Chapter 15 : Rahasia Keanu Bag. 2

11 3 0
                                    

"Pak Jack?" Junex mengerutkan dahi dengan heran.

Kepala sekolah Sayon, Jack. Kenapa ia berada di sini?

Sepertinya kepala sekolah itu tidak langsung mendengar. Keningnya juga berkerut. Matanya beralih ke tubuh kecil di belakang dua cowok dikenalnya. Hanya sekali melihat, ia langsung mengenalnya. keningnya berkerut secara berlebihan. Ia menatap Junex dengan kecurigaan bercampur dengan ketidakpercayaan. Baru saja ia ingin marah setelah melihat Keanu, kemarahannya seakan bertambah dan membludak.

"Ayah?" kata Keanu dengan suara parau dan setengah sadar.

Apa? Ayah? Berarti Pak Jack dan Keanu selama ini...

Bagaimana bisa? Oh, astaga, bagaimana aku tidak tahu selama? Dan, mungkin siapa pun tidak akan tahu masalah ini? 

Ini sedikit janggal. Aku hanya merasa hubungan mereka tidak nampak sebagai anak dan ayah? Atau...

Junex menganga. Sekejap Junex mendapat informasi di luar dugaan.

Jack tidak langsung menjawab. Ia seperti memikirkan sesuatu. Entah mengapa ia menjadi panik sendiri. Setelah ragu sejenak, ia berkata kepada Junex, "Apa yang kamu lakukan di sini? Kenapa kamu bisa berada di sini?"

"Paman, ia menolong Keanu dan membawanya kemari," sahut cowok itu begitu melihat Junex nampak ragu untuk menjawab.

Mata Jack membelalak. Wajahnya semakin berkerut. Ia menyentuh dahinya. Setelah bingung sejenak, ia mengerjap-erjap matanya seolah menepis apa yang dipikirkannya. Namun sepertinya masalah yang dipikirkannya masih melekat jelas di wajahnya.

"Suruh ia masuk," kata Jack dengan nada ketus. Ia langsung meraih lengan Keanu yang masih tidak sadarkan diri, dan membawanya ke dalam rumah.

"Ayo, silahkan masuk," kata cowok itu.

☆☆☆

Segelas teh hangat disodorkan di depan Junex begitu kehadiran seorang pembantu. Ia bertingkah sungkan setelah Junex berterima kasih, lalu bangkit dan pergi begitu majikan mudanya tiba dan duduk di sofa.

"Silahkan diminum," kata Boy dingin membuat Junex sejenak tersentak. Ekspresinya dingin dan tidak tersenyum sama sekali. Pantas mereka bersama, pikir Junex sendiri, bahkan ekspresi mereka hampir sama dinginnya.

Junex merasa emosi. Entah mengapa Boy adalah satu-satunya manusia yang hanya ngomong saja sudah membuatnya emosi. Ia mendengus sinis. Cowok itu masih bersikap seperti biasa. Apa mereka semua yang berhubungan dengan "Keanu" tidak pernah sekalipun tersenyum, pikir Junex. 

Ia segera meneguk teh di depannya untuk menghindari cowok itu mengetahui apa yang dipikirkannya, sebab daritadi Boy menatapnya dengan menerawang.

Beberapa menit kemudian, Jack hadir dan tidak langsung duduk. Setelah ia menyentuh dahinya yang berkerut dan sikap ragu-ragu, ia mulai berkata seperti memastikan, "Sebenarnya apa yang sedang kamu rencanakan?"

Jangankan Junex, Boy pun bingung mendengar penuturan itu. Ia sama sekali tidak mengerti yang dimaksud pamannya.

"Maksud paman?" tanyanya buru-buru. Lalu menatap Junex lagi, melihat bagaimana reaksinya dan langsung mendapati cowok itu terlarut dalam kebingungan.

Junex menggeleng. "Aku nggak mengerti maksud Bapak."

"Sudahlah. Kamu tidak perlu berlagak polos seperti itu. Kamu pasti merencanakan sesuatu kepadaku. Awalnya kamu akan mencoba bersikap baik dengan Keanu setelah kamu mengetahui segalanya. Lalu, kamu akan mempengaruhinya. Kamu akan membuatnya berantakan. Ia akan menjadi ugal-ugalan seperti dirimu. Kamu akan..." cecar Jack dengan hebohnya.

Daydream*Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang