17

2.8K 212 6
                                    

PART TERAKHIR UNTUK STORY INI 

MALAM INI

lanjut besok ya.. kepala author tiba - tiba pusing

.

.

.

sampai di rumah sakit, putri langsung dilarikan ke ruang gawat darurat dengan yoon yang sudah menunggu disana. dia langsung menangani putri dan meminta chanyeol untuk mendampingi putri.

tangan putri yang mencengkeram kuat lengan chanyeol menandakan jika istrinya sedang sangat kesakitan saat ini. 

"sayang... aku disini..."

yoon mengernyitkan kening nya saat dia menyadari bahwa kaki dan tangan putri benar - benar sudah mati rasa. pukulan yang cukup keras dan cubitan kecil di sana sama sekali tak bereaksi pada wanita yang hamil muda itu.

"siapkan selang inkubasi. pasien hampir mengalami gagal nafas"

degg

chanyeol membeku sejenak mendengar ucapan yoon pada seorang perawat yang langsung menyiapkan segala yang dibutuhkan. ada sebuah selang yang cukup besar yang akan dimasukkan lewat mulut putri dan menuju ke paru - paru nya untuk bisa memberikan oksigen yang cukup pada putri.

.

.

"yeol.. kamu kuat gak? kalau kamu gak tega dan gak kuat liat ini. lebih baik kamu keluar"

chanyeol diam sejenak, dia sebenarnya tidak kuat dan tidak tega jika harus melihat istrinya harus dipasangi selang yang begitu besar di dalam mulutnya untuk bernafas. tapi, di sisi lain chanyeol ingin selalu berada di sisi putri.

rasa bersalah dan rasa kecewa pada dirinya sendiri begitu besar dia rasakan hingga rasanya ingin mengutuk segala kesalahannya dan dirinya sendiri yang bisa dengan mudahnya mengucapkan hal bodoh yang menyakiti istrinya.

"aku kuat"

yoon melihat ke arah chanyeol sejenak dan mulai memasukkan selang itu sedikit demi sedikit

Chanyeol memejamkan matanya melihat bagaimana selang itu dimasukkan dalam kondisi putri yang masih setengah sadar hingga sedikit merintih kesakitan.

Jemari kecil istrinya mencengkeram lebih kuat lagi lengan chanyeol hingga terasa sedikit perih karena kukunya sedikit menancap di lengan chanyeol.

Chanyeol merasakan ribuan jarum menusuk di seluruh tubuhnya dan hatinya yang begitu sakit melihat penderitaan istrinya. Di hatinya dia mengatakan bahwa dirinya lah emyebab sebenarnya sampai putri dan calon bayi mereka menderita

"Uhuk.."

Yoon dan beberapa perawat terkejut ketika melihat darah keluar dari mulut putri, yang artinya ada kesalahan disana. Ada bagian yang terluka disana dan menyebabkan pendarahan.

"Hentikan inkubasinya"

Yoon memasang kembali selang oksigen dengan putri yang terus mengeluarkan darah dari mulutnya

"Uhuk.."

"Sayaaanngg.."

Air mata Chanyeol sudah tak bisa lagi di bendung, tubuhnya sampai bergetar hebat dengan Isak tangis yang terdengar sangat jelas

"Yeol.."

"Aku bakal tetap disini, aku gak akan ninggalin dia apapun yang terjadi.."

Dengan kedua tangannya chanyeol menyesuaikan darah yang masih keluar dari mulut putri sembari menunggu Yoon melakukan tindakan lebih lanjut pada istrinya

"Maafin aku sayang, maaf.."

Mata putri sekarang setengah terpejam, giginya mengatup kencang karena menahan rasa sakit yang luar biasa ditubuhnya seluruh tubuhnya menggigil dengan bibir yang sedikit membiru

"Aku mohon... Aku mohon... Ya Tuhan... Aku mohon.. ya Tuhan.."

Semua akal sehat chanyeol hilang seketika saat dia melihat darah segar kembali.keluar dari mulut istrinya dalam jumlah yang cukup banyak

Dia memegang tangan putri sambil berlutut dan menangis terus menerus

Mengecup bibir Putri yang penuh darah sembari tangannya mengusap kepala istrinya

"Maaf... Maafin aku.."
.
.
.

LANJUY?

VOMMENT JUSEYO

ChanPuu Couple Sequel Takdir (Imagine Pcy X You) #Wattys2019Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang