Terus Menyalahkan Diri

716 36 0
                                        

~ Jangan nyalahin diri lo terus. Karena kesalahan itu bukan sepenuhnya karena elo ~

-Rheza Aditya Erlangga

---

Aditya masih saja duduk termenung di bawah pohon. Dia sudah berhenti menangis sejak daritadi.

Bekas air matanya masih terlihat jelas di pipi nya.

Erlangga yang melihatnya dari kejauhan langsung menghampiri Aditya.

"Aditya lo dari mana aja sih gue-" ucapan Erlangga terhenti saat melihat Aditya yang tatapannya lurus ke depan.

Tatapan nya sangat kosong seakan-akan jiwa nya pergi ke suatu tempat.

Erlangga duduk di samping Aditya dan juga menatap ke arah depan.

"Gue tau lo lagi sedih sekarang," kata-kata Erlangga membuat Aditya sadar.

"Se-sejak kapan lo di sini?" ucap Aditya dengan sedikit kaget.

"Sejak lo duduk termenung di sini kayak mayat hidup," Erlangga berusaha membuat lawakan agar Aditya bisa sedikit tersenyum.

Aditya pun tertawa. "Emang muka gue gitu banget tadi."

"Iyalah. Terus lo itu kayak cewek lagi di putusin ama pacar," Erlangga terus membuat lawakan agar membuat Aditya tetap tertawa.

"Segitu banget ya," Aditya tertawa mendengar lawakan yang di anggapnya lucu.

"Dan ya, kenapa lo sedih banget cuman gara-gara si Aqil?" Erlangga tersenyum dengan tulus.

Ucapan Erlangga membuat Aditya kembali terdiam

"Lo tu enggak salah jadi jangan salahin diri lo sendiri," Erlangga melanjutkan kata-kata nya karena Aditya yang diam saja.

"Tapi-" kata-kata Aditya terhenti dan Erlangga masih setia mendengar lanjutan kata-kata Aditya.

"Gue emang salah," ucap Aditya dengan suara yang pelan.

Erlangga menghembuskan nafas kasar. "Gue harus bilang berapa kali sih. Lo tu enggak salah."

"Terus, kalau gue enggak salah. Siapa yang salah coba?" tanya Aditya dengan serius.

"Di sini yang salah CEMBURU nya," Erlangga menekankan kata cemburu.

"Kok, cemburu sih?" Aditya menjadi bingung.

"Cikal bakal masalah ini tuh hanya gara-gara cemburu. Aqil cuma cemburu sama lo karena lo bisa deket sama Ratu sedangkan dianya enggak bisa," Erlangga harus terus menjelaskan ke Aditya bahwa Aditya tidak bersalah.

Dan Aditya kembali diam. Dan begitu pula Erlangga ia terdiam.

"Gue cabut dulu ya Er, soal nya udah sore nih. Gue takut Mama gue omelin gue-" Aditya menepuk pundak Erlangga lalu pergi.

'Dan juga gue mau sendiri untuk saat ini' Aditya melanjutkan kata-katanya di dalam batinnya.

Erlangga hanya mengangguk lalu kembali menoleh ke arah depan. Aditya pun berlalu meninggalkan Erlangga sendiri.

"Wah, Kayaknya enak banget tu," suara itu menginstrupeksi ke dalam indra pendengaran Erlangga.

Erlangga pun menoleh ke arah sumber suara itu. Lalu tersenyum tulus.

"Dinda lo belum balik?" Erlangga bertanya ke Dinda karena gadis itu belum pulang.

"Gue daritadi ngawasin lo sama Aditya," Dinda duduk di samping Erlangga.

Our Story [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang