawa ibunya ke rumah sakit. Aditya sangat menyesal karena membuat ibunya seperti ini.
Aditya berusaha menghubungi adiknya memberitahukan bahwa ibunya masuk rumah sakit.
Beberapa saat kemudian adiknya berada dirumah sakit bersama istrinya. Namun istrinya masih menerima telpon.
"Apa yang kamu lakukan pada ibu?" Teriak adiknya.
"A..aku hanya.."ucapnya terhenti karena pukulan adiknya mendarat lebih dulu.
"Pergi kamu dari sini" teriak adiknya.
Aditya meninggalkan adiknya dan ibunya namun ia tampa sadar meninggalkan hpnya. Iapun kembali untuk mengambil hpnya. Namun langkahnya terhenti ketika melihat seorang wanita memeluk adiknya yang tidak lain adalah Naura.
"Naura, tidak mungkin, dia milik ku dan bukan milik ayat"ucapnya denga marah.
Aditya sangat terpukul melihat Naura yang ternyata berhubungan dengan ayat. Dan yang paling buat aditya terpukul ia mengetahui bahwa Naura adalah istri ayat.
"Dulu kau merebut ibuku dari aku, dan aku bersumpah aku akan merebut Naura dari pelukanmu karrna dia adalah milik ku..milik ku" ucapku dengan menyimpan kemarahan yang sangat dalam.
×××××××
Saat yang ditunggupun tiba ibu ayat telah sembuh dan diperbolehkan untuk kembali kerumah. Tampa pikir panjang ayat dan naura membawa ibunya pulang.
Beberapa saat kemudia sampailan ayat dan ibunya dirumah namun alangkah terkejutnya mereka melihat rumah tersebut disita.
Terlihat sebuah mobil mewah berhenti didepan rumah mereka.
"Maaf tuan, tuan mudah menyuruh saya menjemput kalian"ucap anak buah aditya.
"Tidak..aku tidak akan tinggal dirumahnya"teriak ayat.
"Ayat, aku tidak tau masalah kalian apa, tapi paling tidak lihat kondisi ibumu sekarang dia butuh tempat yang layak untuk istrahat" ucapku pelan.
Ayat senang mendengar nasehat Naura. Seolah2 dia sedang menghibur hati suaminya.
Ayat pun menuruti kemauan naura dan membawa ibunya ke rumah kakaknya.
*****
Sampai disini dulu ya!!!!nanti dilanjut..
Mohon kritik dan saran ya..
Juga bintang kecil..
Mohon maaf jika banyak kesalahan dalam penulisan dan bahasa.
#ayat
#naura
#aditya
#umi
By
Sofia dj
"
KAMU SEDANG MEMBACA
keperawananku (Tamat)
Romanceseorang gadis yang mempertanyakan tentang kehormatannya...
