87

1.7K 129 14
                                    

Hai

Lanjut lagi

Tenang aja, gak akan ada apa apa.. aku janji

.

.

.

Putri langsung berlari masuk ke dalam kamar dan menutupi seluruh tubuhnya dalam selimut. Dia menangis terisak setelah mendengar apa yang diucapkan Chanyeol padanya. Dia sudah bisa menebak hal ini, tapi rasanya ini jauh lebih menyakitkan.

Chanyeol mulai mendekat dan duduk di tepi ranjang. Tangannya perlahan menyentuh putri yang bergetar menahan tangisnya

"Sayang.."

"Pergi"

"Sayang, dengerin aku dulu"

Srrettt

"Apa?? Kamu mau bilang buat aku buang anak kita lagi?? Berapa kali Chan? Berapa kali kamu dengan mudahnya bilang itu? Kenapa gampang banget buat kamu minta aku buang anak kita??"

"Ya Tuhan.. sayang, ini gak seperti yang kamu pikirkan"

"Aku gak akan buang anak kita"

"Dan membiarkan kamu meninggalkan aku dan arsya? Apa itu yang kamu mau?"

"Chan!"

"Kamu pikir ini mudah untuk aku? Aku juga sakit sayang, sangat sakit saat aku tahu aku harus kehilangan anak kita. Mereka berharga entah channie ataupun dia yang ada di dalam kandungan kamu sekarang..."

"Tapi kamu tadi bilang"

"Apa gunanya kita harus pertahankan anak kita kalau kamu harus pergi sayang?"

"Ini anak kita Chan! Anak kita!!!"

"Aku tahu sayang.. tapi, dengerin aku sayang.. ini demi kebaikan kamu sayang"

"Kamu gak ngerti perasaan aku. Kamu gak paham Chan!! Kamu gak ngerti gimana rasanya"

"Puu! Ini anakku kan? Aku tahu seperti apa rasanya. Kalau kamu mau tahu, aku juga hancur saat aku tahu aku harus kehilangan anakku. Sama seperti yang kamu rasakan puu"

"Ini.. ini semua karena aku"

Pandangan mata putri seketika menjadi kosong, dia seperti menerawang melihat sesuatu. Dia menatap lekat ke arah chanyeol yang memandangnya dengan berlinang air mata.

"Sayang..."

"Ini semua salah aku, kita harus kehilangan anak kita karena kesalahan aku Chan.. aku.. aku yang salah Chan, semua karena dosa yang aku lakukan. Aku yang salah.. aku, aku gak pantas jadi ibu yang baik Chan"

"Ya Tuhan, enggak sayang.. jangan berpikiran begitu aku mohon.. kamu gak seperti itu"

"Aku bukan istri yang baik, aku bukan ibu yang baik. Aku gak bisa bahagiain kamu dan anak kita. Aku.. aku terlalu banyak dosa sampai anak kita harus terus pergi seperti ini. Ini semua salahku"

Chanyeol mendekap erat tubuh putri yang mulai bergetar ketakutan dengan mata yang terus berderai.

"Sayang.. kamu gak boleh berpikir seperti itu sayang.. kamu jangan pernah berpikiran kayak gitu"

"Aku bukan istri kamu yang baik Chan.. aku hanya bisa buat kamu hancur Chan.."

"Putri aku mohon cukup"

Putri berusaha melepaskan dirinya dari pelukan chanyeol. Dia terus meronta meminta chanyeol untuk melepaskan pelukannya, tapi chanyeol justru semakin erat memeluk istrinya berusaha menenangkan putri yang sudah sangat terguncang

"Aku salah sayang, aku salah.. aku gak bermaksud untuk bilang hal semacam itu. Maafin aku.. aku mohon tenang sayang.. jangan begini aku mohon sama kamu"

"Aku bukan-"

Cupp

"Jangan bilang apa apa lagi. Jangan bilang apapun lagi. Aku yang salah.. kita akan cari cara lain. Aku janji.. aku mohon tenang ya.. aku mohon"

Chanyeol terus mengusap punggung putri selagi memeluk istrinya erat. Dia terus mengatakan agar putri bisa tenang. Dia begitu mengkhawatirkan kondisi putri saat ini.

.

.

.

LANJUT?

VOMMENT JUSEYO

Kira kira bakal ada jalan lain gan ya untuk putri dan chanyeol?

ChanPuu Couple Sequel Takdir (Imagine Pcy X You) #Wattys2019Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang