18. The truly truth

442 38 16
                                        

"Maaf,"

"Sudahlah. Kau sudah mengatakannya belasan kali, Justin. Yang lalu biarlah berlalu, lagi pula Kayreen sekarang sudah baik-baik saja. Aku sudah memeriksakannya."

Ya, Justin sekarang tengah berada di ruang kerja Alex. Tapi bukan di gedung kantornya, melainkan di rumahnya. Kayreen sedang pergi jalan-jalan dengan Gloria, oleh karena itu Justin memanfaatkan waktu libur Alex untuk mendengar cerita Alex tentang masa lalu Kayreen. Namun sebelum itu, Justin meminta maaf karena telah membuat punggung Kayreen sedikit memar. Justin sendiri tak menyangka, bahwa yang ia lakukan waktu itu bisa menyakiti Kayreen.

"Bahkan dia sudah pergi jalan-jalan dengan si keriting, Gloria." sambung Alex.

Alex benar, Kayreen memang sudah terlihat baik-baik saja sekarang. Namun tetap saja, perasaan bersalah itu masih melingkupinya.

"Kau akan terus diam dan melamun, atau mendengarkanku?"

Justin menatap Alex, ia kemudian mengangguk sekali, "Aku akan mendengarkanmu."

Alex menarik napasnya sekali, meyakinkannya untuk membagi masa lalu adiknya pada kekasihnya yang saat ini telah mendapatkan keyakinan penuh darinya.

"Dulu.. Aku adalah anak tunggal dari Louis dan Marissa Willmort. Aku sangat menyayangi kedua orang tuaku, begitupun sebaliknya."

[Flashback on]

"Daddy! Mommy! Look, I got something!" Alex kecil berlari mendekati kedua orang tuanya dengan tangan yang membawa seekor kupu-kupu yang berhasil ditangkapnya.

"What's that, Honey?" tanya Louis sambil mendudukkan putra satu-satunya itu ke pangkuannya.

"Emm--I, I don't know what's this Dad. But, hey, this is so beautiful. Look, Mom!" Alex menunjukkan kupu-kupu itu pada ibunya.

"Are you sure, you don't know what is this?" Alex mengangguk, "this is butterfly." kata Marissa memberi tahu. Alex kecil ber-o-ria dengan wajah yang lucu.

"Butterfly."

[Flashback off]

"Butterfly. Saat itu aku seperti seekor kupu-kupu. Aku terbang kesana kemari sesukaku, tanpa ada seseorang yang akan menghalangiku melakukannya."

Alex menutup matanya sejenak, seperti menerawang pada masa lalunya yang tergambar jelas pada ingatannya.

"Sampai suatu hari, orang tuaku menawariku sesuatu,"

[Flashback on]

"Hey Alex, come here." ucap Louis dengan lambaian tangan, meminta Alex berjalan ke arah sofa di tempat ia duduk.

"What Daddy?" tanya Alex dengan nada lucu khas anak kecil.

"Look at Mommy," Alex menatap ibunya yang duduk di samping ayahnya, "here, Honey." Louis menunjuk perut istrinya.

"Do you want a sister?" tanya Louis.

"What is sister Daddy?"

"Sister is, someone who will love you like we love you."

"Love me? So, I will get one more love, Daddy?" Louis mengangguk dengan senyum yang terukir indah di wajahnya.

"Sure, Daddy. Sure, I want a sister."

[Flashback Off]

"Saat itu, aku adalah seorang anak manja yang haus akan kasih sayang. Haus akan perhatian. Dan tak tahu apa itu saudara yang sesungguhnya."
Alex menatap Justin yang masih menyimak ceritanya.

Complicated (JB)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang