Chapter 12

6.3K 362 3
                                        


Happy Reading Guyssss...  😘


Suasana Hening menggambarkan keadaan yang terjadi di ruang makan. Sedari tadi baik Ali, Prilly, Tn Firdausi dan Ny Resi tak ada yang bersuara.

Ntah apa yang sedang pikirkan. Mereka terlihat asik terhadap makanan mereka masing-masing.

Terlihat wajah Ny Resi yang murung. Ntah, apa yang terjadi dengan Ny Resi.

Namun, seperti ada yang kurang diantara mereka. Desta, ya Desta tak nampak berada di ruang makan. Kemana Desta? Ahhh... Mungkin karena tak ada Desta membuat Ny Resi murung seperti ini.

1 menit...

2 menit....

3 menit....

4 menit....

5 menit....

Tetap tak ada yang membuka suara sampai makanan mereka habis. Apa karna tak ada Desta membuat mereka semua tak ada yang bersuara?? Ahhh... Ntahlah.

Prilly segera mengemas piring-piring kotor . Ali yang masih berada di meja makan, menatap prilly yang nampak serius menata piring-piring kotor yang akan dibawa ke dapur.

Prilly yang merasa ditatap oleh Ali menolehkan kepalanya menghadap Ali dan benar saja Ali menatapnya begitu dalam seperti ada sesuatu yang ingin Ali katakan padanya.

Acara tatap2an Ali dan Prilly terhenti karena suara ketokan pintu yang begitu keras membuat Ali, Prilly, Tn Firdausi beserta Ny Resi terlonjak.


Tokkk... Tokkk... Tokkk


Ali mendengus karna suara ketokan pintu menghancurkan acara tatap2annya dengan prilly.

"hhh... Siapa sih pagi-pagi udah bertamu di rumah orang, gak tau sopan santun sama sekali."  dengus Ali.

Ali hanya menggelengkan kepalanya melihat wajah kesal Ali.

"jangan gitu dong li, siapa tau ada urusan penting makannya bertamu pagi-pagi. "  ucap prilly tersenyum pada Ali.

" tapi kan yank, ini itu namanya gak tau keadaan. "   ucap Ali

" Udah-udah kok jadi adu argumen sih cuman karna ketokan pintu, mending buka aja pintunya gih siapa tau ada yang penting. "   ucap Tn Firdausi.

" astagfirullah sampek lupa yang mau bukain pintu, yaudah prilly mau buka pintu dulu ya Li, Pa, Ma. ".   Ucap prilly berlalu dari ruang makan menuju pintu.



Cklekkk....

Pintu terbuka, terlihat Desta yang dibopong oleh seorang Pria yang Ntah siapa pria itu. Nampak Desta yang sedang mabuk berat tercium dari bau napasnya.


Prilly menatap pria tersebut dengan mengernyitkan keningnya seolah bertanya kenapa Desta bisa mabuk berat dan siapa pria ini?.


"mmm... Gue Tio, temennya Desta. Gue kenal sama Desta karna ya beginilah Desta tiap malem sering ke Club dan mabuk berat. Jadi, gue juga yang sering nganterin Desta pulang kalo lagi mabuk berat kek gini. "   ucap Pria yang sedang membopong Desta yang katanya bernama Tio itu seakan mengerti maksud tatapan prilly.

" oh iya, silahkan masuk. Maaf kalo ngerepotin mas Tio. "   ucap prilly yang merasa tak enak hati kepada Tio karna sudah menghantarkan Desta pulang.

Tio mengangguk dan memasuki rumah dengan membopong Desta. Prilly mengikuti langkah Tio.

Sampai di meja makan, Ny Resi menghampiri Tio yang membopong Desta.

Ku Ikhlaskan DirimuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang