hai
ayo lanjut
kalian lagi nunggu story ini?
.
.
.
"kamu... kenapa nangis?"
suara itu. suara yang terdengar sangat familiar di telinga chanyeol saat ini. suara istrinya, itu suara putri...
chanyeol langsung mendongak dan melihat putri yang kini menatapnya dengan mata yang sayu, putri terlihat bingung dan tak mengerti kenapa suaminya sekarang dalam posisi seperti sekarang. dia berlutut dengan tangan yang meremas tangan putri, sementara kondisi nya sangat kacau. dia seperti baru saja berlari dengan jarak 100 km. bajunya sudah tak karuan dan rambutnya acak acakan, bahkan lihat wajahnya? matanya sembab dan hidungnya seudah memerah. ya Tuhan... suaminya kenapa bisa begini?
chanyeol langsung bangkit dan menghambur ke pelukan putri, menangis se jadinya di pelukan istri yang begitu dia cintai itu. dia menangis terisak hingga tubuh nya yang gemetar begitu terasa oleh putri yang saat ini sedang berbaring. dia mengalihkan pandangannya ke arah dokter yoon seolah menanyakan apa yang terjadi. tapi, dokter yoon yang masih dalam kondisi shock dan tak percaya dengan yang dilihatnya juga terlihat sedikit limbung.
"kenapa sayang... ada apa?"
suara parau putri terdengar sekarang. dia menepuk halus punggung chanyeol untuk menenangkan suaminya. chanyeol sendiri masih belum mampu menjawab apapun pertanyaan putri, dia masih merasakan kelegaan yang begitu besar perasaannya benar benar campur aduk sekarang.
"ssttt... udah... jangan nangis sayang"
"ja-ngan...per-gi...."
ucap chanyeol terbata dengan diselingi isak tangis.
"aku gak pergi, aku kan disini sama kamu"
"tadi... tadi kamu pergi... ninggalin aku.. sama arsya"
putri mengerutkan keningnya. pergi? kemana? seingatnya, semalam dia sedang tidur berdua dengan chanyeol dan berada di pelukan hangat suaminya. bagaimana mungkin chanyeol mengatakan dia pergi meninggalkan chanyeol dan arsya?
"aku gak ngerti maksud kamu, emang aku pergi kemana? kan aku sama kamu terus"
chanyeol melepaskan pelukan nya, wajahnya yang begitu kacau dan berantakan menatap putri. air mata terlihat masih saja mengalir dari pelupuk matanya. putri segera mengulurkan tangannya dan menyeka air mata yang mengalir di pipi chanyeol, membenarkan rambut chanyeol yang berantakan, dia bahkan mengusap hidung chanyeol yang mengeluarkan ingus dengan punggung tangannya.
"ya Tuhan, sayang... kamu kok nangis sampai begini? aku salah apa sama kamu sampai kamu nangis begini? udah ya... cup cup cup"
putri menangkup wajah chanyeol dan menarik wajahnya, memberi kecupan di kedua mata chanyeol dan kening lelaki itu. dia mungkin saja mendaratkan sebuah ciuman di bibir suaminya, jika saja putri tidak ingat dirinya sedang berada di tempat umum dan ada dokter yoon di dekat mereka sekarang.
"aku mohon jangan pergi..."
"aku gak pergi sayang, aku pergi kemana.. kan kamu sama arsya disini..."
dokter yoon nampaknya mengerti jika putri tak sadar dirinya mengalami mati suri yang cukup lama hingga tubuhnya hampir saja di bekukan di ruang penyimpanan jenazah di rumah sakit itu tadi. jika saja, chanyeol tidak membawa dirinya dengan paksa dan membabi buta tadi.
"kamu mati suri puu"
"apa? aku?"
"iya, tadi pagi kamu sempat dinyatakan meninggal. detak jantung kamu berhenti, dan bahkan alat pacu jantung tak bisa mengembalikan dirimu tadi. tapi, mukjizat Tuhan berkata lain. kamu sekarang kembali lagi."
putri mengerjapkan matanya, mencoba mencerna kata kata yang dilontarkan dokter yoon barusan padanya. mati suri? dirinya? bagaimana bisa? dan dia bahkan tidak merasakan atau mengingat apapun sekarang.
grepp
chanyeol kembali memeluk putri dengan erat, seolah putri bisa menghilang lagi jika dia melepaskan pelukan mereka.
"kamu buat aku takut banget tadi, aku gak mau kehilangan kamu sayang... aku gak mau, aku gak siap.. aku gak akan pernah siap"
"maafin aku.. aku gak tahu sayang..."
ucap putri dengan terus memeluk chanyeol dan menenangkan suaminya yang masih terus terisak. ini gila, dia mati suri? dia masih terus berpikir keras tentang hal itu, sampai mendadak kepalanya terasa begitu sakit hingga putri mengerang kesakitan sedikit. bayangan bayangan muncul di kepalanya, senyum dari gadis kecil misterius bermata indah dan tatapan tajam anak lelaki yang juga begitu tampan terngiang jelas di kepalanya.
'mamah harus pulang'
'mamah tidak boleh disini'
'mamah harus ikut kita'
'mamah menyayangi kita'
ya Tuhan, bayangan bayangan ini terus berputar di kepala putri.
"ahh.. sakit.."
"apa sayang, kenapa? mana yang sakit hmm?"
chanyeol langsung panik dan menyentuh setiap bagian tubuh putri. dia melihat putri mulai menyentuh kepalanya. membuat chanyeol dengan segera mengusap kepala istrinya itu dan mengecup nya berkali kali.
"ya Tuhan... angkat segala rasa sakit istriku."
gumam chanyeol lirih sambil terus mendekap erat tubuh putri dan mengecup puncak kepala putri dengan lembut. menyalurkan segala rasa cinta yang dia miliki dan berharap itu akan memperbaik kondisi putri sekarang.
.
.
.
LANJUT?
VOMMENT JUSEYO
maaf ya, author rada ngantuk. jadi... author bakal update banyak tapi waktunya mungkin sampai malam banget. wkwkwk
soalnya aku ngetik sambil kriyip kriyip
semoga kalian suka sama story nya

KAMU SEDANG MEMBACA
ChanPuu Couple Sequel Takdir (Imagine Pcy X You) #Wattys2019
Fanfictionkehidupan rumah tangga Chanyeol dan Putri setelah menikah dan kehilangan putra pertama mereka setelah semua yang kita alami , akankah kita bahagia selamanya? ataukah kita harus kesulitan lagi? sampai akhir nafas ku.. hanya namamu yang ku sebut dalam...