Naruto milik Masashi Kishimoto
Rate: T
Genre : Hurt/Comfort, Romance, Action
Warning :
- Naruhina Alternate Universe
- Ide murni milik saya
- Jika ada kesamaan alur, karakteristik cerita dan tokoh, atau lain-lain maka murni merupakan ketidaksengajaan
- Typo(s)
- DLDR.
...
Magnetic
Chapter 30 : Negeri Dongeng
...
Happy Reading
...
Hinata tercengang begitu ia menemukan sosok Naruto didepan rumahnya sedang bersandar dibumper mobilnya sambil bersedekap menunggunya. "Kenapa kau disini?" kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut Hinata.
"Menjemputmu, kita akan ke Disneyland kan hari ini?" sahut Naruto ringan.
Mereka memang akan ke Disneyland hari ini, tapi Hinata tidak pernah meminta Naruto menjemputnya. Berapa lama pria itu menunggunya?
Hinata refleks mendekati Naruto, ia berdiri dihadapan pria itu, mengangkat tangannya dan menempelkannya pada pipi bergaris Naruto. Naruto langsung tersentak kaget mendapat perlakuan tiba-tiba itu. Tangan Hinata yang hangat menyentuh pipinya yang sedikit dingin. Bukannya terganggu dengan wajah kaget Naruto, Hinata justru mengernyit, "Kenapa kau tidak menunggu didalam mobil? atau menunggu dirumahku. Diluar sangat dingin."
Meskipun ini masih pertengahan musim gugur, angin memang sudah mulai terasa dingin. Hinata bahkan harus mengeluarkan lagi mantel tebalnya yang sudah ia masukan dalam koper.
Naruto langsung tersenyum menyadari Hinata sedang mengkhawatirkannya. Naruto menggenggam tangan Hinata yang ada dipipinya. "Aku tidak apa-apa, ayo kita masuk, kau juga mulai kedinginan."
Hinata baru menyadari tangannya yang bergerak sendiri menyentuh wajah pria itu. Pipinya langsung merona merutuki kebodohannya itu, belum lagi Naruto juga ikut menggenggam tangannya. "K-kau benar, ayo kita pergi." Hinata menarik tangannya dan segera berjalan cepat ke sisi pintu penumpang.
Hinata tidak bicara sepanjang perjalanan karena terus-terusan teringat tindakannya yang memalukan tadi. Bisa-bisanya ia dengan lancang menyentuh pipi pria itu. Hinata terus mengumpati dirinya dalam hati hingga suara Naruto disampingnya menyadarkannya. "Kau pendiam sekali hari ini?"
"Apa? Aku hanya.. hanya memikirkan sesuatu."
"Tentang apa?"
Tentang apa? bagaimana Hinata menjawabnya? Hinata memutar otak mencari alasan untuk berkelit. Dia tiba-tiba teringat sesuatu.
"Bagaimana penyelidikan terhadap akatsuki?" Tanya Hinata.
Naruto sebenarnya bingung kenapa tiba-tiba Hinata memikirkan tentang akatsuki, tapi mengingat kebiasaan Hinata yang sering menanyakan hal-hal aneh, Naruto menjadi terbiasa. Dia tidak pernah bisa mengerti pikiran gadis itu.
"Semuanya berjalan mulus, banyak hal-hal penting yang sudah kami temukan minggu ini termasuk keterlibatan Tendo Yahiko dengan seorang narapidana yang melakukan transaksi gelap penjualan senjata ilegal."
Beberapa hari ini, penderitaan Naruto, Sasuke, dan Sai berkulat dengan berkas-berkas akhirnya membuahkan hasil. Awalnya mereka menemui jalan buntu ketika tidak ada petunjuk apapun mengenai nama-nama yang bertransaksi dengan Nagato. Sampai akhirnya Shikamaru memasukkan nama-nama dalam daftar ke dalam suatu analisis algoritma untuk mencari kesamaan diantara orang-orang ini. Dengan menggunakan database yang dimiliki kepolisian jepang terhadap nama-nama tersebut, Shikamaru mendapatkan satu petunjuk, semua nama-nama dalam daftar pernah dan sedang berinvestasi dalam perusahaan dan anak perusahaan yang dikelola oleh Tendo Corp. Tentu saja ini penemuan besar untuk mereka. Shikamaru langsung mencoba menembus firewall Tendo Corp dan mengakses informasi keuangan mereka. Dan benar saja sejumlah dana yang tidak diketahui asalnya masuk dalam rekening mereka. Sekarang sudah jelas kemana semua uang yang dihasilkan Nagato mengalir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Magnetic
Fanfiction[Complate] - Dunia Hinata mendadak gelap ketika kekasihnya harus direnggut paksa darinya. Kemunculan Naruto justru memperburuk semuanya. Hinata lelah dengan hidupnya, namun kehadiran lelaki itu terus memaksa Hinata merangkak keluar dari keterpurukan...
