Bagian 30

21.6K 503 1
                                        


Cheril pov

David merebahkanku diranjang setelah kami sudah sampai dirumah. Sebenarnya aku masih bisa berjalan tapi david menggendongku dari parkiran hingga keapartemen. Aku tak mau membantahnya karena dia semalam begitu kacau sekali gara-gara ulahku.

"Permisi Tuan...." kata bi mia masuk sambil membawa napan berisi makan siang untukku. Lalu meletakkannya di meja dekat sofa.

"Non..bagaimana keadaannya?" Tanya bi mia sambil berjalan kearahku.

"Baik bi, maafin cheril ya bi sudah biat bibi panik kemarin?" Kataku menyesal.

"Tidak non, seharusnya bibi tidak meninggalkan non belanja kemarin. Bibi...."

"Sudah...jangan lagi dipermasalahkan, yang penting sekarang kamu baik-baik saja..."
Potong david, lalu berjalan mengambil napan yang ada dimeja.

"Kalau gitu bibi permisi dulu non..." kata bi mia pamit.

"Oya bi, katakan pada tamu dibawah kalau cheril mau istirahat dan saya harus menemani cheril..."
Kata david sebelum bi mia keluar dari kamar. Dan aku yakin, yang dimaksud david adalah sean.

Sepanjang diperjalanan pulang dari rumah sakit, aku bisa melihat wajah david dibakar api cemburu. Padahal aku dan sean hanya berteman. Dan selama dimobil aku juga disamping david.

"Vid...kau jangan seperti itu, aku tahu kau marah pada sean karena cemburu. Padahal aku dan sean hanya teman. Lagipula dia kemarin sudah membantu dan tadi juga dia membantu kita kan? Kumohon jangan bersikap seperti itu, cobalah berteman dengannya seperti aku bisa berteman dengan mbak aurel?"
Akhirnya aku mengatakan apa yang ada dipikiranku setelah bi mia keluar dan menutup pintu kamar.

David menghembuskan nafas kasar karena dia tak bisa berkata apa-apa.

"Vid......?" Kataku.

"Baiklah sayang, aku minta maaf. Aku akan mencoba berteman dengannya..."
Aku tersenyum ketika david menjawabnya.

"Sekarang kau harus makan ya, aku akan menyupaimu..."

Aku menggeleng.

"Bukan aku tapi kita?"

"Baiklah aku akan makan bersamamu..."

Kemudian kami makan siang bersama. Sepiring berdua, kebetulan porsi nasi yang disiapkan bi mia juga banyak. Sehabis makan, tak lupa david menyiapkan obat untukku.

"Sekarang istirahat la...aku mau mandi dulu ya..." kata david sambil mengelus kepalaku lalu mencium keningku.

***

Aku membuka mataku berlahan. Melihat jam dinakas, pukul 18.15 menit. Kemudian berusaha duduk lalu menyandarkan kepalaku. Aku melihat sekeliling kamar tapi tak melihat david. Mungkin dia diruang kerja, batinku.

Lalu aku turun dari tempat tidur dan berjalan keluar menuju dapur. Perutku sepertinya sudah kriukan...

"Malam bi..."
Sapaku pada bi mia yang sudah menyiapkan makan malam.

"Malam non.. koq non cheril disini? Non harus istirahat..."

"Cheril sudah baikan bi. Oya bi, david mana?"

"Tuan lagi diruang kerja non. Sebentar ya non, bibi panggilkan karena makan malam sudah siap."

"Eehh...biar cheril aja yang panggil bi.." kataku sambil berjalan keluar dapur.

ketika sampai didepan ruangan kerja david, aku melihatnya masih sibuk didepan laptop.

"Vid...makan malam sudah siap?"

My Love Is You (Complite)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang