I'll tell the world i'll sing a song it's a better place since you came along since you came along.
Nada dering ponsel Lika terdengar tepat setelah Lika menerima paket dari seorang kurir. Sambil membawa paket, yang beratnya tidak seberapa, ke teras rumahnya, Lika merogoh saku celana kulot-nya untuk menjawab teleponnya.
Adik ipar 1 is calling..
"Kak Ika."
Suara perempuan muda, lembut menyapa pendengaran Lika. Dia adalah Anggraeni, yang biasa dipanggil Rae, adik Gara, anak kedua dari Andri dan Zoana Aditama.
"Hai, Raeeee." Sapanya dengan nada riang. Rasanya, sudah lama sekali Lika tidak mendengar suara Anggraeni.
Dibanding dengan si kembar Andika dan Andini, Lika memang paling dekat dengan Anggraeni. Lika dan Anggraeni sering bertukar pesan dan komentar di segala sosial media milik mereka.
Namun belakangan ini disibukkan dengan tugas akhirnya sehingga mereka jarang mengobrol seperti biasanya.
"Rae menganggu kak Ika, nggak?"
"Nggak dong. Rae, apa kabar?"
"Rae baik, kak. Kakak?"
"Baik. Ada apa? Tumben kamu nelpon. Pasti kangen kakak ya?"
"Kangen sekali. Udah lama Rae enggak dengar suara kak Ika." Terdengar kekehan di seberang sana. "Kak, Rae menelpon karena mau ngasih kabar bahagia."
"Apa?"
"Kosongin waktu kak Ika dua bulan lagi karena kak Ika harus ke Jogja."
"Jogja?" Tanyanya tidak mengerti. Setahunya Jogjakarta adalah kota dimana Anggraeni mengambil gelar S. Psi-nya. Untuk apa Lika harus kesana?
"Iya, bulan depan Rae wisuda." Sambung Anggraeni menjawab pertanyaan Lika.
"Congratulations!" Pekik Lika girang. "Aku pasti kosongin waktu untuk datang ke wisuda kamu."
"Kak Ika wajib datang dengan kak Gara." Titahnya dengan nada memohon.
"Pasti. Kamu sudah kabarin Gara?"
"Sudah, dan Rae juga ngasih pesan ke kak Gara untuk memberitahu kak Ika. Tapi mendengar respon kak Ika pasti kak Gara belum ada ngabarin kakak. Iya kan?"
"Iya, belum."
"Makanya Rae nelpon kak Ika. Ditambah, Rae udah lama banget enggak dengar suara kak Ika."
"Aku juga. Aku bakal cuti kerja seminggu untuk datang ke wisuda kamu. Kita harus mengobrol banyak."
"Siap." Anggraeni dan Lika kompak tertawa. Hanya membayangkan dirinya dan Gara akan liburan selama seminggu di Jogjakarta saja Lika bahagia. Semoga saja Gara bisa mengambil cuti seperti dirinya.
"Kak, udah dulu ya. Aku mau nelpon ayah untuk ngasih tahu kabar gembira ini."
"Salam buat ayah ya, Rae."
"Siap, Kak."
Telepon terputus. Lika melirik jam digital di ponselnya. Hari ini hari Sabtu dan jam menunjukkan pukul 17.00. Sudah dua minggu Gara tidak pulang. Keduanya hanya saling memberi kabar lewat pesan singkat saja. Itu juga hanya beberapa kali dalam seminggu.
Lika sangat rindu mendengar suara Gara. Jika melihat waktu, seharusnya Gara sudah berada di kosan dan rencananya untuk menelepon tidak akan menganggu pekerjaan Gara.
"Gara." Panggil Lika saat telepon sudah diangkat namun tidak ada suara sapaan di seberang.
"Ka," Panggil suara halus yang jarang terdengar di telinga Lika namun tidak akan pernah Lika lupakan menjawab teleponnya. Suara itu milik Akira.
KAMU SEDANG MEMBACA
distance
Genç Kız EdebiyatıDistance /'distans/ noun an amount of space between two things or people; verb make (someone or something) far off or remote in postion or nature. Ketika kata setia tidak hanya sekedar diucapkan di mulut saja melainkan juga menepatinya...
