Hai
Lanjut
Hitung mundur menuju ending
Empat belas
.
.
.
Liburan dimulai..
Sebuah pesawat jet pribadi sudah di siapkan Arsya di bandara dengan jalur penerbangan khusus hanya untuk ayah dan ibunya. Sebagai seorang anak, Arsya ingin sang ibu mendapatkan segala yang terbaik di perjalanan nya kali ini.
"Pakai baju hangat nya mami.. jangan lupa sama syal nya. Nanti, kalau di pesawat.. mami boleh lepasin ini"
"Arsya.. kenapa harus pakai jet pribadi? Kenapa gak pakai penerbangan komersial biasa aja? Kan kita masih bisa pesan yang kelas bisnis atau eksekutif? Sama aja kan?"
"Itu gak akan sama mami. Bukannya mami mau nya perjalanan kali ini kami akan habiskan sepenuhnya sama papah kan? Hanya berdua aja? Jadi.. Arsya mau mami sama papah punya waktu yang lebih banyak buat berdua atau ngobrol tentang banyak hal. Tanpa harus takut atau khawatir kalau di dengar sama orang lain. Mami boleh peluk papah, atau manja manja sama papah kapanpun dan di manapun mami mau tanpa harus mikirin orang lain."
"Apa ini gak berlebihan?"
"Ya enggak lah, mami ku sayang.. mami beli pesawat ini bukan hanya untuk perjalanan bisnis kan? Anggap aja ini juga perjalanan bisnis penting yang hanya mami dan papah yang tahu.. gimana?"
Putri tersenyum kecil dan masuk ke pelukan putra nya. Hangat dan sangat nyaman hingga rasanya putri sangat berat melepaskan nya.
"Maaf ya.."
"Buat apa mi?"
"Mami gak ajak kamu buat perjalanan kali ini.."
"Aku gak masalah mi, aku tahu banyak hal yang mau mami lakukan sama papah nantinya. Hal yang mungkin gak akan bisa dilakukan kalau aku juga ikut kesana. Lagipula, banyak hal yang harus aku harus disini. Sekalipun aku pengen banget ikut.. tapi aku gak akan bisa, kewajiban aku disini masih banyak dan aku gak mungkin tinggalin itu semua hanya untuk ikutin mami liburan"
"Makasih ya sayang, makasih banyak"
"Arsya yang seharusnya bilang terima kasih, karena mami udah bisa jaga kondisi mami sampai saat ini. Walaupun Arsya tahu itu berat banget, Arsya harap selama di sana nanti.. mami jangan sampai lupa buat tetap jaga kondisi mami dan minum obat juga makan. Arsya gak mau, mami pulang jadi sakit tapi Arsya mau mami jadi lebih sehat dari sekarang.. oke?"
"Iya.. mami pasti lakukan itu"
"Aku ke tempat papah dulu ya mi, siapa tahu papah butuh sesuatu. Mami tunggu sini dulu.."
Putri mengangguk kecil dan membiarkan putra nya itu untuk pergi menghampiri chanyeol yang sedang menata kopernya di bagasi
"Sini biar aku aja pah"
"Papah masih kuat sya"
"Hahahaha.. Arsya tahu pah, papah itu yang paling kuat.. tapi, papah harus simpan tenaga papah buat manjain mami nanti selama liburan"
"Hahahaha, bisa aja kamu"
"Minum dulu teh nya sama mami, biar aku yang masukin tas nya ke dalam bagasi."
"Oke.."
Grepp
Chanyeol memeluk putra tunggalnya dengan erat dan membuat Arsya tercengang sesaat sebelum akhirnya membalas pelukan sang ayah.

KAMU SEDANG MEMBACA
ChanPuu Couple Sequel Takdir (Imagine Pcy X You) #Wattys2019
Fanfictionkehidupan rumah tangga Chanyeol dan Putri setelah menikah dan kehilangan putra pertama mereka setelah semua yang kita alami , akankah kita bahagia selamanya? ataukah kita harus kesulitan lagi? sampai akhir nafas ku.. hanya namamu yang ku sebut dalam...