Chapter 9

8.5K 500 20
                                        

"Orion bangun." Ujar ku
"Bentar lagi." Jawab nya malah narik ku kedalam degapannya.

"Orion sakit." Bentak ku
"E-eh maaf ." Ujarnya melepas pelukannya
"Dasar." Umpat ku

Lalu aku masuk kedalam kamar mandi, setelah selesai mandi dan berpakaian aku keluar dari kamar mandi.

"Belum bangun juga." Gumam ku

Orion tidur hampir di ujung tempat tidur.

Aku lalu berlari ke tempat tidur dan melompat ke atas kasur.
Sehingga membuat Orion terjatuh.

"Zelda." Teriak Orion

Aku tidak bisa menahan tawa ku.

"Kau tidak bangun-bangun sih terpaksa." Ujar ku
"Tidak bisa dengan cara Romantis kayak di cium atau apa gitu." Seru Orion terlihat sangat kesal
"Kalau aku dicium nanti kau malah membalasnya balik dan hal itu tidak akan terjadi." Jawab ku sambil tersenyum manis.

Drrtt....Drrtt....

"Halo"

"Zelda, aku di bawah ni."

"Baik, aku akan keluar." Ujar ku lalu mematikan sambungan.

"Siapa?" Tanya Orion
"Dagna." Jawab ku

"Mandi sana aku ingin membuka pintu untuk nya."

"Baiklah." Jawabnya singkat

Lalu aku keluar dari kamar tidur ku menuju ke pintu depan dan membukakan pintu untuk dagna.

"Zelda udah baikkan?" Tanya Dagna
"Udah." Jawab ku
"Ini aku bawa buah-buahan, roti dan minuman." Ujar Dagna memberikan nya ke Zelda
"Makasih, tapi kamu nggak perlu repot-repot." Ujar ku
"Nggak apa kok." Ujarnya

Lalu kami duduk di sofa ruang tamu.

Lalu aku pergi ke dapur dan membuat 2 buah jus jeruk.

Dan meletakkannya ke meja.

"Apakah punggung mu sudah baikan?" Tanya Dagna
"Iya."jawab ku
"Syukurlah." Seru Dagna

*Ting tong* *ting tong*

Lalu aku berjalan menuju pintu depan.

"Kak Zelda." Pekik seorang gadis mungkin umurnya di bawah ku
"Ada apa?" Tanya ku kebingungan
"Tolong aku." Ujarnya menangis
"Apa yang terjadi?" Tanya ku
"Ayo ikut aku." Ujarnya menarik tangan ku

Ia menarik tangan ku ke apartemen di lantai 2.
Lalu ia mempersilahkan aku masuk, di dalam sana duduk seorang wanita paruh baya yang sedang menangis.

"BUKA PINTUNYA!!" Bentak seseorang yang berada di dalam kamar yang di kunci.

"Ada apa?" Tanya ku
"Dia berubah menjadi sangat aneh setelah kami pulang dari eropa." Jawab nya
"Bisa di ceritakan lebih jelas." Ujar ku
"Aku berkerja di luar negeri setiap setahun sekali aku kembali ke mari untuk menjenguk adik ku."
"Anda pergi ke eropa dan pulang setahun sekali, jadi dia tinggal dengan siapa?" Tanya ku
"Dia tinggal sendiri, aku memintanya belajar giat di sini agar ia bisa mengantikan ku di perusahaan kami."

Dia tinggal sendiri, dia sama seperti ku.
Tapi dia sepertinya mendapatkan paksaan untuk belajar.

"Di saat aku sampai di apartemennya, aku langsung masuk kedalam kamarnya, di dalam kamarnya penuh dengan minuman-minuman keras."

Flashback

"Mika." Seru kakaknya terkejut.

"Berani nya kau masuk tanpa seizin ku." Bentak gadis yang bernama mika itu
"Siapa dia sayang." Tanya pria yang tidur di sampingnya
"Entah aku juga tidak mengenalnya." Ujar mika

My Best Friend Is GhostTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang