Alia menghela nafasnya kemudian duduk. Jika bukan karna Deon adalah bos nya, mungkin Alia sudah membunuhnya karena sikap dingin dan selalu melakukan hal dengan sesukanya.
—————
Cekrek
Deon mengambil gambar Alia yang duduk bersamanya, Alia terlihat cantik dan natural hanya dengan mengenakan t-shirt milik Deon, dan rambut Alia yang diikat asal.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Apa yang kau lakukan?" Ucap Alia karna kaget Deon tiba-tiba saja memotretnya .
"Memotretmu" Ucap Deon santai tanpa melihat Alia, ia fokus dengan hasil potretannya.
"Kau benar-benar tidak waras" Ucap Alia kesal.
"Apa kau bilang?" Kini Deon menatap Alia tajam.
Alia menggeleng cepat dan bangkit dari duduknya.
"Aku akan keatas sebentar" Alia langsung pergi menghindari Deon.
'Aku bisa mati jika salah bicara' gumamnya sambil berjalan.
Baru saja Alia melangkahkan kakinya menaiki tangga, ia serasa tertarik kebelakang. Deon menarik tangan kanan Alia dan segera mencium bibir Alia tanpa aba-aba.
Mata Alia terbelalak saat Deon menciumnya, ia mendorong dada bidang Deon sekuat tenaga. Tapi sayang Deon sangat kuat, Alia tidak ada apa-apa nya dengan Deon.
'Im sorry Nick' batin Alia.
Alia masih memukuli dada Deon, tapi Deon segera memeganginya tangan Alia erat. Akhirnya Deon melepaskan ciumannya saat keduanya kehabisan nafas.
"I really want you" Ucap Deon dengan nada yang sangat rendah.
Kemudian Deon ingin mencium Alia lagi, tapi Alia langsung menampar Deon sekuat tenaga.
Deon terdiam saat Alia menamparnya, ia menatap Alia yang mulai mengeluarkan air mata. Alia segera mengusap pipinya yang basah dengan telapak tangannya.
"Kau benar-benar keterlaluan!" Bentak Alia.
Alia berlari kelantai dua dan masuk kekamarnya. Ia menangis sejadi-jadinya karena ia merasa diperlakukan sangat rendah oleh Deon.
—————
Deon duduk dibalkon sambil terus memikirkan sesuatu, entah mengapa ia memikirkan Alia. Ia berulang kali mengingat Alia yang marah sambil menangis.
Sejak kejadian tadi pagi, Alia sama sekali tidak keluar dari kamar. Deon menjadi khawatir, apakah semarah itu Alia hingga tidak mau keluar dari kamarnya?
'Seharusnya aku tidak peduli, aku hanya ingin menciumnya' gumam Deon prustasi.
Deon bangkit dari dari duduknya dan berjalan menuju kamar Alia. Walaupun ia merasa tidak ingin peduli, ia tidak bisa menahan diri untuk memastikan apakah Alia baik-baik saja.
————
'Nomor yang anda tuju sedang tidak aktiv atau berada diluar jangkauan'
Alia terus mencoba menghubungi Nick, tapi jawabannya tetap sama, tidak aktiv.
"Kemana kau Nick?" Ucap Alia ditengah isakannya.
Alia tidak berhenti menangis, hingga ia lelah dan tertidur.
Deon membuka pintu kamar Alia yang tidak terkunci dengan perlahan. Ia melihat Alia sedang tertidur dikasur berukuran king size itu.
Deon berjalan mendekat dan duduk dipinggil kasur. Mata Alia sembab akibat terus menangis, entah mengapa Deon tidak ingin melihat Alia dengan keadaan seperti itu.