Bab 36

8.7K 582 74
                                        

"Sayaaaang,jangan mondar mandir gitu dehh. Kasian orang orang pusing liatin kamu,"
Morin terus saja berceloteh melihat putrinya yang terus saja tidak bisa tenang di tempatnya.

Bandara sangat padat hari ini. Entah akan kemana , ataupun darimana. Yang pasti, keluarga Georgia akan pulang. Ke Indonesia.

"Iiih mama tuhh. Ini pesawat nya lamaa bangett. Gimana mo diem aku nyah? Deadline nya udah lewat. Pesawat nya lamaa nauzub,"
Viona menghempaskan pantatnya tepat dibangku kosong disamping mama nya.

"Hehhh kamu tu. Nyerocoss muluuu. Mama lelahh ni,"
Morin mengusap usap kepalanya yang mulai terasa pening memperhatikan tingkah anak nya yang lagi kena efek kangen radikal. Dan sangat sangat berbahaya.

"Iyaa maa. Papa sama Omaa manaa nii. Lama banget maaa,"
Viona semakin gelisah melipat kedua tangannya di depan dada dan menekuk bibirnya dalam dalam.

Plisss fokus muka nya aja ya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Plisss fokus muka nya aja ya.

"Sayang, bentar lagi pesawat kita berangkat kok. Yang sabar dong ini anak papa cantikk,"
Bastian datang dengan halusnya langsung merangkul putri tercintanya.

"Iya. Ini cucu oma kenapa kamu itu. Oohh Oma tau ini. Ini pasti kangen pacarnya anak ini. Kangen pacarnya ini mah. Siapa kemarin itu Rin , yang kamu ceritain ke mama. Io? Siapa? MARIO! YA. Pas kita sampai di Indo , oma mau ketemu sama dia. "

"Serah oma. Serah. Lamaaa bangettt!!!!!"
Viona memutar matanya malas karna ucapan omanya. Benar benar malas. SANGAT MALAS.

Pesawat tujuan Kuala Lumpur akan berangkat 10 menit mendatang. Seluruh penumpang harap bersiap siap.

"Nahh itu pesawat kita bentar lagi OTW. Cusss siap siapp,"

"KOK KITA KE KUALA LUMPURRRR?!"
Viona memekik dengan kerasnya.

"Hehh.. jangan teriak teriak. Cempreng amatt. Rusak kuping oma mu ini,"
Oma Syala menepuk pundak Viona , membuat anak yang dipukul pun meringis menaikkan pundaknya menjauhi Syala. Satu kata , KEJAM.

"Adduuhhh aduuh. Omaaa. Sakitt ih. "
Viona memanyunkan bibirnya lebih lebih mulut burung beo dirumah tetangga.

"Ya transit dulu lahhh. Mana bisa langsung ke Indo. Sebulan lebih kamu di Belanda ,lupa cara pulang ya . Yaudah gausah pulang aja,"
Celetuk Morin asal.

"Ehhh. Mamaaa. Kan kangen abangg. Kangen Gilberttt,"

"Kemaren yang dikangenin lain, hari ini lain. Yang kemaren kagak ?"
Tanya Morin menelusik rona wajah Viona yang makin merah sekarang.

"Iyaa, R-rio nyaa. Io nya rinduuu ituu,"

"Udahh udahh. Ayok kita berangkat!"

Wellcomeeee Homee. Tunggu gue ya ,ketos error.

Viona membuka sebentar ponsel nya mencari app line pribadinya. Ia mengirim pesan singkat pada penerima di negara sana. Siapa lagi kalo bukan, abangnya. Raynold Ferdinand Georgia. Si buluk ganteng kesayangan Viona.

SECRET LOVE [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang