Aku mulai membuka mataku.
Aku yakin aku sedang berada di uks. Aku lalu bangkit dari tidur ku.
Perut ku nyeri sekali.
"Auch." rintih ku
Bergerak sedikit saja tidak bisa.
Lalu aku melihat ke samping,Orion masih terlelap.
Dia juga sedikit mendapatkan memar dari serangan ku tadi.
Aku tidak boleh lama disini.
Aku langsung beranjak dari tempat tidur ke luar uks.
Aku tidak bisa dekat dengannya.
Mina dan Tiana tiba-tiba muncul.
"Kau tidak apa-apa,mengapa di paksakan." tanya Tiana
"Hm, aku baik-baik saja kok." dusta ku padahal rasa nyeri di perut ku masih bergejolak.
Aku lalu kembali masuk kedalam kelas.
Belum sampai tangan ku tiba-tiba di tarik.
"Ada apa?" tanya ku setelah melihat pria yang menarik tangan ku
"Aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja."
"Aku baik-baik saja." ujarku sambil tersenyum.
"Baiklah kalau begitu." ujarnya lalu pergi meninggalkanku
Aku pengen sekali menangis rasanya, tapi mau bagaimana lagi.
Disaat pulang sekolah, semua langsung berhamburan pergi menuju gerbang sekolah atau pun keparkiran aku hanya berjalan biasa, bagaimana tidak.
Perut ku sakit sekali.
"Yo Zelda." panggil seorang pria tampan yang tengah berdiri di depan gerbang sekolah.
"Kau." seru ku terkejut
Ia melepaskan kacamatanya.
"Apa kabar miyu ku ini?" tanya pria itu menghampiri Zelda
"Ken saki." ujar ku langsung berhamburan memeluk ken serasa sakit di perut ku hilang seketika.
"Oh, kau masih ingat ternyata." ujarnya mencubit pipi ku gemas
"Mana mungkin aku lupa dengan orang yang janji akan menikahiku."
"Kau Masih ingat juga ya, kau semakin cantik, pengen cium deh."
"Kau masih mirip seperti dulu, mesum dan menyebalkan."
"Aku tidak mesum dan tidak menyebalkan." protesnya tidak terima.
"Tunggu sebentar mengapa kau bisa berada disini, kau tidak sekolah?" tanya ku penasaran.
"ibu mu meminta ku untuk menemani mu disini dan aku langsung setuju."
"Jadi kau akan." ujarku kesenangan
"Tentu saja kau dan aku bersama, aku sudah mendaftar hari ini jadi besok aku akan mulai sekolah."
"Benarkah yey." ujar ku
"Aw." rintih ku, aku baru ingat jika aku masih terluka
"Kenapa?" tanya ken cemas
"Oh tidak apa-apa hanya luka kecil." jawab ku
"Apa, apa yang terjadi sampai-sampai kau terluka?" tanya ken
"Tidak ada apa-apa jangan di dikhawatirkan, ayo kita ke apartemen ku."ujar ku
"Tapi benar nggak apa-apa?" tanya ken yang terlihat sangat cemas
"Iya tidak apa saki."
"Baiklah yang mulia putri mari kita pulang keistana kita." ujar Ken
Kenko mamoru, atau yang sering dipanggil Ken, ia adalah sahabat karibku di Jepang, kami berteman dari kami kecil hingga sebesar ini.
Aku tidak menyangka jika kami masih bisa akrab dan se-akur ini.
"Mau melamun sampai kapan." panggil ken.
"Sampai kucing bertelur, ayo cepat." jawabku asal.
Mereka tidak menyadari jika sepasang mata menatap kearah mereka dengan tatapan tidak suka.
Di apartemen Zelda.
"Ini apartemen ku." kataku menunjukan dalam apartemen.
"Biasa saja tapi cukup nyaman." ejek ken lalu duduk di sofa
"Kau meledekku."
"Tidak, itu adalah pujian tuan putri." jawabnya
"Terserahlah."
Aku lalu masuk kedalam kamarku dan kemudian mandi.
Setelah selesai aku keluar kamar dan menemui Ken.
"Tidak ingin ke kamar mandi?" tanyaku.
"Dari tadi, kau sih, setahun di dalam kamar mandi." ejeknya kemudian berdiri.
"Biarin, sana pergi." ucapku
KAMU SEDANG MEMBACA
My Best Friend Is Ghost
Mystery / ThrillerHighest Rank # 1 Dalam mystery/thriller 30 juli 2017 # 1 Dalam Ghost 20 Agt 2018 # 2 Dalam mystery/thriller 1 Agt 2017 # 3 Dalam mystery/thriller 27 juli 2017 ✴✴✴ Gadis kelas 1 sma terus di bully oleh banyak orang,dari...
