Chap 29 : Kembali ke Awal

4.6K 393 39
                                        

Tak bisakah aku? Benar-benar tak bisa?
Aku akan membuatmu tersenyum setiap hari.
Orang yang akan menjagamu hingga akhir.
Tak bisakah orang itu aku?
...
Kau orang yang kuinginkan,
Kau orang yang kuinginkan hingga ku mati.
Alasanku dapat melalui masa sulit, karena kau bersama denganku, karena aku bisa mencintaimu.
...
Bolehkan aku menunggumu? Bisakah aku melihatmu sampai dihari kau datang padaku.
Seperti airmata di saat terakhirku, kau lah satu-satunya yang kuingat.
Tak bisakah kau menjadi cintaku?
Tak bisakah kau tinggal di sisiku?
(OST 49 Days - Can't It Be Me)
.
.
Naruto milik Masashi Kishimoto

Rate: T

Genre : Hurt/Comfort, Romance, Action

Warning :
- Naruhina Alternate Universe
 - Ide murni milik saya
- Jika ada kesamaan alur, karakteristik cerita dan tokoh, atau lain-lain maka murni merupakan ketidaksengajaan
- Typo(s)
- DLDR.

...

Magnetic

Chapter 29 : Kembali ke Awal

...

Happy Reading

...

Hinata segera merogoh tasnya mendengar dering ponselnya. Bagitu melihat nama Naruto yang terpampang dilayarnya, Hinata langsung mengangkatnya. Belum sempat Hinata menyapanya, suara berat Naruto langsung memenuhi pendengarannya.

"Dimana kau?"

Hinata sedikit mengernyit mendengar nada tajam dalam suara Naruto. Hinata  mengedarkan pandangan ke sekelilingnya seakan meyakinkan dirinya sendiri dimana dirinya. "Aku ada didepan perpustakaan lama, ada apa?"

"Jangan bergerak dari tempatmu."

Hanya itu yang dikatakan oleh Naruto dan sambungan telepon mereka langsung terputus. Hinata mengernyit semakin dalam menatap layar ponselnya. Ada apa dengan Naruto?

Hinata benar-benar tergoda untuk mengetahui apa yang akan terjadi jika ia bergerak. Hinata melangkahkan kakinya beberapa tapak dan tidak terjadi apapun. Hinata memutuskan bahwa Naruto mulai tidak masuk akal. Ia berjalan menuju jembatan yang mengarah ke gedung timur. Ia menyandarkan tubuhnya kedepan penyangga sambil sedikit menengadah menatap langit musim gugur Tokyo.

Tinggal satu minggu lagi waktunya di Jepang. Hinata memikirkan apa yang harus dilakukannya selama satu minggu ini. Dia ingin bersenang-senang dengan Sakura dan Ino. Dia juga harus mengajak Hanabi berbelanja, sudah lama ia tidak menghabiskan waktu dengan adiknya itu, juga dengan Neji dan ayahnya. Mungkin Hinata harus mengajak kedua pria yang kelewat sibuk itu untuk makan malam dan sedikit bersantai. Lalu pegawai-pegawai butiknya, Hinata juga berencana mentraktir mereka makan besar. Dan Naruto...

Untuk yang satu itu Hinata tidak tau harus merencanakan apa. Bagaimana caranya mengucapkan selamat tinggal pada orang yang menjadi alasan utamamu untuk pergi sekaligus juga satu-satunya alasan kau tidak mau pergi?

"Hinata."

Hinata menoleh ke sampingnya begitu mendengar suara bariton yang berat itu memanggilnya. Naruto sedang melangkah menuju kearahnya. Hinata memutar tubuhnya menghadap Naruto yang sudah berada didepannya.

Hinata menatap dengan seksama wajah lelah Naruto. Hinata bisa melihat rambut Naruto yang berantakan. Pria itu juga sepertinya tidak bercukur beberapa hari ini, ditambah dengan kantung mata yang terlihat jelas dan sorot lelah dimata biru pria itu, Hinata tidak pernah melihat Naruto sekacau ini.

MagneticTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang