Chapter 10 "18++"

12.2K 466 157
                                        

"Apa kau akan segera operasi?", Luhan bertanya lagi dengan nada dan sorot mata penuh harap pada Sehun yang juga menatapnya.

"Aku akan, asal kau mau berjanji pada ku?"

"Janji apa?"

Sehun membawa tangannya untuk mengusap sayang pipi lembut yang selalu bersemu merah itu, "Asal kau mau berjanji untuk tetap di sini, selamanya seperti ini"

Dokter cantik itu membolakan matanya kaget, tidak bisa di pungkiri jika hatinya berdesir hangat mendengar permintaan dengan nada halus dan penuh harap itu. Tapi, bagaimana bisa pria ini memberikannya janji seperti itu? Jika di pikir-pikir tidak mungkin jika ia akan tetap tinggal di sini tanpa ada alasan yang berarti, "Sehun-ah kau tahu jika aku di sini karena kau sedang sakit. Jika kau sudah sembuh nanti untuk apa aku ada di sini", jawabnya yang langsung di balas Sehun dengan gelengan kepala.

"Kalau begitu aku tidak akan operasi.. "

"Sehuuun, bagaimana bisa kau berkata seperti itu. Kau bisa sekarat bahkan kau bisa mati kapan saja kau tahu itu"

"Maka dari itu berjanjilah..!!"

Sang Dokter cantik menghela nafasnya dalam-dalam. Heran dengan kelakuan Sehun yang semakin hari semakin aneh saja menurutnya, "Jika aku tinggal dengan mu bagaimana dengan pekerjaan ku di rumah sakit?"-dan pekerjaan ku di tempat lainnya.

"Aku akan mengizinkanmu bekerja di rumah sakit seperti biasa, seperti sebelumnya. Tapi setelah jam kerja mu selesai kau harus pulang ke sini", jawaban Sehun membuat Luhan semakin pening. Itu artinya setelah ini hidupnya akan semakin sulit dan tidak akan aman lagi seperti dulu.

Tapi jika tidak di turuti maka ia berani bertaruh jika Sehun akan semakin lama menunda operasinya dan membuat ia bisa dalam kondisi bahaya kapan pun itu.

Mata rusa itu membalas tatapan memohon Sehun dengan tatapan sendunya, "Kau membuat ku sulit Sehun-ah.. ", gumamnya tanpa sadar yang di tangkap jelas oleh telinga Sehun yang hanya berjarak beberapa inci darinya.

"Aku tahu, tapi maaf aku tidak bisa melepaskan mu", Dan setelahnya tangan berkulit pucat itu mendekap erat tubuh gadis mungil yang secara tidak langsung hidupnya sudah dia kendalikan demi kepentingan dirinya sendiri. Tapi apa boleh buat, sudah dia katakan jika dia sudah terbiasa dengan kehadiran Luhan, dia sudah merasa sangat nyaman dan mendapatkan kehangatan yang berbeda setiap kali Luhan berada di dekatnya.

'Mianhae Luhan-ah..'

.

.

.

Dan sesuai janjinya, gadis cantik yang sedang bersiap ingin berangkat ke kliniknya itu masih tetap tinggal di kediaman keluarga Oh meskipun sudah terhitung dua hari yang lalu Sehun sudah ke luar dari rumah sakit setelah sehari pasca operasi ususnya.

"Sudah siap cantik..?"

Luhan tersenyum pada pria yang tidak bisa mengetuk pintu dan selalu memasuki kamarnya  sembarangan, tidak perduli jika dirinya sedang dalam kondisi telanjang sekalipun.

"Aku sarankan kau harus kursus bagaimana caranya mengetuk pintu Tuan Oh.. "

Yang di sindir tertawa kecil dan langsung memberikan kecupan manisnya di bibir belah yang entah sudah berapa kali dia lumat sampai bengkak dan dia gigit sampai berdarah.

KOLERIS-SANGUINWhere stories live. Discover now