"Apa ini perintah?" Tanya Alia tidak percaya.
"Naik" Ucap Deon tanpa menjawab pertanyaan Alia.
————
Deon mengemudikan mobil sport miliknya dengan santai. Alia disebelahnya sudah seperti boneka pajangan, diam tak bergerak sama sekali. Alia hanya memerhatikan ponsel yang dipegangnya sepanjang jalan.
"Apa kau menunggu seseorang meneleponmu?" Tanya Deon saat sudah sampai didepan gedung apartemen Alia.
"Eh tidak" Alia segera memasukkan ponselnya kedalam tas.
Deon hanya mengangkat sebelah alisnya.
"Bersiaplah, jam 8 nanti akan ku jemput lagi" Ucap Deon saat mereka sudah berada di depan gedung apartemen Alia.
"Jam 8? Malam ini? Kemana?" Tanya Alia bingung.
"Ada rapat pertemuan" Ucap Deon singkat.
"Aku tidak bisa" Ucap Alia cepat. Bagaimana bisa ia pergi sementara Nick sudah mengajaknya kencan.
"Aku tidak menerima penolakan, batalkan semua acaramu malam ini" Ucap Deon.
Alia masih terdiam tampak memikirkan sesuatu.
"Apa kau akan terus berada disini?" Tanya Deon.
Alia baru menyadari mereka sudah sampai, ia langsung buru-buru keluar dari mobil Deon.
"Jam 8" Ucap Deon menegaskan.
Alia tidak menjawab, ia hanya diam dan terus berjalan masuk ke apartemen.
—————
"Arrrrgh shit!!" Gerutu Alia sambil mengenakan dress miliknya.
Iya benar, ia memilih untuk pergi bersama Deon. Karena memang ia tidak punya pilihan, ini adalah pekerjaannya. Untungnya Nick mengerti dan memakluminya.
"Kakak ada Deon didepan, ia mencarimu" Ucap John dari balik pintu kamar.
"Iya aku segera datang" Ucap Alia.
Alia sudah selesai, ia berjalan keluar kamar untuk menemui Deon yang menunggunya.
'Apa-apaan anjing gila itu, ia datang menjemputku seakan kami sepasang kekasih yang ingin pergi berkencan' batin Alia kesal.
Memang wajib dipertanyakan kenapa Deon harus menjemputnya, sedangkan Alia hanya seorang sekretaris bukan kekasihnya. Entah apa yang ada dipikiran Deon.
—————
Deon mengemudikan mobilnya dengan cepat, tapi ia tampak santai. Sedangkan Alia sibuk dengan pikirannya sendiri.
Alia menyadari Deon mengemudikan mobil keluar dari kota, jalanan sepi dan semakin jauh semakin sedikit bangunan. Entah kemana Deon membawanya.
"Kemana kita?" Tanya Alia bingung.
"Ketempat dimana akan diadakan pertemuan bisnis" Ucap Deon santai.
"Apakah bisnismu berhubungan dengan hutan? Makanya kalian menentukan tempat pertemuan yang terpencil?" Ucap Alia asal.
Deon hanya tersenyum miring tanpa menjawab pertanyaan Alia.
Alia hanya memutar bola matanya jengkel.
—————
2 jam kemudian
Deon menghentikan mobilnya pertanda sudah sampai ditempat tujuan. Alia menghembuskan nafasnya lega karena sudah sampai. Deon dan Alia turun dari mobil, tak lupa Alia membawa beberapa berkas-berkas yang diperlukan.
Saat Alia keluar dari mobil tiba-tiba langkahnya terhenti, pandangannya terpusat pada apa yang dilihatnya didepan.
"Apa ini?" Tanya Alia tak percaya.
JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN YA
IG:TASYA_HTB
KAMU SEDANG MEMBACA
Holding Your Hand
Romance"Dengar, jangan pernah menangis dan lupakan bajingan itu. Karna mulai detik ini kau sudah menjadi milikku" Ucap Deon lembut dan mencium kening Alia.
