Happy reading.😳
Bahkan setelah insiden Galang menolak mengantar Kimmy pulang, gadis gila itu tetap setia mengejar-ngejar Galang, seakan penolakan Galang hanya angin lalu untuknya.
Ini sudah tiga hari semenjak penolakan itu, dan selama itu pula Galang seakan di teror oleh penggemar gila, stalker sinting, atau psikopat sableng? Ya, mana yang cocoklah untuk mengambarkan sosok Kimmy di mata Galang.
Sahabat seper-absurdan Galang pun hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kegigihan Kimmy mengejar Galang, atau kebatuan hati Galang yang tidak ada niatan membuka hatinya.
Sebenarnya Kimmy ini termasuk gadis yang cantik, tapi, tidak cantik sekali kok, mulai dari siswa kelas 10 sampai dengan kelas 12 pun ada saja yang suka padanya, tetapi entah kenapa Kimmy hanya tertarik pada seorang Galang, es batu yang bahkan sampai saat ini bongkahan es di hatinya belum meleleh, pertahanannya akan semakin kokoh jika berhadapan dengan Kimmy, irit ngomong pula, mungkin perkata yang keluar dari mulut Galang itu pra-bayar kali ya, makanya dia cuek-cuek minta di tabok gitu.
Dulu, pas jamannya ia MOS ada kakak kelas 12 yang menyatakan cinta padanya, dan berakhir dengan ditolak oleh Kimmy, padahal kakak kelas yang ada di SMA ini rata-rata cogan yang tidak bisa diremehkan kegantengannya.
Galang juga sebenarnya termasuk jejeran kakak kelas yang ganteng kok, cuma ya itu, cueknya Galang itu yang membuat orang bahkan berpikir dua kali untuk suka padanya, sebelum Kimmy banyak kok yang terang-terangan menyatakan suka pada Galang, dan berakhir sama; sukses ditolak, mungkin bedanya jika yang lain tidak lagi mengejar, maka Kimmy semakin semangat mengejar es batu itu.
"Lang, kantin yuk!" ajak Meylu, di kelas hanya tinggal ia dan Galang, sedangkan yang lain sudah ngacir ke kantin dari sepuluh menit yang lalu.
"Bentar, tinggal satu lagi Mey," ucap Galang, yang masih fokus mencari jawaban nomor terakhir.
"Gc nyet! Ntar keburu masuk!"
"Iya, iya, bawel lu nyet!"
Setelah kurang lebih lima menit kemudian pekerjaan Galang selesai, dia langsung membereskan peralatan tulisnya, dan beranjak mendekati Meylu yang menunggunya di depan kelas.
"Ayo!" ajak Galang, merangkul Meylu, kemudian berjalan bersisian ke kantin.
•••
Yang namanya kantin pasti ramai, begitu juga dengan sekarang, kantin sangat padat karena ini memang saatnya para cacing di perut demo minta makan, apalagi setelah otak mumet dipaksa menelan pelajaran yang membuat strong alias stres tak tertolong.
Untunglah Meylu dan Galang punya geng, dan itu menjadi keuntungan sendiri untuk mereka berdua, tidak perlu susah payah mencari tempat yang kosong, tinggal hampiri saja sahabat mereka berdua yang saat ini lagi asik ketawa-ketiwi oleh stand up comedy dadakannya Yoga.
"Wes, kayaknya lagi pada sibuk nih? Pada ngobrolin apa sih?" tanya Galang, lalu mengambil posisi duduk di samping Yoga, yang mana juga telah ada sepiring siomay dengan segelas es jeruk pesanannya tadi.
Meylu juga mengikuti duduk di samping Galang, di hadapannya juga telah ada semangkok mie ayam beserta es teh manis, baik banget kan sahabat mereka ini, tidak melupakan Galang dan Meylu, terbukti dengan dipesankannya makanan kesukaan kawannya itu.
"Eh, anak kecil mau tau aja urusan anak gede! Makan aja sana! Abisin biar banyak tenaga, karena nolak gadis gila kayak Kimmy juga butuh tenaga," sindir Yoga, yang langsung disambut gelak tawa oleh Rivaldi dan Alex.
"Sindir terus sindir gue," balas Galang sarkastik, dengan mulut penuh siomay.
"Udah makan yang kenyang, bentar lagi bel," ucap Rivaldi, menengahi.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Coldest Guy
Teen FictionPrivate random. [Completed] [Twelsone School Series 1] Jika Galang membenci Kimmy, maka Kimmy sebaliknya. Jika Kimmy tersenyum karena Keenath, maka Galang akan merasa benci. Copyright © 2017 by valendafs Cover by : horxans 05-06-2017 (Start) 25-01-2...
