"Aku yang mengajakmu, kenapa kau yang terburu-buru?" Kayreen berucap sambil melebarkan langkahnya, mengikuti langkah kakaknya dengan terseok-seok. Kayreen mendengus kesal saat kakaknya tak menanggapi perkataannya.
"Tak bisakah kau pelankan sedikit langkahmu?"
"Mengertilah Reen, hari ini aku ada rapat penting. Dan aku tak mau membuat klienku kecewa."
Kayreen dan Alex masuk ke dalam mobil setelah berjalan tergesa, keluar dari gedung kantor Alex.
Selama perjalanan, Kayreen tak berniat memulai percakapan dengan kakaknya. Ia terlalu kesal dengan Alex. Kemudian beberapa menit setelahnya, mobil Range Rover itu memasuki gedung Ontario Senior High School. Kayreen dan Alex turun dari mobil dan berjalan menuju ruangan Mr. Deo. Kayreen mempercepat langkahnya saat memberi petunjuk pada kakaknya mengenai keberadaan ruangan Mr. Deo, berniat membalas apa yang tadi kakaknya lakukan. Namun yang terjadi malah Kayreen beberapa kali tersandung saat menaiki tangga. Hal itu membuat Alex terkekeh geli beberapa kali. Ia memang suka menggoda adiknya. Walaupun benar bahwa Alex harus rapat dengan kliennya, namun ia bisa menundanya bila itu menyangkut Kayreen.
Kayreen berhenti di depan ruang konseling. Ia lalu memberikan sebuah kode dengan matanya, supaya Alex masuk.
Alex yang langsung mengerti dengan kode yang diberikan Kayreen itu pun segera memasuki ruang konseling. Ia kemudian menjabat tangan dari seorang guru yang diyakini Alex bernama Mr. Deo. Kayreen yang memberitahukan hal itu padanya.
"Silahkan duduk Mr. Willmort." ucap Mr. Deo dengan senyuman yang tak luntur dari wajah berwibawanya. Kayreen yang sedang mengintip dari jendela itu mendecih pelan. Tak percaya dengan sikap gurunya saat berhadapan dengan Alex. Penuh skenario.
"Tak perlu sebaku itu Mr. Deo. Panggil saja Alex. Saya kakak Kayreen."
Mr. Deo tak terkejut dengan penuturan Alex. Ia memang sebelumnya telah mempelajari data diri kedua muridnya yang tempo hari dihukumnya. Itu membuat Mr. Deo merasa kasihan pada Kayreen, yang sudah tak memiliki orang tua.
"Baiklah... Alex, kita mulai. Dua hari yang lalu, Kayreen membolos. Namun bukan hanya itu. Kayreen sudah dua kali membolos, bersama orang yang sama. Aku menghawatirkan Kayreen berbuat sesuatu yang tak kami... dan kau inginkan."
Kayreen mendelik kaget mendengar ucapan Mr. Deo. Jadi, Mr. Deo mengira bahwa dirinya dan Justin berbuat sesuatu yang... entahlah, Kayreen tak mau memikirkannya. Bagaimana bisa Mr. Deo berpikir seperti itu? Bahkan tak pernah sedikitpun terbesit pikiran seperti itu di kepalanya.
"Adikku tak mungkin berpikiran untuk seperti itu, sir. Apalagi melakukan hal-hal yang tak kuinginkan. Kayreen sudah besar. Dia bisa menjaga dirinya sendiri... dan juga tetap dalam perlindunganku. Kurasa kau terlalu menghawatirkan hal yang tidak-tidak."
Mr. Deo terdiam, memikirkan setiap perkataan yang dituturkan Alex. Mr. Deo tersadar bahwa ia memang hanya berlebihan dalam masalah membolosnya Kayreen dan Justin. Mungkin Kayreen dan Justin terlalu penat, hingga membutuhkan ruang bagi mereka untuk menenangkan diri mereka masing-masing. Pikir Mr. Deo. Namun...
"Bolehkah aku bertanya sesuatu yang sedikit pribadi Alex?" tanya Mr. Deo sedikit memelankan suaranya saat melihat Kayreen berusaha mencuri dengar apa yang sedang ia bicarakan dengan Alex.
"Silahkan, aku akan menjawabnya bila memang hal yang kau tanyakan itu perlu kau ketahui, Mr. Deo." jawab Alex setelah sekali mengangguk.
"Apa... Kayreen belakangan ini memikirkan sesuatu secara berlebihan? Atau apakah Kayreen memiliki suatu masalah yang menyebabkannya tak fokus dalam banyak pelajaran yang ia masuki? Karena aku mendapat laporan dari beberapa guru yang mengajar Kayreen, bahwa Kayreen sering melamun dalam pelajaran mereka. Lebih tepatnya bukan hanya pelajaran mereka. Namun pelajaran kami. Sebab Kayreen juga banyak melamun di kelasku."
KAMU SEDANG MEMBACA
Complicated (JB)
FanficHidup ini sangat rumit. Lalu, siapa yang akan kau salahkan dari kerumitan ini? Dan, bagaimana bila kau sendiri yang menyebabkan kerumitan itu?
