Iblis

644 31 0
                                        

~ Lo aja enggak pernah hormatin orang lain gimana orang lain hormatin elo. Dasar cewek Iblis ~

-Andika Aqil Saputra

---

"LEPASIN RATU SEKARANG JUGA!" Aqil melepaskan tangan Viona dari rambut Ratu. Dan Ratu memegang kepalanya karena terasa sangat sakit. Kepalanya terasa berdenyut-denyut karena Viona yang menjambak rambutnya dengan cukup kuat.

"Lo enggak pa-pa kan Rat?" Aditya langsung bertanya melihat Ratu yang kesakitan. Ratu mengangguk pelan sebagai jawabannya.

"Ikut gue sekarang!" Aqil menarik Viona secara paksa keluar dari area Kantin.

"Aqil lepasin!" Viona berusaha membuka cekalan tangan Aqil dari tangannya. Nanda yang sudah sendiri tanpa ditemani Viona langsung pergi menjauh dari semua orang di sana.


~:::~:::~

Aqil membawa Viona ke taman belakang sekolah. Ia pun akhirnya melepaskan tangannya dari tangan Viona.

"Lo sadar enggak sih, lo nyakitin tangan gue!" Viona sangat marah karena Aqil yang membawanya dengan cara paksa.

"Bodoh Amat," Aqil tidak peduli dengan kata-kata Viona sedikit pun.

"Lo bisa enggak hormatin gue dikit," Aqil hanya cuek dan biasa-biasa saja mendengar penuturan Viona.

"Gimana caranya gue mau hormatin elo. Lo aja masih belum bisa hormatin orang lain," Aqil menyindir Viona dengan kata-katanya yang sangat tajam.

"Lo sekarang kayaknya udah berpihak sama mereka," ucap Viona dengan nada suaranya yang tidak menunjukkan rasa suka.

"Memangnya kenapa kalau gue udah berpihak sama mereka, ada masalah?" nada suara Aqil terdengar sangat santai.

Viona menyeringai saat mengingat sesuatu. Ya, dia mengingat kesepakatan antara dia dan Aqil.

"Lo masih ingat perjanjian kita dulu kan," Viona tersenyum penuh arti.

"Gue masih inget, emang kenapa?" tanya Aqil dengan wajah datarnya.

"Lo harus jalanin perjanjian itu dulu dong," Viona tersenyum dengan licik.

"Kalau gue enggak mau gimana?" tanya Aqil sambil melipat tangannya.

"Gue bakal buat semua teman-teman lo itu kembali terpecah-pecah kayak dulu lagi," ancam Viona ke Aqil.

"Gue enggak takut tuh, coba aja kalau lo bisa," Aqil sama sekali tidak takut dengan ancaman Viona.

"Oke kalau gitu gue pergi dulu, silahkan mencoba sebisa lo," ucap Aqil tepat di depan wajah Viona, "Bye-bye," Aqil berjalan menjauh dari Viona.

"Awas aja lo Qil. Gue bakal buat lo nyesel!" Viona berteriak dengan keras, dia mengepalkan tangannya dengan keras.

"Oke, gue tunggu." Aqil tetap berjalan ke arah depan sambil menaikkan ibu jarinya ke atas.

~:::~:::~

Aqil langsung menuju ke kantin karena sekarang masih jam istirahat. Dia ingin mengganjal perutnya dengan makanan.

Our Story [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang