Perjanjian Licik

1K 45 2
                                        

~ Gue enggak suka sama dia. Yang selalu sok Alim. Yang selalu mau jadi pusat perhatian ~

~ Andika Aqil Saputra

----

"Dia kira dia itu siapa," Kata Aqil dengan penuh perasaan kesal.

"Mentang-mentang dia itu ketua Osis dan Siswa kesayangan guru. Dia selalu saja berbuat apa saja yang dia mau," Aqil serasa ingin melempar apa saja yang ada di dekat nya.

"Kelihatannya lo lagi kesel banget ya," Kata seorang siswa dengan gaya bicara yang begitu alay.

"Viona ngapain lo ke sini?" Tanya Aqil saat melihat Seorang siswi yang bernama Viona.

"Gue cuma lagi keliling sekolah, terus gue lihat lo lagi kesel banget," Tutur Viona.

"Dan gue tau lo kesel gara-gara Aditya kan," Viona menebak tepat sasaran. Aqil hanya diam tidak mengeluarkan sepatah kata apa pun.

"Jadi gue datang ke sini buat perjanjian sama lo," Viona menyeringai dengan licik.

"Apa?" Aqil penasaran dengan perjanjian yang di katakan oleh Viona.

"Lo harus bantu gue dapetin Aditya," Viona menyeringai penuh kelicikan.

"Gimana caranya?" Tanya Aqil lagi.

"Lo harus bisa buat Ratu ngejauhin Aditya," Viona menjawab pertanyaan Aqil.

"So.. Gimana lo setuju atau Enggak?" Viona memberikan tangan nya untuk menjabat tangan Aqil.

"Gue setuju," Aqil menjabat tangan Viona yang berarti ia menyetujui perjanjian itu.

~:::~:::~

Dinda dan yang lainnya ada di Kantin untuk jam istirahat yang kedua.

"Dinda lo mau kemana?" Tanya Ratu saat melihat Dinda beranjak dari tempat duduk nya.

"Gue cuma mau pergi ke kelas bentar," Dinda pun berlalu menuju ke kantin.

Dinda sampai di kelas nya dan mengambil buku yang ada dalam laci nya.

Dinda pun berlalu lalu kembali ke taman, Dinda terus berjalan hingga ia mendengar suara di Ruang Osis.

"Lo harus bisa buat Ratu ngejauhin Aditya," Ada suara di dalam Ruangan itu.

"So.. Gimana lo setuju atau enggak?" Suara itu terdengar samar karena terhalang tembok.

"Gue setuju," Ada suara lain yang menyahut.

Setelah itu Dinda pun pergi dari situ karena takut ada yang tahu kalau dia sedang menguping.

"Dinda kenapa lo lama banget?" Ratu bertanya ke Dinda.

"Gue tadi ke Toilet," Dinda berbohong karena takut akan membuat Ratu menjadi khawatir.

Ratu hanya menganggukkan kepala percaya akan jawaban dari Dinda.

"Jadi gimana soal acara nanti?" Tanya Erlangga ke Aditya.

"Kayak tahun lalu kok, cuma bedanya kita bakal ngadain banyak acara," Jelas Aditya.

"Tapi kita kekurangan dana buat acara nanti," Sambung Aditya.

"Jadi gimana dong?" Tanya Mujahid.

"Ya jelas lah kita harus cari dana," Aditya memutar kedua bola matanya.

"Iya juga ya," Mujahid hanya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.

"Jadi gimana soal usulan nya Aqil, di terima atau enggak?" Ratu bertanya ke Aditya mengenai usalan Aqil di rapat tadi.

Our Story [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang