Lanjutkan
Lagi ya
.
.
.
Putri menceritakan segalanya pada Chanyeol dengan takut takut, dia bercerita sambil menunduk dan memainkan ujung selimutnya. Dia tahu chanyeol pasti akan marah untuk masalah semacam ini. Terlebih dengan kondisi nya sekarang.
"Jadi.. kalau kamu kasih ijin ke aku.. aku mau selesaikan urusan di perusahaan dulu dan baru lanjutin pengobatan aku.. atau aku lakukan dua dua nya sekaligus dalam satu waktu.. aku gak bisa diam aja di saat semuanya kayak gini. Ini juga untuk Arsya, anak kita Chan"
Chanyeol benar benar mendengarkan tanpa memotong sedikitpun ucapan putri. Dia mendengarkan dengan seksama dan setelah selesai, Chanyeol menghembuskan nafas berat dan tak menatap putri sama sekali.
"Tuh kan.. kamu marah sama aku.."
"Apa Fariz Hyung sama sekali gak bisa tangani sendiri sampai harus kamu yang ambil tindakan dalam kondisi kamu yang kayak sekarang?"
Putri menggeleng kecil
"Aku yakin dia mampu, mas Fariz juga larang aku buat ikut campur.. tapi Chan.. kamu pasti tahu kan posisi aku sekarang gimana? Kalau aku cuek dan seolah gak ada masalah apa apa sekarang. Aku justru malah tambah terbebani"
"Kesehatan kamu jauh lebih penting dibatas segalanya putri. Oke, kalau kamu mau membantu Fariz. Aku gak akan masalah dan aku akan dukung kamu sepenuhnya, tapi.. kalau itu dengan cara kamu harus kembali menjabat di posisi kamu atau mengorbankan waktu perawatan dan pengobatan untuk kamu seperti sekarang.. apa kamu gak sayang sama diri kamu sendiri?"
Putri menunduk lesu, dia tahu keputusan Chanyeol yang seperti ini.
"Aku gak akan ijinkan kamu untuk masalah semacam ini, kamu harus benar benar konsentrasi sama kesehatan kamu sekarang. Gak ada mikirin perusahaan, saham atau yang lainnya. Soal Arsya.. aku yakin Hyung bisa atasi itu. Misalnya pun jalan nya Arsya bukan disana. Rejeki anak kita gak akan pernah hilang sayang, biar dia juga bisa belajar mandiri"
"Tapi Chan.."
"Gak ada tapi tapian lagi. Aku gak menerima bantahan apapun dari kamu untuk masalah ini, aku udah bilang dari awal kalau aku akan pastikan kamu dapat perawatan yang terbaik dan gak akan aku biarin kamu stress atau mikir yang berat, tapi.. ini? Kalau kamu terus kayak gini. Aku akan minta Hyung untuk stop temui kamu jika itu menyangkut kondisi perusahaan kayak sekarang"
"Hiks.."
Putri sudah menangis sekarang
"Maafin aku.."
"Aku yang minta maaf kok Chan, aku salah karena gak nurutin kamu.. aku yang salah karena aku gak mau dengerin kamu"
Chanyeol menghembuskan nafasnya panjang dan agak berat sekali lagi, dia memegang tangan putri dan menatap ke arah putri yang masih saja menunduk dari tadi.
"Sayang.. lihat aku.."
Putri masih menunduk
"Putri.. sayang, lihat aku.. lihat mata aku.."
Putri akhirnya melihat ke arah Chanyeol yang sudah menatapnya dengan lekat dan tak berkedip sama sekali.
"Kamu tahu aku sayang kamu kan?"
Putri hanya diam
"Aku minta maaf, karena aku tadi udah ngomong cukup keras sama kamu. Kamu pasti kaget banget tadi.. aku bener bener minta maaf dan aku sama sekali gak ada maksud buat bentak kamu atau kasar sama kamu.. aku cuma pengen kamu lebih mikirin diri kamu sendiri mulai dari sekarang sayang.. udah cukup selama ini kamu selalu mikirin orang lain, mementingkan orang lain dan keperluan perusahaan. Sekarang udah waktunya kamu lepasin semuanya.. aku gak minta kamu buat menyerah atau cuek, tapi kamu harus tahu mana yang perlu di prioritaskan sekarang. Kesehatan kamu atau perusahaan kamu.."

KAMU SEDANG MEMBACA
ChanPuu Couple Sequel Takdir (Imagine Pcy X You) #Wattys2019
Fanfictionkehidupan rumah tangga Chanyeol dan Putri setelah menikah dan kehilangan putra pertama mereka setelah semua yang kita alami , akankah kita bahagia selamanya? ataukah kita harus kesulitan lagi? sampai akhir nafas ku.. hanya namamu yang ku sebut dalam...