Dengan menenteng tas tangannya, Kiira menuju pintu masuk stadium. Disana berdiri beberapa staff. Para staff langsung menoleh kearah Kiira saat Kiira mendekati mereka. Dengan ID Card bertuliskan AAA (All Access Area) yang menggantung di leher Kiira, para staff itu dengan santainya mengizinkan Kiira masuk ke stadium.
Kiira tidak langsung masuk ke dalam stadium. Masih di depan pintu masuk, ia melihat kearah penonton, lalu memeriksa sekeliling stadium.
"Maaf, tapi dilarang membawa masuk tas ke dalam stadium!" tegur salah satu staff yang menyadari keberadaan tas tangan yang dari tadi Kiira bawa.
"Ah ya aku tahu, tapi aku sangat membutuhkan tas ini...lebih tepatnya isi di dalam tas ini" balas Kiira.
Kedua staff yang berjaga itu saling berpandangan dengan kedua dahi mereka yang mengerut.
"Maaf, kalau boleh tahu, apa isi tas itu? Tidak ada maksud menyinggung, tapi kami harus memeriksanya demi keamanan!" tanya salah satu staff.
"Silahkan kalian periksa! Isinya hanya beberapa benda pribadi saya dan alat-alat kedokteran saya...tapi sungguh, tas ini harus saya bawa masuk juga!" balas Kiira.
"Tas ini bisa dititipkan ke saya, jangan khawatir...tas ini akan tetap aman!" usul salah satu staff yang terlihat berusaha menjaga emosinya karena mulai gemas dengan kelakukan Kiira.
"Saya akan jelaskan alasan kenapa tas ini harus saya bawa...kalian sadar kalau di dalam sana hawa panas dan sesak sedang menyerang para penonton? Apa kalian perhatikan, dari tadi banyak penonton yang keluar dengan keadaan lemah?" tanya Kiira.
Para staff hanya berpandangan. "Dan saya juga yakin, pasti ada beberapa penonton yang mengeluh kepada kalian mengenai keadaan di dalam sana, iya kan?!" tanya Kiira lagi.
"Ya, memang ada beberapa yang mengeluh tapi mereka bisa segera menuju posko kesehatan untuk mendapatkan bantuan, lagipula ada beberapa booth minuman yang bisa membuat mereka merasa lebih segar!" balas salah satu staff.
"Nah, booth itu juga sepertinya jaraknya terlalu jauh dari pintu masuk dan keluar...saran saya, lebih baik booth minuman dipindahkan posisinya agar lebih dekat dengan pintu...agar para penonton bisa lebih cepat mendapatkan minum, begitu pula dengan pos kesehatan...jaraknya terlalu jauh, saya rasa ada baiknya di pindahkan...."
"Anda ini siapa sih? Mulai dari tas yang dipaksa untuk dibawa masuk, lalu mulai mengatur posisi ini dan itu...maaf walaupun ada ID All Access di leher anda, jika kelakuan anda seperti ini dengan sangat menyesal kami melarang anda untuk masuk!" gertak salah satu staff yang memotong ucapan Kiira.
"Tapi....tapi..." Kiira masih berusaha dan tiba-tiba, "KYAAAAAA!!!!" terdengar teriakan beberapa penonton yang posisinya tepat berada di depan panggung.
Kiira langsung terdiam, begitu pula kedua staff itu. Sesaat setelah terdengar teriakan itu, Taka mulai menghentikan nyanyiannya, ia meminta kepada yang lain untuk menghentikan musik.
Keadaan mulai kacau ketika One Ok Rock akan melakukan sesi akustik. Para penonton pun mulai antusias, terlebih lagi penonton yang berada di area belakang. Mereka sangat ingin melihat One Ok Rock lebih dekat dan jelas. Maka terjadilan dorong mendorong yang mengakibatkan penonton yang berada di depan tergencet.
Keadaan sebelumnya sudah cukup mengkhawatirkan, hawa panas dan sesak. Ditambah lagi dengan para penonton yang mulai dorong mendorong.
"Semuanya, harap tenang! Aku tidak akan melanjutkan penampilan jika kalian tidak bisa tenang dan mengendalikan diri!" pinta Taka dari atas panggung.
Para staff mulai kocar-kacir menenangkan dan mengatur para penonton.
"Ada yang pingsan!!!" terdengar suara teriakan salah satu penonton untuk memberitahu keadaan.
KAMU SEDANG MEMBACA
STAY! [serendipity]
Fanfiction[COMPLETED] Seorang gadis bernama Kiira yang secara tidak sengaja masuk ke dalam ruang lingkup keluarga Moriuchi, Kiira selalu mengalami kejadian-kejadian yang menjadi sebuah kebetulan yang indah, ketidak sengajaan yang penuh dengan petualangan beri...
![STAY! [serendipity]](https://img.wattpad.com/cover/120579942-64-k68026.jpg)