___<><><>___
Kebahagiaan tak pernah hilang dari keluarga kecil Ali dan illy. Bahkan, sekarang kebahagian mereka semakin bertambah karena illy kembali mengandung anak ke duanya. Senyum Ali dan illy mengembang. Rasa bahagia begitu membuncah dalam hati Ali. Rasa bahagia karena keinginannya yang ingin memiliki dua anak yang akan sebentar lagi terwujud.
Rafa menjadi sangat perhatian pada illy saat tau mamanya itu tengah mengandung calon adiknya. Bahkan, Rafa berharap kalau nanti calon adiknya perempuan agar ia bisa menjaga adiknya.
Tak bisa di pungkiri oleh illy. Ali dan Rafa saling berebutan untuk membuatkan susu hamil untuk illy. Tak jarang pula Ali dan Rafa bertengkar ataupun kejar-kejaran layaknya kucing dan tikus. Hal itu membuat illy tertawa geli melihat tingkah keduanya.
Ali pun selalu menemani illy untuk check up diikuti Rafa. Ali dan Rafa tiba-tiba saja menjadi dua orang lelaki yang super possesive bila sudah menemani illy check up. Alasan mereka pun sama "Kita gak mau kalau mama dan dede bayi kenapa kenapa." illy hanya mampu tersenyum kecil sembari menggeleng-geleng kan kepalanya.
"Mama angan anyak erak anti dede bayinya apek. " teriak Rafa yang berdiri di ujung tangga saat melihat mamanya beranjak menuju dapur.
Illy menghentikan langkahnya menatap sang anak. Di hampirinya Rafa yang masih berdiri di ujung tangga.
" Mama cuman mau ambil minum di dapur sayang. " ucap illy mengelus pipi gembil Rafa.
Rafa menatap illy menyelidik.
" Mama ndak boong can ama afa?"
Illy kembali tersenyum.
"Iya sayang mama gak bohong. "
Rafa mengangguk-anggukan kepalanya mengerti akan ucapan mamanya.
" Yaudah Afa au andi duyu. " ucap Rafa sembari mencium pipi dan perut illy yang telah membuncit.
" Iya, sekalian mama minta tolong bangunin papa juga ya sayang. " ucap illy membalas mencium pipi Rafa yang dibalas anggukan kepala oleh Rafa.
Illy mengambilkan nasi untuk Ali dan Rafa yang duduk di samping kanan dan kirinya. Illy menjadi di jaga oleh dua pahlawan. Ia saja berada di tengah tengah Ali dan Rafa. Ia merasa sangat bahagia karena suami dan anaknya yang begitu memperhatikannya meski ia berada di rumah.
Ali memegang tangan illy yang hendak mengambil sayuran. Illy menatap Ali yang masih memegang tangannya.
"Apa? " tanya illy heran.
" Biar aku aja yang ngambilin buat kamu dan Rafa. "
" Lah, kok gitu? " tanya illy bingung.
" Kasian kamunya kesusahan ngegapai sayuran yang ada di ujung sana. "
Illy mengangguk pasrah, bila di lawan pun tetap saja ia kalah. Karena suaminya tidak akan mengijinkan.
Setelah itu, keluarga kecil itu pun menikmati sarapan mereka tanpa bersuara. Karena ketika makan tak boleh mengeluarkan suara atau sebut saja berbicara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ku Ikhlaskan Dirimu
FanfictionCinta tak direstui?? Itulah yang dirasakan oleh dua insan yang saling mencintai ini 'Ali Fachri Firdausi dan Aprillya Putri Anastasya' Mereka berjuang untuk mendapat restu dari ibu Ali dan perjuangan mereka mendapat hasil yang memuaskan. Namun...
