~ Gue semakin penasaran dengan masa lalu si Ratu. Kalau gini lama-lama gue bisa gila! ~
-Dinda Savira Lestari
---
Sekarang Dinda sudah ada di rumah dan sedang duduk di depan televisi sambil makan di lantai.
"Dinda, tadi kenapa lo enggak balik-balik pas gue manggil lo?" tanya Mujahid lalu duduk di samping Dinda.
"Bukan manggil lagi, udah teriak malah," Dinda memperbaiki kata-kata Mujahid.
"Iya-ya, gue enggak butuh pembetulan dari lo sekarang, gue cuma butuh alesan kenapa lo enggak balik tadi," ujar Mujahid acuh terhadap pembetulan kata-kata Dinda.
"Emang apa urusan lo," Dinda mulai menatap Mujahid dengan sinis.
"Ya... bukan urusan gue sih, cuman kan gue penasaran," Mujahid tidak menatap ke arah Dinda karena ia tidak suka melihat tatapan sinis dari Dinda.
"Ya udah kalau bukan urusan lo enggak usah tau, dan kubur aja tu rasa penasaran lo. Karena gue enggak bakal jawab rasa penasaran lo itu," Dinda tak akan pernah memberi tau alasan sebenarnya sebelum dia benar-benar mengerti.
"Ya udah deh, gue ngalah," Mujahid hanya mengalah dan pasrah karena seberusaha apapun dirinya tak akan mungkin di jawab oleh Dinda.
Dinda tidak merespon dia hanya fokus ke televisi sekarang, sebenarnya ia tidak suka menonton tapi karena ia butuh hiburan dia lebih memilih menonton daripada harus keluar rumah.
Sejak tadi perut Dinda meminta untuk di isi tapi entah kenapa ia tidak nafsu makan.
'Gue tau kalau Ratu itu cantik, pintar, sama baik malahan baik Banget. Tapi... kenapa mereka berdua bisa suka sama Ratu, apa karena pesona dari Ratu?' Sekarang rasa penasaran Dinda sudah memuncak dan ia tidak mau berlama-lama dalam kondisi penasaran ini, keadaan ini membuat Dinda sangat tersiksa.
Dan ya, Dinda tidak bisa mengelak sebuah fakta kalau Ratu punya pesona yang begitu Kuat. Mana ada cowok yang bisa tahan dengan pesonanya Ratu.
Dinda berdiri dan membuat Mujahid mendongakkan kepala.
"Lo mau kemana?" Mujahid bertanya ke Dinda saat melihat Dinda berbalik menuju ke arah tangga.
"Enggak liat, gue mau kemana," Dinda lama-lama bisa kesal dengan Mujahid karena terus-terusan bertanya.
"Ya-ya-ya, serah lo deh," Mujahid kembali menatap ke arah Televisi. Dinda langsung menaiki tangga menuju ke kamarnya.
Dinda duduk di meja belajar nya, lalu mengambil satu buku. Dia membuka buku novel yang pernah ia beli di Mall. Dinda berusaha untuk memusatkan perhatian nya ke buku tapi yang ia lakukan hanya sia-sia. Dia benar-benar tidak fokus sekarang. Dia sangat butuh penjelasan yang lebih jelas.
"Gimana ya, caranya agar gue bisa tau penjelasan sebenarnya," Dinda mulai berpikir. Dia mulai memilih-milih orang yang mungkin bisa memberikannya penjelasan.
"Kalau Erlangga udah, terus siapa lagi ya?" Dinda menatap ke arah jendela kamarnya.
"Ah iya, gue bisa tanya sama Dila aja deh," Dinda langsung mencari kontak Dila lalu mengirimi nya pesan.
'Gue mau ketemu sama lo di rumah lo, bisa enggak?' Dinda langsung memencet tombol kirim. Tak menunggu lama ada sebuah balasan dari dari Dila.
'Bisa, emang kenapa lo mau ke rumah gue?'
Dila
'Gue jelasin nya di rumah nya lo aja deh'
Dinda
'Ya udah, gue tunggu ya,'
Dila
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Story [TAMAT]
Teen FictionCover by : @Gina Pascabela Judul Lama : Mysterious Girl Dinda Savira Lestari anak berprestasi di sekolah, tapi sayangnya dia agak tertutup dan membuat dia agak susah untuk bersosialisasi. Hingga suatu hari tanpa sengaja dia membantu seseorang dan m...
![Our Story [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/120723022-64-k983658.jpg)