Naruto milik Masashi Kishimoto
Rate: T
Genre : Hurt/Comfort, Romance, Action
Warning :
- Naruhina Alternate Universe
- Ide murni milik saya
- Jika ada kesamaan alur, karakteristik cerita dan tokoh, atau lain-lain maka murni merupakan ketidaksengajaan
- Typo(s)
- DLDR.
...
Magnetic
Chapter 38 : Langkah yang Terlewatkan
...
Happy Reading
...
"Hinata, kapan kita menikah?"
Hinata langsung tersedak orange juice nya, begitu mendapati pertanyaan itu keluar dari mulut Naruto. Hinata terbatuk beberapa kali hingga tenggorokannya terasa lebih baik. Ia langsung menatap ngeri pada Naruto. "Kau bertanya apa tadi?"
"Kapan kita menikah?" Naruto mengucapkannya dengan nada santai, seolah dia hanya bertanya kabar Hinata hari ini.
Hinata menatap Naruto tanpa ekspresi. Ia tidak tau harus bereaksi bagaimana saat ini. Senang? Kesal?
Hinata baru kembali ke Jepang satu minggu lalu. Hinata sedang menyiapkan pembukaan untuk butiknya. Ia memutuskan untuk membeli kembali butik lamanya dari Temari. Gedung itu sangat strategis dan berdekatan dengan pusat kota, Hinata tentu tidak bisa melewatkannya begitu saja. Meski Temari berniat untuk menyerahkannya saja, Hinata menolak dengan tegas dan bersikeras untuk membelinya, dan Temari terpaksa menyetujuinya.
Ketika sedang mewawancarai calon pegawai untuk butiknya, Naruto menghubunginya dan mengajaknya makan siang, dan disinilah mereka sekarang, sedang makan siang disalah satu rumah makan di Shibuya.
"Kenapa tiba-tiba kau bertanya hal itu?"
Naruto mengangkat bahu. "Teme akan menikah tiga bulan lagi, dan Sai akan menyusul lima bulan lagi. Tidakkah kau berpikir kita juga harus menyusun rencana pernikahan?"
"Jadi menurutmu ini semacam kompetisi? Teman-temanmu akan segera menikah dan kau juga tidak mau kalah?"
Naruto mengernyit mendengar nada suara Hinata yang tiba-tiba menajam. "Tidak, tentu saja tidak begitu-"
"Lalu bagaimana?" Hinata bersandar pada kursinya dan menatap lurus pada Naruto.
Kening Naruto berkerut semakin dalam. Kenapa Hinata terlihat marah padanya?
"Aku hanya ingin hidup bersama denganmu Hinata. Aku ingin wajahmu adalah hal pertama yang kulihat ketika aku membuka mata di pagi hari. Aku ingin menikmati sarapan bersamamu, mendengar ucapan selamat datang darimu ketika aku pulang kerumah dan memelukmu sebelum aku tidur."
Tatapan Hinata melunak mendengar kata-kata Naruto itu. Hinata membuka mulutnya dan bersuara pelan. "Lalu?"
Naruto berpikir lagi. "Lalu kita akan membuat banyak anak, melebihi anaknya teme dan Sai. Kita akan membuatnya setiap hari." Naruto tersenyum cerah dengan mata yang berkilat ceria.
Wajah malu-malu Hinata langsung luntur seketika. Dalam satu minggu sejak Hinata kembali ke Jepang, Hinata menyadari jika Naruto yang ramah dan sopan yang dulu dikenalnya sudah tenggelam entah didasar lautan mana, digantikan dengan Naruto yang mesum dan tidak sabaran.
.
.
KAMU SEDANG MEMBACA
Magnetic
Fiksi Penggemar[Complate] - Dunia Hinata mendadak gelap ketika kekasihnya harus direnggut paksa darinya. Kemunculan Naruto justru memperburuk semuanya. Hinata lelah dengan hidupnya, namun kehadiran lelaki itu terus memaksa Hinata merangkak keluar dari keterpurukan...
