Bagian 19

19.5K 630 0
                                        


Cheril pov

Aku berjalan meninggalkan david dan aurel. Aku tidak menutup pintu kamarku rapat. Aku mengintip dan menguping pembicaraan david dan aurel dibawah. Ternyata david berbohong pada aurel.

Aku tersenyum sendiri. Rencana step pertamaku berhasil.

Flashback on

"Pertama kita harus membuat david cemburu dulu ril?"

"Caranya lis?"

"Besok aku akan meminta bantuan sean menjemputmu. Kau tenang saja ya ril"

"Baiklah lis. Aku akan menunggu sean besok."

"Ok. See you ril..bye."

Aku menutup telpon. Aku akan mengikuti saran lisa. Semoga seperti harapanku.

Pukul 07.00 wib. Sean menelponku. Dia akan menjemputku pagi ini. Dia akan datang ketika david akan berangkat kekantor. Sebenarnya aku sudah siap dari tadi dikamar tapi sepertinya david belum juga berangkat. Aku sengaja tidak keluar kamar. Aku mengintip david. Aku tak dapat melihatnya didapur karena pintu kamarku tidak berhadapan. Tapi dari pintu kamar aku bisa melihat david berjalan kearah pintu keluar apartemen.

"Dia sudah mau keluar sean."
Aku mematikan telponku ketika david akan keluar.

Sebenarnya sean sudah lama menunggu didepan pintu. Kami sengaja tidak memutus telpon agar mudah menjalankan rencana.

Dengan cepat aku keluar menghampiri david. Aku tersenyum kepada bi mia yang lagi membereskan meja makan. Dan bi mia tersenyum senang kepadaku. Aku rasa bi mia mengerti.

Kami memastikan david memasuki lift baru kami keluar. Didalam lift, seseorang menelpon sean mengabarkan kalau david memakirkan mobilnya diluar gedung apartemen. Ya, seorang suruhan sean agar mengikuti david.

Sepanjang perjalanan mobil david mengikuti mobil kami. Kira-kira dua mobil dibelakang kami baru mobil david. Dan dibelakang mobil david ada orang suruhan sean yang terus mengabari kami.

Sebenarnya lisa menyuruh sean menjemputku agar mengantarku kerumah lisa. Tapi karena sean ingin juga membantuku, akhirnya kami mampir dulu membeli barang untuk keponakannya andrew dan ayu. Tentunya dengan terus diikuti david.

Hingga kami sampai dirumah lisa. Rumahnya cukup besar. Sean dapat kabar dari orangnya kalau mobil david terpakir tidak jauh dari rumah lisa.

Aku sempat makan siang dirumah lisa. Kami memasak cake untuk andrew dan ayu. Sementara sean bermain menemani andrew dan ayu.

David menelponku tapi aku mengabaikannya. Orang suruhan sean mengabari kalau david sudah keluar dari restoran cepat saji dan mengendarai mobilnya pulang keapartemen.

Aku pamit kepada lisa pulang dan tentunya diantar kembali oleh sean.

"Terimakasih sean, kau sudah mau membantu ku?" Ucapku pada sean. Kami sudah sampai diparkiran apartemen.

"Tidak apa ril, aku senang membantumu. Jika perlu sesuatu kuharap kau tidak sungkan menghubungiku."
Aku tersenyum kearah sean. Dia begitu baik padaku walaupun dia tahu keadaanku.
Aku melambaikan tanganku ketika mobil sean berjalan keluar parkiran.

Flashback end

Aku membersihkan diriku kemudian keluar membatu bi mia menyiapkan makan malam.

Aku tak melihat aurel lagi. Mungkin sudah pulang batinku.

"Bi...david kemana?" Tanyaku karena aku tidak melihat david.

My Love Is You (Complite)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang