Love And Music

109 12 3
                                        

Tak ingin larut dari perasaan cemas dan takutnya karena mendapat penolakan dari ayah Kiira, Taka mencoba mengalihkan perhatian dengan mengganti topik pembicaraan.

"Oh iya, selain karena ingin memberikanmu bunga, aku kesini juga ingin memberikanmu...ini!" ucap Taka sambil mengangkat dan memamerkan sebuah kunci kepada Kiira.

"Kunci? Kunci apa itu?" tanya Kiira bingung.

"Kunci apartemenku! Mulai saat ini aku ingin kamu memegang kunci apartemenku...aku juga memegangnya!" jawab Taka.

"Untuk apa kamu berikan kunci apartemenmu kepadaku?" tanya Kiira.

Taka tersenyum sambil sedikit mencubit lembut pipi Kiira. Kiira makin tambah bingung.

"Kamu kan bukan orang asing lagi buatku, kamu kekasihku...sebenarnya aku ingin kamu tinggal bersamaku di apartemen, tapi aku rasa kamu pasti tidak mau kan?!" jawab Taka.

"Heee?! Tinggal bersama? Dengan Taka???" gumam Kiira dalam hatinya. Kedua pipinya memerah, khayalannya melanglang buana.

"Ambil lah kunci ini, Kiira!" pinta Taka.

"Baiklah!" Kiira mengambil kunci dari telapak tangan Taka.

"Kamu bisa datang ke apartemenku kapan saja kamu mau!" celetuk Taka sambil tersenyum lebar sampai membuat kedua matanya menyipit.

"Tapi Taka, aku minta maaf kalau aku tidak bisa memberikan kunci apartemenku kepadamu...kamu tahu kan, aku tinggal bersama Sayaka?! Rasanya tidak enak kalau aku memberikan begitu saja kunci apartemen ini...tapi jika ia memberikan kunci apartemen ini kepada Hiro, maka aku akan lakukan yang sama kepadamu!" jelas Kiira.

"Tidak masalah, sayang! Aku tidak memaksa atau memintamu untuk memberikan kunci apartemenmu!" balas Taka.

Kiira mengangguk dan tersenyum, lalu memandangi kunci apartemen tanpa gantungan itu. Tiba-tiba Kiira tersontak, ia mengingat sesuatu.

"Taka...bukan kah kamu harusnya berada di Chiba ya saat ini? Kenapa kamu masih di Tokyo?" tanya Kiira.

"Aku akan berangkat ke Chiba malam ini, sebelumnya aku ingin bertemu denganmu terlebih dahulu!" jawab Taka.

TING! TONG!
Bel apartemen Kiira tiba-tiba berbunyi. Taka memberi kode agar Kiira segera membuka pintunya. Kiira pun segera menuju pintu dan membukanya.

"Onee-chan!" sapa Kaami.

"Ah, rupanya kamu!" balas Kiira lalu mempersilahkan Kaami untuk masuk.

Kaami pun langsung terkejut ketika melihat sosok Taka yang sedang duduk di sofa sambil sibuk dengan ponselnya.

"O-onee...onee-chan! I-itu Taka-san ?" tanya Kaami, berbisik kepada Kiira.

"Iya!" jawab Kiira sambil mengangguk dan tersenyum.

"Taka, kenalkan...ini adikku, Kaami!" Kiira segera mengenalkan Taka kepada sang adik.

Kaami langsung salah tingkah, tubuhnya sedikit bersembunyi dari balik badan Kiira, kedua pipinya memerah.

"Hai, Kaami! Aku Taka! Senang bertemu denganmu!" sapa Taka ramah dan manis.

"Se-senang bertemu denganmu...Taka-san!" balas Kaami gemetar.

"Kenapa kamu terlihat takut melihatku?" tanya Taka.

"A-aku...aku..."

"Kaami adalah penggemarmu, penggemar One Ok Rock, makanya ia terlihat malu dan salah tingkah, bukan takut! Ah, dia pandai memainkan gitar...aku jadi ingat, ia suka memainkan gitar dan bersenandung selama bermain gitar, padahal saat itu ia masih SD!" jelas Kiira membantu sang adik menjawab pertanyaan Taka.

STAY! [serendipity]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang